Waspadai 3 dosa dunia (Khotbah Pdt Sutadi Rusli)

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Waspadai 3 dosa dunia
Sutadi Rusli-20101107-3x4.jpg

Pdt Sutadi Rusli

Ringkasan Khotbah
KebaktianEveryday is A New Beginning
TanggalSabtu, 28 Juli 2018
GerejaGBI Danau Bogor Raya
TempatGraha Amal Kasih
KotaBogor

Shalom, Saudara yang dikasihi Tuhan. Pada tahun 1904 ada seorang hamba Tuhan, Basile Schlink, seorang penulis buku. Salah satunya judulnya Temptation. Dalam buku itu ditulis dosa macam apa saja yang membuat orang jatuh dalam dosa. Di situ dia menuliskan ada 40 dosa yang menjatuhkan orang-orang Kristen. Dari 40 dosa itu, mengerucut dalam Alkitab dalam 3 dosa besar. Dosa apa saja yang perlu kita waspadai, menjadi peringatan bagi kita semua?

Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya. (1 Yohanes 2:15-17)

Saudara yang dikasihi Tuhan, rupanya ada 3 hal pokok yang perlu kita waspadai hari-hari ini, dalam era pencurahan Roh Kudus. Di mana juga menjadi satu momentum yang dahsyat dalam Empowered21 Asia yang lalu, tentu kita harus terus ada dalam hadirat Tuhan dalam kasih Tuhan yang berlimpah-limpah.

#1 Keinginan daging

Kalau kita semua bangun pagi, masih diberikan napas kehidupan, sepanjang masih diberikan napas kehidupan artinya kita masih hidup dalam tubuh daging kita. Rasul Paulus sendiri juga berjuang, seperti dalam Roma 7, apa yang tidak mau aku lakukan justru itu yang aku lakukan.

Siapa musuh kita paling besar? Diri kita sendiri.

Ada 2 macam orang Kristen, Kristen kedagingan, dan Kristen roh. Manusia daging dan manusia roh.

Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu--seperti yang telah kubuat dahulu--bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. (Galatia 5:19-21)

Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. (Galatia 5:22-23)

Amin!

Semua rindu jadi manusia rohani? Amin!

Saudara yang dikasihi Tuhan, dalam perjalanan hari lepas hari, kita tidak akan lepas dari segala macam godaan. Bahkan Yakobus 1:14 katakan, Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.

Dosa itu dimulai dari keinginan sendiri.

Saudara, tokoh-tokoh dalam Alkitab itu banyak masuk dalam satu medan padang gurun. Musa, Elia, Elisa, di padang gurun. Yesus sendiri juga ada di padang gurun.

Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis. Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus.

Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti." Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."

Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, lalu berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu." Yesus berkata kepadanya: "Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!"

Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, dan berkata kepada-Nya: "Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku." Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!"

Lalu Iblis meninggalkan Dia, dan lihatlah, malaikat-malaikat datang melayani Yesus. (Matius 4:1-11)

Kalau kita pikir, kok Roh Kudus tega-teganya. Bawa Yesus ke padang gurun, bukan untuk diberi kenyamanan, tapi buat dicobai. Saudara yang dikasihi Tuhan, Yesus saja dicobai, dibawa ke padang gurun. Padang gurun itu tidak enak, panas, ada binatang-binatang buas, malam dingin luar biasa. Amat sangat tidak nyaman. Tapi Tuhan mau, Bapa di Sorga mau, sebelum masuk ke pelayanan Yesus masuk dulu ke dalam pelayanan.

Saudara yang dikasihi Tuhan, beberapa hari lampau, saya berulang tahun. Setiap kali berulang tahun, saya mendapat Firman Tuhan yang khusus. Yeremia 18:1-6,

Firman yang datang dari TUHAN kepada Yeremia, bunyinya:

"Pergilah dengan segera ke rumah tukang periuk! Di sana Aku akan memperdengarkan perkataan-perkataan-Ku kepadamu." Lalu pergilah aku ke rumah tukang periuk, dan kebetulan ia sedang bekerja dengan pelarikan. Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya.

Kemudian datanglah firman TUHAN kepadaku, bunyinya: "Masakan Aku tidak dapat bertindak kepada kamu seperti tukang periuk ini, hai kaum Israel!, demikianlah firman TUHAN. Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku, hai kaum Israel!

Saudara, hidup itu adalah belajar. Perjalanan hidup kita bersama Tuhan itu adalah perjalanan yang berharga. Ada satu Hamba Tuhan yang waktu itu ulang tahun pernikahan ke-55. Sama-sama masih setia melayani Tuhan. Saya sudah menikah 55 tahun, sampai hari ini saya tidak pernah tahu siapa sesungguhnya istri saya. Artinya apa? Dia belajar terus, 55 tahun dia belajar terus untuk bersama-sama mempertahankan komitmennya bersama istrinya. Saudara yang dikasihi Tuhan, hari lepas hari, langkah demi langkah kita belajar bersama Tuhan.

Firman Tuhan memberi pelajaran kepada Yeremia. Jadi Yeremia pergi ke sana, lihat tukang periuk. Ada 2 hal yang kita pelajari.

