Article: 20250715/IN: Perbedaan antara revisi

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Leo (bicara | kontrib)
k Penggantian teks - "| kat=" menjadi "| release="
Leo (bicara | kontrib)
k Penggantian teks - "| illustration1x1= Logo Inspirational 1x1.jpg" menjadi "| illustration1x1= Logo Inspirational 1x1.webp"
 
Baris 11: Baris 11:
  | completename= Erika Sembiring
  | completename= Erika Sembiring
  | illustration16x9= {{LatestImage/Inspirational | name=Erika Sembiring | date=2025-07-15 }}
  | illustration16x9= {{LatestImage/Inspirational | name=Erika Sembiring | date=2025-07-15 }}
  | illustration1x1=  Logo Inspirational 1x1.jpg
  | illustration1x1=  Logo Inspirational 1x1.webp
  | illustrationA5=
  | illustrationA5=
  | summary= Tahun ini adalah '''Tahun Penuaian''', dan tahun ini juga adalah '''Tahun Peperangan'''. Peperangan ini bukan peperangan fisik antar bangsa, tetapi peperangan rohani. Setiap orang yang berperang pasti ingin menang, karena hanya yang menang yang akan menuai hasilnya.
  | summary= Tahun ini adalah '''Tahun Penuaian''', dan tahun ini juga adalah '''Tahun Peperangan'''. Peperangan ini bukan peperangan fisik antar bangsa, tetapi peperangan rohani. Setiap orang yang berperang pasti ingin menang, karena hanya yang menang yang akan menuai hasilnya.

Revisi terkini sejak 2 Juli 2026 13.53

Tahun ini adalah Tahun Penuaian, dan tahun ini juga adalah Tahun Peperangan. Peperangan ini bukan peperangan fisik antar bangsa, tetapi peperangan rohani. Setiap orang yang berperang pasti ingin menang, karena hanya yang menang yang akan menuai hasilnya.

Tahun ini adalah Tahun Penuaian, dan tahun ini juga adalah Tahun Peperangan. Peperangan ini bukan peperangan fisik antar bangsa, tetapi peperangan rohani. Setiap orang yang berperang pasti ingin menang, karena hanya yang menang yang akan menuai hasilnya.

Dalam Matius 21:18-19, Yesus dan murid-muridnya melewati sebuah pohon ara yang tidak berbuah. Karena tidak menghasilkan buah, Yesus berkata supaya pohon itu tidak berbuah lagi, dan keesokan harinya pohon ara itu menjadi kering. Sebagai orang percaya, kita harus berbuah dalam kehidupan rohani.

Empat jenis buah

Ada empat jenis buah yang harus dihasilkan oleh kehidupan orang percaya:

  1. Buah pertobatan — Setiap hari kita harus bertobat dari hal yang tidak sesuai Firman Tuhan, karena hidup adalah proses menuju kesempurnaan yang harus dimurnikan terus-menerus.
  2. Buah Roh — Sesuai Galatia 5:22-23, buah Roh seperti kasih, sukacita, damai sejahtera, dan lain-lain.
  3. Buah pelayanan
  4. Buah jiwa-jiwa

Berbuah banyak

Apa yang harus kita lakukan supaya kita tetap berbuah banyak di dalam Tuhan?

  1. Tinggal dan melekat di dalam Tuhan dan Firman-Nya (Yohanes 15:5)
  2. Mazmur 1:1-2 menggambarkan orang yang tinggal dalam Tuhan sebagai orang yang menjaga hidup kudus, tidak serupa dengan dunia, dan menjadikan Taurat serta Firman Tuhan sebagai kesukaannya.
  3. Menjaga urapan dari Tuhan (Mazmur 20:1)
  4. Contohnya adalah Saul dan Daud; Saul tidak taat sehingga kehilangan jabatan raja, yang kemudian diberikan Tuhan kepada Daud. Daud terus menjaga hati dan perkenanan Tuhan sejak diurapi Samuel, sehingga mengalami kemenangan demi kemenangan.

Amin.