Pintu yang sesak (Khotbah Pdt Sutadi Rusli)

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Pintu yang sesak
Sutadi Rusli-20130113-0651-3x4.jpg

Pdt Sutadi Rusli

Ringkasan Khotbah
KebaktianIbadah Raya
TanggalMinggu, 13 Januari 2013
GerejaGBI Danau Bogor Raya
TempatGraha Amal Kasih
KotaBogor

Shalom, Saudara yang dikasihi Tuhan.

Pada waktu Ibadah Tahun Baru, saya menyampaikan pesan Tuhan mengenai Yusuf. Ketika berumur 17 tahun, Yusuf mendapatkan janji Tuhan dan selama 13 tahun dia harus menunggu janji Tuhan digenapi. Luar biasa, Yusuf tetap memegang janji Tuhan. Kalau Saudara mau mendapatkan berkat yang seutuhnya, pegang janji Tuhan yang seutuhnya! Janji Tuhan itu ya dan amin, teruji dan pasti digenapi dalam hidup kita waktu kita mau pegang teguh janji Tuhan.

Selama 13 tahun menunggu janji Tuhan digenapi, selama itu juga dia menghadapi hal yang tidak enak. Sejak mendapatkan visi Tuhan, ternyata apa yang terjadi selama 13 tahun itu jauh sekali dari apa yang menjadi janji Tuhan. Mungkin hari-hari ini Tuhan berjanji pada Saudara, dan kita melihat sepertinya janji Tuhan itu sepertinya bertolak belakang dengan apa yang kita alami. Tapi apa yang dilakukan Yusuf? Dia tetap teguh dan tetap menjaga hatinya.

Siapa mau diberkati Tuhan? Kita semua mau diberkati Tuhan. Amin. Tahun 2013, berkat Tuhan seutuhnya akan diberikan. Tapi jaga hati kita, karena dari situlah terpancar kehidupan! Kalau tidak jaga hati, maka segala sesuatu aspek kehidupan kita tidak akan pernah berhasil. Tapi kalau kita jaga hati, kita pasti berhasil di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Saudara yang dikasihi Tuhan, pesan Tuhan hari ini, untuk sepanjang Januari 2013, diambil dari Matius 7:13-15. Ayat sebelumnya, Matius 7:12 adalah the Golden Rule.

Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya." (Matius 7:13-15)

Saudara yang dikasihi Tuhan, seringkali kita lihat lukisan-lukisan, di mana ada 2 gambar bersisian, yang satu menggambarkan neraka yang menakutkan, dan satu lagi, gambar yang begitu menyejukkan berbicara mengenai sorga. Gambar yang menuju neraka itu digambarkan jalannya begitu luas seperti tol, dan begitu banyak orang berjalan di jalan itu menuju pintu neraka. Sementara, pintu Sorga digambarkan jalan yang sempit oleh para pelukis dan hanya sedikit orang yang ada di depan pintu gerbang Sorga. Mereka menerjemahkan ke lukisan-lukisan ini dari ayat-ayat yang barusan kita baca.

Itu adalah satu gambaran bahwa untuk masuk ke neraka itu begitu mudah, tapi masuk ke Kerajaan Sorga itu tidak mudah. Jangan salah tangkap, kita mau belajar sesuatu dari ayat-ayat ini. Pintu yang menuju kebenaran, kehidupan yang kekal, itu adalah pintu yang sempit, pintu yang sesak.

#1 Kesukaran

Pintu rumah biasanya kira-kira selebar 80-90 cm. Kalau cuma 40-50 cm, tentu susah untuk keluar masuk. Pintu yang sempit itu bicara mengenai sukar, atau kesukaran.

Ada seorang anak muda yang kaya yang datang dan disuruh Yesus untuk menjual semua hartanya, lalu pergi mengikuti Yesus. Anak muda itu tanpa basa-basi lagi langsung mengeloyor, pergi tanpa pamit! Lalu Yesus katakan, alangkah sukarnya seorang kaya masuk ke Kerajaan Sorga, lebih mudah seekor unta untuk masuk lobang jarum!

Beberapa bulan lalu saya menerangkan mengenai unta dan lobang jarum ini. Bagaimana caranya agar unta bisa masuk melalui pintu lobang jarum? Pertama, unta itu harus masuk dengan menanggalkan beban yang ada. Kedua, unta adalah binatang yang jinak, sehingga penarik unta dengan mudah bisa menarik unta itu masuk melalui pintu lobang jarum.

