Melekat kepada Tuhan

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari

Melekat kepada Tuhan bukan berarti hidup tanpa masalah, tetapi hidup dalam perlindungan-Nya di tengah segala pergumulan. Tuhan rindu kita tinggal dalam hadirat-Nya, bukan hanya datang saat membutuhkan pertolongan. Ketika kita tetap terhubung dengan Tuhan, kita hidup dalam naungan dan pemeliharaan-Nya yang sempurna.

Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa

Mazmur 91:1

Tuhan mengajak kita untuk melekat kepada-Nya. Tuhan rindu agar kita bukan hanya sesekali datang kepada-Nya saat butuh, tetapi benar-benar duduk dan bermalam dalam naungan-Nya. Artinya, hidup kita terus terhubung dengan Tuhan dan tinggal dalam hadirat-Nya, bukan hanya numpang lewat.

Sering kali banyak orang datang kepada Tuhan hanya pada saat mereka sedang mengalami masalah atau membutuhkan pertolongan. Mereka datang untuk meminta, lalu pergi lagi setelah semuanya selesai. Namun bukan itu yang Tuhan kehendaki. Tuhan mau kita memiliki hubungan yang tetap, setia, dan intim dengan-Nya dalam segala keadaan.

Melekat kepada Tuhan bukan berarti kita akan terbebas dari masalah atau pergumulan. Firman Tuhan sendiri menunjukkan bahwa jerat, penyakit, teror malam, dan panah di waktu siang tetap ada. Pergumulan hidup tetap bisa datang. Tetapi yang membedakan adalah apakah kita berada di dalam lindungan Allah atau di luar lindungan-Nya.

Seperti saat hujan badai datang: jika kita berada di dalam rumah, kita terlindungi; tetapi jika kita berada di luar, kita akan terkena hujan badai itu. Demikian juga kehidupan rohani kita. Ketika kita tetap tinggal dalam lindungan Tuhan, maka kita ada di tempat yang aman, walaupun badai kehidupan tetap berlangsung di sekitar kita.

Ketika kita melekat dan terus terhubung dengan Tuhan, ada janji perlindungan yang Tuhan sediakan. Tuhan membentengi kita, melepaskan dari jerat, melindungi dari penyakit, teror malam, panah di waktu siang, dan dari setiap pergumulan yang kita hadapi. Tuhan melindungi dengan sempurna orang yang hidup dekat dengan-Nya.

Tuhan rindu agar kita melekat dan terhubung kepada-Nya dalam setiap keadaan hidup kita.

Amin.


Tetaplah tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. (Yohanes 15:4)