Yesus datang segera (khotbah Natal 2009) (Khotbah Pdt Dr Ir Niko Njotorahardjo)

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Yesus datang segera (khotbah Natal 2009)
Niko Njotorahardjo.jpg

Pdt Dr Ir Niko Njotorahardjo

Ringkasan Khotbah
KebaktianIbadah Natal 2009
TanggalJumat, 18 Desember 2009
GerejaGBI Jalan Gatot Subroto
TempatSentul International Convention Center
KotaBogor

Kalau kita boleh merayakan Natal tahun 2009, semua itu karena kasih karunia Tuhan yang luar biasa. Kalau kita berbicara merayakan Natal, maka yang pertama-tama kita mengerti, kita sedang memperingati kedatangan Tuhan Yesus yang pertama. Natal merupakan perayaan kelahiran Tuhan Yesus di mana:

Natal adalah bukti kasih Allah yang begitu besar kepada dunia ini. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal [namanya Yesus], supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yohanes 3:16)

Natal adalah sukacita yang besar. Tetapi hari-hari ini banyak orang merayakan natal dengan sukacitanya sendiri, tetapi biarlah kita tahu kita bersukacita karena Tuhan Yesus datang ke dalam dunia ini mati buat Saudara dan saya. "...supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal." Karena itu kita bersukacita karena nama kita terdaftar di Sorga.

Tema Natal kita tahun ini: "Aku datang segera!", sub temanya "Yesus, aku percaya". Kalau saya perhatikan tema Natal tahun ini dengan tema Natal 2000 tahun yang lalu mirip sekali. Kalau berbicara tentang 2000 tahun yang lalu, beritanya adalah tentang "Tuhan Yesus akan lahir ke dalam dunia ini", dan sub temanya juga adalah tentang "Aku percaya".

Natal 2000 tahun lalu

Maria

Pada waktu malaikat Gabriel datang kepada Maria, dia kaget. Malaikat Gabriel berkata kepada Maria: "Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. (Lukas 1:30-31). Maria terkejut dan berkata: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?" Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. (Lukas 1:34-35). Ketika mendengar hal itu, Maria antara percaya dan tidak percaya, sesuatu yang sangat tidak masuk akal, tetapi Maria berkata: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." (Lukas 1:38)

Di dalam menyambut berita tentang kelahiran Tuhan Yesus, Maria percaya meskipun rasanya tidak masuk akal. Mara percaya, walaupun mengandung resiko yang sangat besar, karena sebentar lagi dia harus menyampaikan kepada Yusuf tunangannya. Ketika dia berkata kepada Yusuf: "Yusuf, ada suatu sukacita yang besar, tadi malam aku didatangi oleh malaikat Tuhan. Malaikat berkata bahwa aku akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki dan namanya adalah 'Yesus'." Kalau Saudara sebagai Yusuf kira-kira bagaimana? Itu yang dialami Maria, dia melihat wajah Yusuf antara percaya dan tidak percaya. Di dalam benaknya, Yusuf berkata, "Ini benar tidak ya? Bagaimana kalau sebenarnya Maria selingkuh dan dijadikan sebagai alasan?" Dia memberi tahu kepada orang tuanya dan orang tuanya juga berkata: "Ceraikan saja diam-diam."

Maria percaya, tetap dengan resiko yang tinggi. Mengapa? Sebab pada waktu itu, jika seorang perempuan melahirkan tanpa suami, maka hukumannya adalah rajam. Maria berkata: "Tuhan, aku percaya." Tetapi percayanya ini mengandung resiko yang tinggi.

Yusuf

Kita melihat Yusuf, dia berkata: "Aku harus percaya, tetapi percayanya bagaimana?" Tetapi Tuhan luar biasa. Pada malam hari, dia didatangi malaikat yang berkata kepadanya: "Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus." (Matius 1:20). Yusuf percaya, tetapi percayanya harus dengan satu pengorbanan. Apa yang Yusuf lakukan? Dia tidak bersetubuh dengan Maria sampai Tuhan Yesus lahir.

