Proses penampian dan pemurnian iman

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari

Tuhan mengizinkan proses penampian untuk memurnikan iman dan membedakan yang sungguh-sungguh dari yang tidak. Melalui ujian dan tekanan, Tuhan sedang membentuk kita menjadi pribadi yang lebih kuat dan serupa dengan-Nya. Orang yang bertahan sampai akhir adalah mereka yang tetap setia di tengah proses pemurnian.

Simon, Simon, lihat, Iblis telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum,

Lukas 22:31

Firman Tuhan menggambarkan bahwa akan ada proses penampian dalam kehidupan orang percaya. Menampi berarti memisahkan antara yang bernilai dan yang tidak bernilai—yang ringan akan terbuang, sedangkan yang berbobot akan tetap tinggal.

Aku menampi mereka dengan tampi di kota-kota negeri; Aku membuat umat-Ku kehilangan anak, dan membinasakan mereka, karena mereka tidak berbalik dari tingkah langkah mereka. (Yeremia 15:7)

Secara rohani, penampian berarti pemisahan antara yang benar dan tidak benar, antara yang sungguh-sungguh dan yang tidak. Dalam masa penampian, akan terlihat mana iman yang kuat dan mana yang mudah goyah.

Dalam kehidupan gereja, kita sering melihat orang datang dengan berbagai motivasi. Ada yang datang karena kenyamanan, ada yang ingin terlihat rohani, atau karena faktor-faktor lain. Namun ketika terjadi goncangan—pelayanan tidak lagi nyaman, ada konflik, kesalahpahaman, atau penghargaan berkurang—di situlah mulai terlihat siapa yang bertahan dan siapa yang mundur.

Penampian ini bukan hanya terjadi secara pribadi, tetapi juga secara luas. Bahkan secara global, ada banyak gereja yang mengalami penurunan atau penutupan. Hal ini mengingatkan kita bahwa Tuhan sedang bekerja untuk memurnikan gereja-Nya.

Pemurnian ini seperti emas yang dimurnikan melalui api. Prosesnya tidak nyaman—bisa melalui kekecewaan, konflik, tekanan, atau ujian hidup. Namun melalui proses itu, Tuhan sedang membentuk kita menjadi pribadi yang semakin serupa dengan-Nya.

Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat. (Matius 24:13)

Yesus sendiri sudah mengingatkan bahwa mengikuti Dia tidak selalu mudah. Bahkan banyak murid yang mundur ketika menghadapi tantangan, hingga akhirnya hanya tersisa sedikit yang tetap setia.

Karena itu, pertanyaannya bagi kita:
Apakah kita tetap on fire seperti semula, atau mulai terkikis sedikit demi sedikit?

Pemurnian gereja bukan untuk menghancurkan, tetapi untuk membedakan dan membentuk—memisahkan yang sejati dari yang tidak, dan membawa kita menjadi gereja yang berkenan di hadapan Tuhan.

Mari kita tetap setia, bertahan, dan terus berjalan bersama Tuhan, apa pun proses yang sedang kita hadapi.

Amin.


Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu—yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana... (1 Petrus 1:7)