Gaya hidup Kerajaan Allah

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Gaya hidup Kerajaan Allah
Logo Cool.png
Suplemen Diskusi COOL
PeriodeJuni 2010
MingguII (2010-23)
Sebelumnya
    Selanjutnya
      “Jawab YESUS : Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi kelimpahan: tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.” (Matius 13:11-12)
      Dalam teks ayat di atas merupakan rangkaian dari perumpamaan penabur benih yang jatuh di berbagai kondisi tanah yang berbeda-beda. Benih itu ada yang jatuh di pinggir jalan, benih yang jatuh di tanah yang berbatu-batu di mana tidak banyak tanahnya atau di tanah yang tipis, tetapi ada benih yang jatuh di tengah semak duri dan terhimpit semak akhirnya mati. Lalu ada benih yang jatuh di tanah yang baik lalu berbuah 30, 60 bahkan 100 kali lipat. Ini merupakan rahasia Kerajaan Sorga dalam memperlakukan benih yang ditabur pada hidup kita: jika kita mengerti maka kita akan menerima berkat yang berkelimpahan yaitu: 30, 60 bahkan 100 kali ganda bagi diri kita.

      Benih yang ditabur adalah benih yang baik, karena benih itu dari kerajaan ALLAH dan benih itu adalah Firman ALLAH. Tempat ditaburnya benih itu adalah diri kita/pribadi kita yang bisa dikategorikan dalam 4 kategori (pinggir jalan, berbatu-batu, semak duri atau tanah yang baik). Hanya tanah yang baik yang akan mengalami hasil kelimpahan. Tanah bisa juga berarti gaya hidup kita terhadap benih yang ditabur itu. Apa ciri tanah yang baik, sehingga memberi hasil kelimpahan?

      1. Tanah yang menerima benih itu dan menjadikannya bertumbuh (1 Samuel 3:19)
        Ayat ini berkata “Dan Samuel makin besar dan TUHAN menyertai dia dan tidak ada satupun dari firman-Nya itu yang dibiarkan-Nya gugur.” Setiap benih firman yang diterima dan didengar oleh Samuel maka benih itu dibuat sedemikian rupa untuk tetap hidup, bergerak dan mengubah dirinya untuk menjadikan hidup di dalam dirinya. Samuel berusaha dengan keras dan sekuat tenaga untuk membuat benih itu bertumbuh dalam dirinya. Walaupun banyak perbedaan, tantangan dan keinginan yang berlawanan dengan firman dalam dirinya, tetapi keputusan Samuel adalah segenap hati untuk tidak membuat benih itu mati atau gugur.
        Bagaimana dengan Anda? Apakah benih kerajaan ALLAH itu semakin bertumbuh di dalam dirimu?
      2. Tanah dengan kualitas yang lebih baik/berbeda dengan yang lainnya (Bilangan 14:24)
        Dikatakan dalam ayat ini “Tetapi hamba-Ku Kaleb, karena lain jiwa yang ada padanya dan ia mengikut Aku dengan sepenuhnya, akan Kubawa masuk ke negeri yang telah dimasukinya itu, dan keturunannya akan memilikinya.” Konteks dari perikop ayat ini adalah ketika 12 orang pengintai itu pulang dari pengintaian di Kanaan, lalu melapor kepada Musa tentang hasil pengintaiannya. Yang terjadi 10 orang memberi laporan bahwa mereka tidak mungkin menduduki dan merebut tanah itu karena penduduknya raksasa, besar-besar, pemakan manusia sedangkan orang Israel hanya seperti belalang.
        Tetapi Yosua dan Kaleb memiliki kepercayaan dan keyakinan mereka dengan pasti dapat merebut tanah Kanaan seperti yang “Difirmankan oleh TUHAN” dalam Keluaran 3:7-8. Keyakinan akan Firman walaupun realitas bertentangan dengan Firman, menyebabkan mereka menjadi tanah yang baik sehingga mereka akan memasuki tanah yang dijanjikan itu.
        Apakah Saudara mempercayai yang dijanjikan TUHAN dalam benih Firman-Nya? Kepercayaanmu itu menunjukkan kualitas tanah yang baik dan akan menerima janji firman dengan kelimpahan.

      Penutup/Kesimpulan

      Jenis tanah mempengaruhi benih itu untuk menghasilkan buah. Gaya hidup kita terhadap benih juga menentukan kelimpahan yang akan kita alami. Biarlah gaya hidup kita yang tidak membuat benih itu gugur dan terus bertumbuh serta keyakinan yang sepenuh hati akan benih firman membuat kita menjadi orang-orang yang akan mengalami kelimpahan berkat Kerajaan Sorga.

      Sumber