Zakharia

Pada waktu itu ada satu peristiwa lain lagi. Maria punya saudara bernama Elisabet. Lima bulan sebelum malaikat Tuhan datang kepada Maria, suami Elisabet yang bernama Zakharia sedang melakukan tugas, tiba-tiba didatangi malaikat Gabriel yang berkata kepadanya: "Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes. (Lukas 1:13)

Ternyata imam Zakharia dan Elisabet adalah orang yang sungguh-sungguh dengan Tuhan dan sejak masa mudanya mendambakan seorang anak. Memang pada waktu itu orang yang tidak punya anak merupakan suatu aib. Mereka berdoa untuk mendapatkan anak, tetapi Elisabet mandul. Saya percaya imam Zakharia dan Elisabet adalah orang-orang yang percaya mujizat Tuhan. Ketika malaikat Gabriel datang kepada mereka, umur mereka sudah tidak memungkinkan untuk mendapatkan anak, apalagi mandul. Tetapi Gabriel berkata bahwa mereka akan mendapatkan anak. Mereka yang berdoa sudah begitu lama dan percaya mujizat Tuhan, tetapi ketika doanya dijawab Tuhan justru imam Zakharia berkata: "Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan isteriku sudah lanjut umurnya." (Lukas 1:18)

Saya percaya malaikat Gabriel menjadi marah dan berkata kepadanya: "Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu. [Tetapi engkau tidak percaya, sehingga sebagai hukumannya:] Sesungguhnya engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai kepada hari, di mana semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya akan perkataanku yang akan nyata kebenarannya pada waktunya." (Lukas 1:19-20)

Jangan tidak percaya

Pada waktu kelahiran Tuhan Yesus temanya adalah "Tuhan Yesus akan datang ke dalam dunia", sub temanya "Aku percaya". Ada 3 hal yang terjadi waktu itu:

  1. Maria percaya tetapi mengandung resiko
  2. Yusuf percaya tetapi dengan pengorbanan
  3. Imam Zakharia tidak percaya dan mendapatkan hukuman

Kalau saudara disuruh memilih di antara ketiganya, maka Saudara memilih yang mana? Saudara jangan memilih yang ketiga. Saya percaya hari-hari ini tema natal kita adalah seperti ini. Saya percaya tidak ada "percaya tanpa resiko", seolah-olah tidak ada pengorbanan. Kita semua kalau percaya, ada resikonya, harus dengan pengorbanan. Tetapi kalau tidak percaya akan datang hukuman.

Saya berdoa, tidak ada seorangpun di antara kita yang dihukum Tuhan karena tidak percaya.

Tuntunan yang tidak masuk akal

Saudara akan dituntun Tuhan ke depan ini, tetapi tuntunan Tuhan banyak yang tidak masuk akal. Saya akan bercerita tentang gedung SICC ini. Kalau saudara lihat, gedung ini bagus luar biasa, office tower yang 12 lantai hampir selesai. Ini dimulai dari Tuhan menyuruh saya untuk membangun sebuah gedung yang besar. Terus terang pada waktu itu saya bukan tipe orang yang suka membangun gedung besar, tetapi Tuhan suruh dan kita mulai melangkah. Saya ingat ketika mulai membangun, kita membutuhkan dana yang besar, dan pada waktu itu saya tidak mengerti bagaimana mendapatkan dana. Saya hanya datang kepada Tuhan: "Tuhan, saya tidak tahu, Tuhan yang menyuruh saya, tuntun saya Tuhan."

Saya ingat bagaimana panitia di tempat ini juga mengalami hal yang sama. Ini gedung ada pemborong nya, jadi ada termin pembayaran, misalnya minggu ini dibayar 3 miliar, minggu berikutnya 6 miliar, minggu berikutnya bisa 10 miliar, saya pernah melihat ada yang 70 miliar. Pada waktu melihat biaya sebesar itu, kita mulai berdebar-debar. Kita percaya Tuhan yang suruh. Resiko dan pengorbanan campur aduk menjadi satu. Saya ingat bagaimana Tuhan bekerja secara luar biasa. Misalnya kita harus membayar pada hari Sabtu sebesar 10 miliar, hari Selasa/Rabu uangnya belum ada, tapi pada hari Jumat tiba-tiba uangnya ada 10 miliar. Tuhan Yesus luar biasa. Ada yang sampai 70 miliar, itu sangat mendebarkan rasanya.

