Renungan khusus: Perbedaan antara revisi
kTidak ada ringkasan suntingan |
kTidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 84: | Baris 84: | ||
includepage={Unified info} Articles dpl test | includepage={Unified info} Articles dpl test | ||
resultsheader=<p class="mt-3 mb-0 font-weight-bold">Sebelumnya:</p><div class="container-fluid border rounded" style="clear:both;"><div class="p-2"> | resultsheader=<p class="mt-3 mb-0 font-weight-bold">Sebelumnya:</p><div class="container-fluid border rounded" style="clear:both;"><div class="p-2"> | ||
resultsfooter=</div></div><small class=" | resultsfooter=</div></div><small class="text-muted">(%PAGES% artikel)</small><btn class="btn btn-primary d-block text-white mb-3">Renungan khusus/Index|Daftar Renungan Khusus selengkapnya</btn> | ||
count=10 | count=10 | ||
offset=1 | offset=1 | ||
Revisi per 17 November 2022 11.40
Renungan khusus merupakan artikel warta yang diterbitkan oleh Tim Teologi/Pengajaran GBI Jalan Gatot Subroto, selain sikap teologis.
| Garam dan terang di dunia yang hambar dan gelap | |
|---|---|
| Renungan khusus | |
| Tanggal | 26 April 2026 |
| Penulis | Pdm Junus Mulyana, MTh |
| Voice of Pentecost | Voice of Pentecost (Sara Priskila) |
| Renungan khusus lainnya | |
| |
- "Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.
- Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin disembunyikan.
- Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah tempayan, melainkan di atas kaki pelita sehingga memberi terang kepada semua orang di dalam rumah itu.
- Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."
- (Matius 5:13-16 TB2)
Khotbah Tuhan Yesus tentang garam dan terang dunia dipakai sebagai metafora untuk menggambarkan kehidupan orang Kristen yang mempengaruhi dunia, pada intinya menekankan bahwa orang Kristen tidak boleh hidup sebagai gated community (masyarakat yang dipagari). Orang Kristen harus berbaur dan terlibat dalam kehidupan masyarakat, serta memberikan pengaruh positif dengan menjalankan kebenaran, keadilan, kesalehan hidup, dan tidak kompromi dengan cara hidup dunia.
Khotbah Tuhan Yesus tentang garam dan terang dunia dipakai sebagai metafora untuk menggambarkan kehidupan orang Kristen yang mempengaruhi dunia, pada intinya menekankan bahwa orang Kristen tidak boleh hidup sebagai gated community (masyarakat yang dipagari). Orang Kristen harus berbaur dan terlibat dalam kehidupan masyarakat, serta memberikan pengaruh positif dengan menjalankan kebenaran, keadilan, kesalehan hidup, dan tidak kompromi dengan cara hidup dunia.
Sebelumnya:
Generasi muda sebagai mitra penyelesai Amanat Agung
Renungan | 29 Mar 2026 | Pdm Dio Angga Pradipta, MTh
Generasi muda sebagai mitra penyelesai Amanat Agung
Renungan | 29 Mar 2026 | Pdm Dio Angga Pradipta, MTh
(10 artikel)