Templat:Halaman Utama2/Ringkasan khotbah

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Khotbah lainnya:
Daniel Ulaan-20100622-3x4.jpg
Johan Lumoindong-20100606-3x4.jpg
Markus Sudarji-20100530-3x4.jpg
Liana Mulyadi-20100523-3x4.jpg
Gagal membuat miniatur: Berkas tak ditemukan
Yohanes Suhendra-20100502-3x4.jpg
20100425 Vera Setiawan-20-3x4.jpg

Pdt Sandra Suharsa

Tuhan sangat baik dalam setiap hidup kita, dan saya percaya kita semua menerima berkat-berkat yang luar biasa karena Tuhan kita dahsyat.

Ini minggu pertama di bulan Juli, sudah setengah tahun di tahun 2010 ini sudah kita lewati, begitu luar biasanya Tuhan menyertai setiap langkah hidup kita. Tanpa terasa sebentar lagi kita mungkin akan segera disibukkan dengan perayaan-perayaan natal kembali, tapi saya berharap anak-anak Tuhan, jemaat, dan pelayan Tuhan, jangan cuma "napas", cuma Natal-Paskah. Tapi kita mau belajar sesuatu yang berbeda, benar-benar mengerti dan menghargai waktu yang Tuhan berikan dalam hidup kita.

Pdt Ishak Tulus

Ada satu keluarga di Betania, keluarga ini terdiri dari Maria, Marta dan Lazarus. Mereka adalah orang-orang yang mengasihi Tuhan, bahkan Maria pernah meminyaki kaki Yesus dengan minyak mur dan menyekanya dengan rambutnya. Mereka mengasihi Yesus dan Yesus mengasihi mereka.

Sekali waktu, mereka punya problem serius. Lazarus sakit. Lalu mereka mengabari Yesus, "Tuhan, dia yang Engkau kasihi, sakit." Ketika mendengar kabar itu, Yesus tidak segera datang ke Betania lalu menyembuhkan Lazarus. Tapi justru Yesus dengan sengaja tinggal dua hari lagi di tempat dia berada.


Pdt Drs Timotius Adi Tan, MA

Ada banyak khotbah yang berbicara mengenai penyertaan Tuhan, mujizat, pengurapan Tuhan, terobosan, tapi sedikit sekali yang bicara mengenai karakter, padahal karakter adalah segala-galanya dalam hidup kita.

1 Timotius 4:12, Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.

Surat ini ditulis oleh Rasul Paulus kepada anak rohaninya, Timotius. Kita akan bedah ayat satu ini, tentang karakter yang dewasa.