Baru-baru ini seorang hamba Tuhan dari Amerika datang ke tempat ini, dia bertanya kepada saya: "Anda membangun gedung ini bagaimana?" Saya jawab: "Saya tidak pernah berhutang, tidak pernah meminta-minta, Tuhan semua sediakan." Dia bertanya kepada saya: "Rahasianya apa?" Saya bercerita: "Yang pertama-tama dituntut untuk memberi terlebih dulu adalah saya sendiri." Mungkin Saudara sudah mendengar bahwa saya disuruh Tuhan untuk merekam lagu-lagu volume ke-6 dan ke-7, dan Tuhan berkata: "Semuanya kamu berikan untuk ini." Dan saya lakukan, biayanya saya tanggung sendiri, semua hasilnya saya berikan untuk SICC. Memang ada suatu pengorbanan, saya juga tidak punya terlalu banyak uang, tetapi Tuhan menyuruh: "Kamu berikan." Dan saya lakukan, itu pengorbanan.

Pada waktu membangun gedung ini, di tengah-tengah kita butuh uang yang begitu banyak, tiba-tiba Tuhan memberikan saya pelayanan Healing Movement Crusade. Pada waktu itu Tuhan berkata kepada saya: "Kamu pergi ke kota-kota, kumpulkan gereja-gereja di kota-kota itu, dan ajak mereka membawa orang miskin, orang sakit, orang yang tidak punya uang untuk berobat ke dokter. Sebab Aku akan menyembuhkan mereka, dan biayanya kamu bawa sendiri." Ini suatu rahasia yang harus Saudara tahu: kalau Tuhan menyuruh kita untuk menabur meskipun keadaan Saudara sedang berkekurangan, ketahuilah bahwa Tuhan akan memberkati Saudara berlimpah-limpah. Prinsip ini Saudara pegang dan taati! Saudara tidak akan melihat datangnya tahun yang kering.

Banyak orang ketika disuruh menabur menggerutu: "Perpuluhan lagi, kolekte lagi." Kalau ada di antara Saudara yang seperti itu, bertobat. Ini harus Saudara mengerti, karena banyak orang tidak mengerti akan hal ini. Di tengah-tengah gedung ini membutuhkan uang yang besar, saya harus menabur untuk mereka yang berkekurangan, sakit, tidak punya uang untuk ke dokter. Sudah 132 tempat selama lebih dari 3 tahun kami mengadakan Healing Movement Crusade. Saya melihat sendiri ribuan orang sakit yang seketika disembuhkan Tuhan.

Saya baru kembali dari Palembang, di sana ada suatu kesaksian yang luar biasa. Ada seorang anak yang lumpuh selama 15 tahun dan belum percaya pada Tuhan Yesus, tetapi dia datang dibawa oleh bunya. Dia datang dalam keadaan lumpuh dan pulang pun masih lumpuh, tetapi besok paginya dia bisa berjalan. Saya melihat sendiri orang yang bisu tuli sejak lahir disembuhkan oleh Tuhan, walaupun secara ilmu kedokteran tidak mungkin disembuhkan, tetapi Tuhan Yesus menyembuhkan. "Percaya saja!" Ini tema untuk ke depan: "Aku percaya".

Luar biasa, setiap kali pergi, saya disuruh membawa uang sendiri. Dananya beberapa miliar rupiah yang telah kita gunakan untuk membiayai KKR tersebut. Kalau kita pikir-pikir, sebenarnya uang itu sangat berguna untuk membangun gedung ini. Tetapi tidak, di tengah-tengah kita menabur karena Tuhan yang menyuruh dan kita percaya, meskipun dengan pengorbanan yang tinggi dan resiko yang tinggi, tiba-tiba orang-orang yang memberi (yaitu Saudara), diberkati Tuhan berlimpah-limpah. Saudara menabur untuk gedung ini, jadilah tempat ini.

Sikap hati kita

Tuhan berkata: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?" (Yohanes 11:25)

Tema Natal kita: "Aku datang segera!", sejak awal tahun ini Tuhan berbicara begitu kuat kepada saya: "Aku datang segera!" dan Tuhan mau kita menjawab, "Yesus, aku percaya." Kalau Saudara percaya Tuhan Yesus datang segera, maka:

  1. Jangan jadi pengejek-pengejek
  2. Bersiap-siap
    Tadi Saudara sudah melihat pagelaran 5 gadis bijaksana dan 5 gadis bodoh, saya berdoa tidak ada seorangpun di antara Saudara menjadi 5 gadis bodoh, semua menjadi 5 gadis bijaksana. Pelita kita harus tetap menyala karena kita mempunyai persediaan minyak yang cukup, artinya rohmu harus selalu menyala-nyala dalam melayani Tuhan. Bergairah dengan Tuhan karena kita penuh dengan Roh Kudus.

