Renungan khusus: Perbedaan antara revisi

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Leo (bicara | kontrib)
kTidak ada ringkasan suntingan
Leo (bicara | kontrib)
kTidak ada ringkasan suntingan
Baris 84: Baris 84:
  includepage={Unified info} Articles dpl test
  includepage={Unified info} Articles dpl test
  resultsheader=<p class="mt-3 mb-0 font-weight-bold">Sebelumnya:</p><div class="container-fluid border rounded" style="clear:both;"><div class="p-2">
  resultsheader=<p class="mt-3 mb-0 font-weight-bold">Sebelumnya:</p><div class="container-fluid border rounded" style="clear:both;"><div class="p-2">
  resultsfooter=</div></div><small class="ml-4">%PAGES% artikel</small><btn class="btn btn-primary d-block text-white mb-3">Renungan khusus/Index|Daftar Renungan Khusus selengkapnya</btn>
  resultsfooter=</div></div><small class="text-muted">(%PAGES% artikel)</small><btn class="btn btn-primary d-block text-white mb-3">Renungan khusus/Index|Daftar Renungan Khusus selengkapnya</btn>
  count=10
  count=10
  offset=1
  offset=1

Revisi per 17 November 2022 11.40

Renungan khusus merupakan artikel warta yang diterbitkan oleh Tim Teologi/Pengajaran GBI Jalan Gatot Subroto, selain sikap teologis.

Dulu pemahaman kita adalah anak-anak muda, apalagi yang masih remaja, belum siap untuk tugas-tugas berat di gereja. Mereka diposisikan sebagai generasi masa depan gereja bukan generasi hari ini. Mereka adalah generasi yang harus di-“pelihara” kerohaniannya sampai matang; baru nanti setelah mencapai rentang usia yang dianggap dewasa oleh norma setempat, bisa diberikan kesempatan melayani. Tetapi sekarang seiring perkembangan zaman, kita melihat ada fenomena-fenomena sosial yang membuat gereja harus berpikir ulang terkait hal ini.

Di Jakarta sendiri pada bulan Agustus 2025 sempat terjadi demonstrasi yang menyuarakan suara rakyat untuk adanya reformasi di tubuh pemerintahan Indonesia. Tempo membuat artikel pada tanggal 4 September 2025, di mana influencer generasi muda Indonesia yang diwakili oleh beberapa orang menyerahkan secara simbolis dokumen 17+8 tuntutan rakyat kepada DPR.[1] Suara generasi muda setidaknya terdengar keras dan diperhitungkan saat itu oleh para pemangku kepentingan di DPR.

Bukan hanya di bidang politik saja, tetapi secara teologi, kita bisa melihat menjamurnya akun-akun Rohani di media sosial yang berbicara mengenai Firman Tuhan, sekedar membagikan kesaksian sehari-hari, dan bahkan membahas doktrin-doktrin Firman yang cukup dalam dan sebagian dari akun itu dimulai oleh generasi muda. Khususnya 3 tahun terakhir ini (pasca pandemi), kita melihat Persekutuan Doa secara daring masih diminati oleh generasi muda dan komunitas-komunitas Rohani secara daring terbentuk yang digagas oleh generasi muda.

Selengkapnya »

Dulu pemahaman kita adalah anak-anak muda, apalagi yang masih remaja, belum siap untuk tugas-tugas berat di gereja. Mereka diposisikan sebagai generasi masa depan gereja bukan generasi hari ini. Mereka adalah generasi yang harus di-“pelihara” kerohaniannya sampai matang; baru nanti setelah mencapai rentang usia yang dianggap dewasa oleh norma setempat, bisa diberikan kesempatan melayani.

Sebelumnya:

Renungan Khusus 2019-1x1.jpg

Jesus, the soon coming King

Yesus, Raja yang akan datang

Renungan | 27 Apr 2025 | Dio Angga PradiptaPdm Dio Angga Pradipta, MTh

Renungan Khusus 2019.jpg

Jesus, the soon coming King

Yesus, Raja yang akan datang

Renungan | 27 Apr 2025 | Dio Angga PradiptaPdm Dio Angga Pradipta, MTh

(10 artikel)

Lihat pula

  1. ^ Andi A. Faturahman, “Influencer Buka Peluang 17+8 Tuntutan Rakyat Tak Hanya ke DPR”. https://www.tempo.co/politik/influencer-buka-peluang-17-8-tuntutan-rakyat-tak-hanya-ke-dpr-2066730. Diakses 11 Januari 2025.