Renungan khusus: Perbedaan antara revisi

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Leo (bicara | kontrib)
kTidak ada ringkasan suntingan
Leo (bicara | kontrib)
kTidak ada ringkasan suntingan
Baris 84: Baris 84:
  includepage={Unified info} Articles dpl test
  includepage={Unified info} Articles dpl test
  resultsheader=<p class="mt-3 mb-0 font-weight-bold">Sebelumnya:</p><div class="container-fluid border rounded" style="clear:both;"><div class="p-2">
  resultsheader=<p class="mt-3 mb-0 font-weight-bold">Sebelumnya:</p><div class="container-fluid border rounded" style="clear:both;"><div class="p-2">
  resultsfooter=</div></div><small class="ml-4">%PAGES% artikel</small><btn class="btn btn-primary d-block text-white mb-3">Renungan khusus/Index|Daftar Renungan Khusus selengkapnya</btn>
  resultsfooter=</div></div><small class="text-muted">(%PAGES% artikel)</small><btn class="btn btn-primary d-block text-white mb-3">Renungan khusus/Index|Daftar Renungan Khusus selengkapnya</btn>
  count=10
  count=10
  offset=1
  offset=1

Revisi per 17 November 2022 11.40

Renungan khusus merupakan artikel warta yang diterbitkan oleh Tim Teologi/Pengajaran GBI Jalan Gatot Subroto, selain sikap teologis.

I. Pendahuluan

Dalam kehidupan iman Kristen, banyak orang masih bingung memahami hubungan antara anugerah dan pekerjaan (perbuatan).[1] Di satu sisi, Alkitab dengan jelas mengajarkan bahwa keselamatan adalah anugerah Allah dan bukan hasil usaha manusia. Namun di sisi lain, Alkitab juga menekankan pentingnya ketaatan, perubahan hidup, dan kesetiaan dalam perjalanan iman.[2]

Ketegangan ini sering menimbulkan dua sikap yang keliru:

  1. ada yang hidup seolah-olah pekerjaan (perbuatan) tidak penting karena semuanya adalah anugerah, dan
  2. ada pula yang berjuang dalam ketaatan seolah-olah keselamatan sebagai tujuan yang harus terus diusahakan.[3]

Selengkapnya »

Dalam kehidupan iman Kristen, banyak orang masih bingung memahami hubungan antara anugerah dan pekerjaan (perbuatan). Di satu sisi, Alkitab dengan jelas mengajarkan bahwa keselamatan adalah anugerah Allah dan bukan hasil usaha manusia. Namun di sisi lain, Alkitab juga menekankan pentingnya ketaatan, perubahan hidup, dan kesetiaan dalam perjalanan iman.

Sebelumnya:

Renungan Khusus 2019-1x1.webp

Generasi muda sebagai mitra penyelesai Amanat Agung

Renungan | 29 Mar 2026 | Dio Angga PradiptaPdm Dio Angga Pradipta, MTh

Renungan Khusus 2019.webp

Generasi muda sebagai mitra penyelesai Amanat Agung

Renungan | 29 Mar 2026 | Dio Angga PradiptaPdm Dio Angga Pradipta, MTh

(10 artikel)

Lihat pula

  1. ^ Saragih, F. A. P. (2024). Tinjauan Teologis terhadap Doktrin Soteriologi Hyper Grace. Missio Ecclesiae. https://doi.org/10.52157/me.v13i1.225
  2. ^ Yatmini, Y., & Siang, L. (2024). Perspektif Teologis tentang Keselamatan: Belajar dari 1 Petrus 1: 3-12. Jurnal Teologi Injili, 4(2), 136-148. https://doi.org/10.55626/jti.v4i2.80
  3. ^ Wennar & Kusnadi, H. (2025) Kasih Karunia Dan Hukum Taurat Berdasarkan Titus 2:11-12 Bagi Transformasi Kerohanian Jemaat Kontemporer. Jurnal Eulogia. https://doi.org/10.62738/ej.v5i2.116