Ini berbicara bahwa waktu kita melepaskan beban-ikatan kita dan kita mau menurut ditarik oleh Tuhan Yesus Kristus, maka Tuhan pun akan mudah menarik kita masuk ke pintu Kerajaan Sorga! Amin! Kalau boleh jujur, ada banyak persoalan itu kita alami karena kebodohan kita sendiri, karena kesalahan kita sendiri sehingga hidup kita jadi susah, jadi sukar, pelayanan kita jadi sukar, rumah tangga jadi sukar. Sebenarnya sederhana, semua itu karena kesalahan kita sendiri, kita tidak mau menurut sama Tuhan. Waktu Tuhan sudah pimpin Saudara, waktu kita mau ikut kata Tuhan, maka perjalanan Saudara pasti berhasil dan beruntung. Kita suka mau semaunya sendiri, tidak mau mendengarkan nasihat Tuhan. Saudara, berapa banyak rumah tangga-rumah tangga yang semaunya sendiri, tidak mau mendengarkan apa yang Tuhan kehendaki?

Oleh karena itu Aku akan menghukum kamu masing-masing menurut tindakannya, hai kaum Israel, demikianlah firman Tuhan Allah. Bertobatlah dan berpalinglah dari segala durhakamu, supaya itu jangan bagimu menjadi batu sandungan, yang menjatuhkan kamu ke dalam kesalahan. (Yehezkiel 18:30)

Jangan pernah berkata, "Tuhan yang taruh batu sandungan sehingga perjalanan hidup saya jatuh!" Tuhan tidak pernah menaruh batu sandungan di hadapan Saudara! Yakobus 1:13 katakan, pencobaan-pencobaan itu bukan dari Tuhan. Tuhan tidak kasih batu sandungan agar kita jatuh. Dia mau setiap kita mengalami keberhasilan, mengalami berkat Tuhan. Itu kehendak Tuhan dalam hidup kita! Dia mau kita hidup yang sehat, tapi karena kesalahan kita sendiri sehingga kita mengalami sakit.

Batu sandungan dalam bahasa Yunani, "skandalon", adalah akar kata dari bahasa Indonesia, "skandal".

Tuhan tidak mau hidup kita ada batu sandungan. Kita jatuh biasanya bukan karena batu sandungan yang besar, tapi batu sandungan yang kecil! Walau kecil, tapi batu itu bisa menjatuhkan kita. Karena itu, peka akan Roh Kudus, berjaga-jaga dan berdoa, supaya kita waspada, dan perjalanan kita berhasil dan beruntung.

Firman Tuhan katakan, "Bertobatlah dan berpalinglah dari segala durhakamu, supaya itu jangan bagimu menjadi batu sandungan, yang menjatuhkan kamu ke dalam kesalahan." (Yehezkiel 18:30b)

Berbuat dosa artinya membelakangi hadirat Tuhan. Waktu bertobat, sadar akan kesalahan, kita berbalik ke arah hadirat Tuhan. Tapi itu belum selesai, Saudara harus melangkah, berjalan menghampiri hadirat Tuhan!

Seperti anak bungsu yang hilang, setelah habis hartanya, dia sadar salah, dia bertobat, dan bukan cuma itu, dia datang kembali dan menghampiri Bapanya, dan minta ampun pada Bapanya. Saudara tidak bisa hanya berkata "Saya bertobat, " lalu hanya diam di tempat. Saudara harus melangkah melakukan kebenaran. Waktu kita lakukan itu, perjalanan kita pasti diberkati. Amin.

#2 Pintu yang eksklusif

Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput. (Yohanes 10:9)

Ada 7 kata Aku dalam Injil Yohanes. Dan perkataan "Akulah pintu" ini, adalah urutan ketiga.

Hal kedua berbicara sesuatu yang eksklusif. Pintu untuk masuk ke Kerajaan Sorga itu eksklusif, hanyalah melalui Tuhan Yesus. Saudara, Tuhan sudah membukakan pintu penuaian, mujizat, dan berkat bagi kita. Sekarang kita sedang memasuki pintu yang baru dan satu tahun di mana tahun ini adalah tahun yang penuh berkat dan mujizat Tuhan yang berlimpah. Baca sekali lagi ayat Firman Tuhan dalam Yohanes 10:9. Kita perlu merenung sebentar, apakah kita ini sudah memiliki hati yang eksklusif, yaitu menjadi orang yang pasti masuk Sorga?