  • Pertama, mengenai proses. Ingat, Tuhan itu paling senang kita berjalan dalam proses. Tidak instan. Semua siap diproses? Amin! Siap tidak siap pasti diproses. Jadi dia siapkan bahan baku, tanah liat, batu-batu dicungkil keluar, dinaikkan ke meja putar. Lalu diputar, membentuk satu pot yang indah. Lalu kalau jelek, dihancurkan, diulang lagi, lalu setelah bagus, masuk dapur api, dikeringkan, dikeluarkan, didinginkan, lalu baru dilukisi. Proses itu ada. Kekristenan bukan agama, tapi hidup berjalan bersama Tuhan.
    Kita juga semua punya kesaksian hidup dalam proses Tuhan. Itu bukti, dalam suka maupun duka, Tuhan tetap beserta dengan kita. Dalam lembah kegelapan sekalipun, gada dan tongkatnya, tetap menyertai perjalanan Saudara dan saya. Di padang gurun yang tidak enak, diproses, tetap kita berjalan.
  • Kedua, tukang periuk ini bikin satu vas yang indah. Dia tentu punya planning, perencanaan, tidak sembarangan, dia pasti punya satu gambaran apa sih yang mau aku buat. Demikian juga Tuhan punya rencana, Tuhan punya rencana bagi kita, masa depan yang penuh pengharapan! Amin!

Ingat baik, rencana-rencana, rancangan-rancangan Tuhan, bukan rancangan kecelakaan tapi rancangan damai sejahtera, dan masa depan yang penuh pengharapan!

Berapa hari Yesus puasa? 40 hari 40 malam. Kemudian datanglah Iblis.

Waspada dengan hawa nafsu

Pertama, mau disuruh ubah batu jadi roti. Ini bicara hawa nafsu.

Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti." Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."

Ada hawa nafsu seksual, makanan, balas dendam, macam-macam, tapi kita harus keluar lebih dari pemenang.

Waspada dengan kekuasaan

Kedua Iblis kembali mencobai Yesus. Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, lalu berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu." Yesus berkata kepadanya: "Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!"

Bicara mengenai kuasa. Bukan sekedar di kantor, di tempat-tempat lain. Tapi di dalam rumah tangga sendiri. Jangan sampai terbalik wanita ditukar menjadi kepala rumah tangga. Karena sebagai kepala rumah tangga suami. Di atas suami ada Tuhan. Amin! Jadi tidak boleh dibalik. Kalau dibalik akan memutarbalikkan Firman Tuhan.

Waspada dengan harta

Ketiga, Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, dan berkata kepada-Nya: "Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku." Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!"

Ini berbicara mengenai harta.

Saudara, setiap kali dicobai Iblis, Yesus lawan dengan kebenaran Firman Tuhan. Setiap kali ada dalam pencobaan, lawan dengan Firman Tuhan, Saudara pasti keluar sebagai pemenang dalam nama Tuhan Yesus Kristus!

#2 Keinginan mata

Saya pernah ingatkan, 83% informasi ke dalam otak kita itu melalui mata. 11% melalui telinga. Dan sisanya melalui indera lainnya.

Tidak heran Alkitab katakan, mata itu adalah pelita tubuh. Waktu mata kita terang, teranglah seluruh tubuh. Waktu mata kita gelap, gelaplah seluruh tubuh kita.

Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; (Matius 6:22)

Hati-hati dengan mata. Hati-hati jangan mata duitan, mata keranjang.

Waktu Raja Aram berperang dengan orang-orang Israel, Elisa tampil. Bujangnya disuruh lihat, apa yang terjadi. Bujangnya lapor pada Elisa, saya lihat kereta-kereta dan tentara-tentara musuh begitu besar! Tapi Elisa bilang, nanti Tuhan pasti tolong! Lalu Elisa berdoa agar Tuhan bukakan mata dari bujangnya.

Lalu berdoalah Elisa: "Ya TUHAN: Bukalah kiranya matanya, supaya ia melihat." Maka TUHAN membuka mata bujang itu, sehingga ia melihat. Tampaklah gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi sekeliling Elisa. (2 Raja-Raja 6:17)

Waktu matanya belum dibukakan, bujang itu lihat musuh begitu banyak. Tapi waktu matanya dibukakan, dia lihat tentara Allah siap berperang membela Elisa!

Mari pagi ini minta kepada Tuhan agar dibukakan mata hati kita, iman kita. Mungkin di masa yang lampau begitu banyak masalah, menakutkan luar biasa, tapi pagi ini kita berdoa, dan Tuhan pasti akan bukakan, Tuhan ganti berperang bagi kita. Yang sakit disembuhkan, dalam masalah apa pun Allah sanggup lakukan perkara-perkara besar! Kita perlu berdoa agar Tuhan bukakan, apa yang dulu menakutkan, tapi kita akan melihat tangan Tuhan sudah bekerja luar biasa! Amin!

#3 Keangkuhan hidup

Keangkuhan hidup itu berbicara mengenai kesombongan.

Yakobus 4:13-17, Jangan melupakan Tuhan dalam perencanaan,

Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: "Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung", sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Sebenarnya kamu harus berkata: "Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu."

Tetapi sekarang kamu memegahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah salah. Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.

Artinya apa? Setiap perjalanan Saudara, kita minta tuntunan dari Tuhan. Waktu kita merasa kuat dan mampu, kita memiliki keangkuhan hidup. Tuhan mau kita memiliki kerendahan hati.

Amin!