    Pesan yang begitu kuat pada hari-hari ini adalah: Saudara harus dalam kondisi penuh Roh Kudus. Dan Tuhan berkata: "Banyak berbahasa roh." Kalau ada di antara Saudara yang mulai malas membaca Alkitab, berdoa, memuji, dan menyembah Tuhan karena bermacam-macam faktor seperti yang disebutkan, cepatlah berubah, jangan dibiarkan berlarut-larut. Semakin dibiarkan maka semakin sulit memulihkannya, padahal Tuhan berkata: "Aku datang segera!"

    Saya percaya, saat ini Saudara telah menerima sesuatu dari Tuhan, dan Saudara berubah. Dan saya percaya roh Saudara akan menyala-nyala untuk melayani Tuhan, penuh Roh Kudus. Saya selalu berdoa buat Saudara: "Tuhan, penuhi anak-anak-Mu dengan Roh Kudus." Memasuki tahun 2010, Saudara dipenuhi Roh Kudus lebih lagi.

Tuhan berkata, "Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang." (Matius 24:46). Tuhan mau pada waktu Dia datang nanti Saudara didapati sedang melakukan tugas segiat-giatnya. Saya dibukakan sesuatu oleh Tuhan, hari-hari ini jangan ada yang berkata: "Saya mau pensiun dari melayani Tuhan." Kalau dulu seolah-olah: "Wah, saya akan pensiun, dan menikmatinya." Tetapi saya mau berkata: "Jangan pensiun." Saudara harus tetap melakukan tugas meskipun umur Saudara sudah 90 tahun. Jangan ada yang berkata: "Saya ini sudah tua, sudah loyo." Dulu mungkin ya, tetapi sekarang jangan berkata seperti itu lagi. Ini pesan Tuhan yang kuat sekali: Tuhan mau roh, jiwa, tubuh kita terpelihara sempurna, tidak bercacat, tidak bercela, artinya roh, jiwa, tubuh kita harus dijaga tetap sehat. Sehingga pada waktu Dia datang, kita kedapatan sedang menjalankan tugas, dan kita tidak ditanya umur berapa, berarti badannya sehat/tidak sakit-sakitan. Dijaga dan minta kepada Tuhan, sebab ini pesan Tuhan yang begitu kuat. Saya berdoa agar setiap Saudara: roh, jiwa, dan tubuhnya sehat dalam nama Yesus.

Tuhan berbicara kepada kita hari-hari ini bahwa Dia akan menuntun kita. Mata-Nya selalu tertuju kepada kita yang mau dituntun Tuhan. Saudara mau dituntun oleh Tuhan? Biarlah Saudara yang mau dituntun oleh Tuhan, mata kita harus senantiasa memandang kepada Dia. Memasuki tahun 2010, camkan baik-baik, mata kita harus selalu tertuju kepada Tuhan, artinya kita harus hidup intim dengan Tuhan.

Penutup

Tuhan berkata "Tahun 2010 adalah Tahun Pemulihan dan Kelimpahan". Tahun 2009 adalah tahun Mujizat dan Kesembuhan yang Kreatif, percayakah engkau akan hal ini? Saya tahu, Saudara benar-benar mengalami tahun 2009 meskipun mungkin keadaan Saudara saat ini bertolak belakang dengan apa yang Tuhan katakan, tetapi kita hanya percaya: "Tahun 2009 adalah Tahun Mujizat dan Kesembuhan yang Kreatif". Kalau Saudara percaya, maka Saudara akan mengalami hal itu.

Dan memasuki tahun 2010, Tuhan berkata bahwa tahun ini adalah Tahun Pemulihan dan Kelimpahan. Tuhan berikan dari Yohanes 10:10b, "...Aku datang, supaya mereka [termasuk Saudara dan saya] mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan." Percayakah engkau akan hal ini?

Jangan melihat keadaan Saudara sekarang, keadaan sekitar Saudara, keadaan dunia. Tetapi pegang firman Tuhan kalau Tuhan sudah berkata: "Tahun 2010 adalah Tahun Pemulihan dan Kelimpahan". Saudara yang percaya pasti akan mengalami hal itu. Pemulihan, mungkin dulu Saudara punya sesuatu tetapi dicuri oleh iblis, tetapi tahun 2010 akan dikembalikan dan ditambahi bonusnya.

Sumber