Saya membaca sebuah kesaksian dari seorang hamba Tuhan yang memberikan pesan Tuhan untuk disampaikan kepada jemaat, "Ada banyak umat-Ku pergi ke Gereja, beribadah ke Gereja, tapi sebetulnya hidupnya jauh daripada perkenanan-Ku." Ini terus terngiang-ngiang bagi saya, mengingatkan buat kita bahwa Tuhan melihat banyak orang Kristen yang belum menjadi orang percaya yang sungguh-sungguh.

Lalu saya dapatkan sebuah ayat yang mengingatkan dalam hidup saya, dari Yohanes 3:4, Kata Nikodemus kepada-Nya: "Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?" Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.

Saudara yang dikasihi Tuhan, ada 2 hal penting dari ayat ini, yaitu air dan Roh. Semua sudah dibaptis selam? Amin.

Ada satu cerita, seorang ibu penjual kue di Gereja Yoido, gereja terbesar di Korea Selatan. Ibu ini begitu rajin berjualan kue. Satu kali, Pdt David Yonggi Cho berkhotbah, "Saya tidak akan membaptis orang kalau orang itu tidak membayar persepuluhan." Saudara, ini benar-benar perkataan Pdt David Yonggi Cho! Waduh, geger para hamba-hamba Tuhan di sana mendengar pernyataan itu. Lalu para pendeta di sana bertanya, kenapa mengatakan seperti itu? Pdt Yonggi Cho menjawab, "Buat apa saya baptis orang kalau saya hanya memenuhi Sorga dengan perampok?" Saudara harus tahu ini berasal dari Maleakhi 3:10. Waktu mendengar khotbah ini, Ibu penjual kue itu bertobat dan mulai melakukan. Sampai hari ini, Ibu ini memiliki kantin di tiga Gereja Yoido yang besar sekali. Gereja ini sekali ibadah 70.000 jemaat! Sehingga dia diberkati secara luar biasa dan sekarang dia tidak lagi menjajakan kue dengan baskom, sekarang dia tinggal duduk diam saja menerima uang di meja kasir!

Nanti mulai tanggal 19 Januari 2013 kita kembali ada dalam 12 Weeks of Wholeness. Kita sudah memulai dengan 3 Weeks of Repentance, dan kita akan kawal Tahun Berkat Tuhan yang seutuhnya ini dengan 12 Weeks of Wholeness.

Peter Wagner berkata, tahun-tahun ini adalah tahun di mana kekayaan orang fasik akan diberikan kepada Gereja Tuhan.

Lakukan Firman Tuhan, Saudara pasti diberkati Tuhan. Amin!

#3 Kesempatan masih ada

Rupanya pintu itu punya waktu buka dan kapan waktu tutup, seperti dalam kisah 5 gadis yang bijaksana dan yang bodoh. Ada seorang hamba Tuhan pada tanggal 15 November yang lalu mendapatkan mimpi, jam sudah menunjukkan tepat pukul 12 malam, tapi dimundurkan 1 menit oleh Tuhan menjadi 23.59. Ini berbicara bahwa Tuhan masih beri kesempatan bagi Saudara dan saya.

Ada yang menghitung-hitung, satu menitnya Tuhan itu sekian ratus harinya manusia, berarti kalau dimundurkan 1 menit artinya Tuhan akan datang pada bulan sekian-sekian. Sama seperti orang berkata tanggal 21 Desember 2012, akan terjadi kiamat, bahkan sampai ada yang naik ke bukit pakai pakaian serba putih, ternyata Tuhan tidak juga datang. Kita tidak perlu menghitung-hitung dan melakukan itu semuanya! Kesempatan masih diberikan oleh Tuhan. Kesempatan masih ada, untuk itu pergunakan dengan baik setiap kesempatan yang ada. Kita mau menjadi orang yang sungguh-sungguh di dalam nama Tuhan, supaya kita mendapatkan berkat Tuhan yang seutuhnya. Amin.