Kasih Tuhan lebih besar dari penghakiman

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari

Semua manusia adalah berdosa dan membutuhkan kasih Tuhan, sehingga tidak ada yang berhak menghakimi sesamanya. Yesus menunjukkan bahwa kasih-Nya memberi kesempatan untuk bertobat dan hidup baru. Kita dipanggil untuk mengasihi, bukan menghakimi, serta membawa orang kepada Tuhan.

Maka kata-Nya kepada mereka: “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.”

Yohanes 8:7

Firman Tuhan dalam Yohanes 8:1-11 menceritakan tentang seorang perempuan yang tertangkap basah berbuat zina. Orang-orang Farisi dan ahli Taurat membawa perempuan itu kepada Yesus untuk menguji-Nya, karena menurut hukum Taurat, perempuan itu seharusnya dilempari dengan batu.

Namun respons Tuhan Yesus sangat berbeda dari yang mereka harapkan. Ia tidak langsung menjawab, tetapi kemudian berkata: barangsiapa yang tidak berdosa, dialah yang pertama melempar batu.

Kalimat ini menyadarkan semua orang bahwa tidak ada seorang pun yang tidak berdosa. Satu per satu mereka pergi, karena mereka menyadari kondisi hati mereka sendiri.

Sering kali dalam kehidupan, kita mudah melihat kesalahan orang lain dan ingin menghakimi. Padahal kita sendiri juga adalah orang berdosa yang membutuhkan kasih Tuhan.

Tuhan Yesus menunjukkan bahwa Ia adalah Tuhan yang penuh kasih. Ia datang untuk menyelamatkan dan memulihkan kita.

Kata Yesus kepadanya: “Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.” (Yohanes 8:11)

Dari sini kita belajar dua hal penting:

  1. Tuhan memberikan kesempatan untuk bertobat,
  2. Tapi Tuhan juga berkata, jangan berbuat dosa lagi.

Artinya, kasih Tuhan bukan untuk membenarkan dosa, tetapi untuk mengubahkan hidup kita.

Karena itu, sebagai orang percaya:

  1. Jangan menjadi pribadi yang suka menghakimi
  2. Belajarlah untuk mengampuni dan mengasihi
  3. Bawalah orang-orang yang jatuh kepada Tuhan, bukan menjauhkan mereka

Mari kita menjadi saluran berkat, bukan penghakiman. Sama seperti Tuhan Yesus, kita dipanggil untuk menghadirkan kasih, pemulihan, dan kebenaran dalam kehidupan orang lain.

Amin.

Karena Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.

Yohanes 3:17