Article: 20260419/IN: Perbedaan antara revisi
baru |
kTidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 9: | Baris 9: | ||
| notes= | | notes= | ||
| name= Johan Susanto | | name= Johan Susanto | ||
| completename= Johan Susanto | | completename= Pdp Johan Susanto | ||
| illustration16x9= Logo Inspirational.jpg | | illustration16x9= Logo Inspirational.jpg | ||
| illustration1x1= Logo Inspirational 1x1.jpg | | illustration1x1= Logo Inspirational 1x1.jpg | ||
Revisi per 15 April 2026 11.14
![]() | |
| Inspirational | |
| Tanggal | 19 April 2026 |
| Oleh | Pdp Johan Susanto |
| Baca juga | |
| |
Yesus Kristus adalah persembahan yang sempurna yang menguduskan kita sekali untuk selama-lamanya. Melalui pengorbanan-Nya, dosa kita tidak lagi diperhitungkan, tetapi ini menuntut respons hidup yang berubah. Anugerah keselamatan seharusnya mendorong kita meninggalkan hidup lama dan hidup setia dalam kehendak Tuhan.
Dan kemudian kata-Nya: "Sungguh, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu." Yang pertama Ia hapuskan, supaya menegakkan yang kedua.
Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus.
Di dalam hukum Taurat hanya terdapat bayangan dari keselamatan yang akan datang, bukan hakekatnya. Korban yang terus-menerus dipersembahkan tidak pernah dapat menyempurnakan manusia.
Namun, satu-satunya persembahan yang sempurna adalah tubuh Yesus Kristus, yang telah mempersembahkan diri-Nya di kayu salib, sehingga kita dikuduskan sekali untuk selama-lamanya.
Sepatutnya ini memotivasi kita karena:
- Dipanggil untuk hidup setia kepada Kristus
- Dosa dan pelanggaran kita tidak diingat lagi
Kita tidak boleh menyia-nyiakan pengorbanan Kristus dengan kembali kepada pola hidup lama.
Sebaliknya, kita harus hidup dalam kekudusan dan menjadi saksi bagi kemuliaan nama-Nya. Pertobatan sejati menuntut langkah iman yang nyata—meninggalkan hidup lama dan mengikuti kehendak Kristus sepenuhnya.Melalui pengorbanan Kristus, dosa kita tidak lagi diperhitungkan.
Ini menunjukkan betapa besar kasih karunia Allah, di mana korban Kristus tidak perlu diulangi lagi. Setiap orang yang sungguh-sungguh bertobat dan percaya, menerima pengampunan yang sempurna.
Namun, anugerah ini bukan alasan untuk hidup sembarangan, melainkan dorongan untuk hidup benar di hadapan Tuhan.Anugerah keselamatan adalah misteri ilahi—bagaimana melalui iman kepada Kristus, dosa kita diampuni. Kita mungkin tidak sepenuhnya memahaminya, tetapi kita dipanggil untuk percaya dan hidup di dalamnya.
- Tetapi Ia, setelah mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa, Ia duduk untuk selama-lamanya di sebelah kanan Allah. (Ibrani 10:12)
- Sebab oleh satu korban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan. (Ibrani 10:14)
Tuhan Yesus memberkati kita semua.
