Percaya saja kepada Tuhan Yesus (Khotbah Pdt Dr Ir Niko Njotorahardjo)

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Percaya saja kepada Tuhan Yesus
Niko Njotorahardjo.jpg

Pdt Dr Ir Niko Njotorahardjo

Ringkasan Khotbah
KebaktianIbadah Raya
TanggalMinggu, 5 April 2009
GerejaGBI Jalan Gatot Subroto
TempatJCC Senayan
KotaJakarta

Berserulah kepada Tuhan

Yeremia 33:1-3, Datanglah firman TUHAN untuk kedua kalinya kepada Yeremia, ketika ia masih terkurung di pelataran penjagaan itu, bunyinya: "Beginilah firman TUHAN, yang telah menjadikan bumi dengan membentuknya dan menegakkannya--TUHAN ialah nama-Nya--: Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui."

Saudara, Firman Tuhan ini datang kepada Yeremia ketika ia masih terkurung di pelataran penjagaan. Saya percaya ketika itu ia dalam keadaan terkurung, menderita, dianiaya, tetapi Tuhan berkata kepadanya: "Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui." (Yeremia 33:3). Ayat ini tidak hanya untuk Yeremia saja pada waktu itu, tetapi juga buat kita semua. Tuhan Yesus berkata kepada kita: "Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui." (Yeremia 33:3).

Pada waktu itu Yeremia dalam keadaan terkurung, mungkin ada di antara kita yang hari-hari ini juga, dalam keadaan terkurung dengan sakit-penyakit/masalah hutang/masalah keluarga/bisnis yang kurang baik, tetapi Tuhan berkata kepada kita semua: "Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui." (Yeremia 33:3). Mari berseru kepada Tuhan, maka Tuhan akan menjawab Saudara dan memberitahukan kepada Saudara hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami (tidak masuk akal, sulit untuk dipikirkan dengan akal yang sehat), yakni hal-hal yang tidak kauketahui. Hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yaitu yang tidak masuk akal dan sulit dipikirkan dengan akal yang sehat, yakni hal-hal yang tidak kauketahui.

Tetapi masalahnya, Saudara percaya atau tidak. Sejak akhir tahun 2008 Tuhan selalu berjanji: "Tahun 2009 adalah Tahun Mujizat dan Kesembuhan yang Kreatif". Percayakah Saudara akan hal ini?

Kadang-kadang inilah yang menjadi kendala di dalam hidup ini, sebenarnya Tuhan sudah menjawab, tetapi Saudara yang menerima justru berkata: "Mana mungkin? Satu tambah satu harus dua dong, masak satu tambah satu sama dengan empat. Ini tidak masuk akal, tidak mungkinlah ditinjau dari sudut manapun."

Tetapi Tuhan justru menjawab dengan cara seperti itu. Saya percaya Tuhan berkata kepada kita: "Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui." Kuncinya adalah hanya percaya.

Percaya saja

Saya ingat kisah Bartimeus, yang mana kisah ini selalu saya ceritakan setiap kali saya disuruh Tuhan pergi ke daerah-daerah untuk mengadakan KKR Healing Movement. Bartimeus adalah seorang pengemis dari kota Yerikho yang buta sejak lahir dan tidak punya pengharapan, dia dalam keadaan terpuruk oleh karena matanya yang buta. Suatu hari dia mendengar suara ramai-ramai, dia bertanya kepada orang di sebelahnya dan ternyata Tuhan Yesus yang lewat di situ. Dia berpikir: "Tuhan Yesus yang menyembuhkan orang sakit, peduli kepada orang-orang yang miskin dan sengsara." Dia langsung berseru: "Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!" (Markus 10:47). Orang di sekitarnya merasa terganggu dan menegornya supaya diam. Tetapi semakin dilarang dia semakin keras berseru: "Anak Daud, kasihanilah aku!" (Markus 10:48). Apa yang kemudian terjadi? Seruan yang seperti itu membuat Tuhan Yesus bisa berhenti. Kemudian Tuhan Yesus memandang siapa yang berseru-seru kepada-Nya dan Dia berkata: "Panggillah dia!" (Markus 10:49). Orang-orang di sekitar Bartimeus yang tadinya memarahinya sekarang menolongnya, mereka menepuk pundaknya dan berkata: "Kuatkan hatimu, berdirilah, Ia memanggil engkau." (Markus 10:49). Kemudian Bartimeus mulai berdiri, yang pertama dia lakukan adalah membuka jubahnya yang lama, kehidupan yang lama dia tanggalkan, dia datang kepada Tuhan Yesus dengan tertatih-tatih. Dia harus melawan keadaannya yang terpuruk, dia maju terus sampai dekat dengan Tuhan Yesus. Tuhan Yesus bertanya kepadanya: "Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?" (Markus 10:51). Dia langsung menjawab: "Rabuni, supaya aku dapat melihat!" (Markus 10:51). Tuhan Yesus berkata kepadanya: "imanmu telah menyelamatkan engkau!" (Markus 10:52), dan seketika itu juga celiklah mata orang itu.

Seperti Bartimeus yang buta sejak lahir disembuhkan Tuhan, saya sudah melihat sendiri dalam pelayanan akhir-akhir ini: orang yang bisu tuli sejak lahir disembuhkan Tuhan, yang secara ilmu kedokteran tidak memungkinkan tetapi dia percaya bahwa tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Segala penghalang ditanggalkan/ditinggalkannya yaitu jubah yang lama/kehidupan yang lama. Mungkin ada di antara Saudara yang seperti itu hari-hari ini, secara fisik sedang sakit dan secara kedokteran sudah tidak mungkin disembuhkan, mungkin tekanan-tekanan yang begitu berat yang sedang menghimpit Saudara, mungkin masalah hubungan antara suami isteri, orang tua dan anak yang sepertinya sudah tidak mungkin dipersatukan lagi, mungkin bisnis yang sudah hancur atau sebagai karyawan yang terkena PHK yang sepertinya sudah tidak ada jalan keluar, Saudara perlu menanggalkan jubah yang lama, yaitu: kebiasaan buruk yang lama, hal-hal yang tidak menyenangkan Tuhan, tanggalkan semuanya itu. Datanglah kepada Tuhan hari-hari ini dan katakan: "Aku percaya, aku berseru-seru kepada-Mu." Dan Tuhan berkata: "Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui." (Yeremia 33:3). Kuncinya adalah Saudara percaya saja.

Resesi ekonomi/keuangan dunia hari-hari ini semakin parah, saya tidak tahu keputusan G-20 yang baru berkumpul tanggal 2 s/d 4 April 2009 yang lalu di London, tetapi yang jelas itu sedang melanda dunia hari-hari ini. Hari pencobaan sedang turun ke atas dunia dan mereka yang diam di bumi. Tetapi saya ingat pesan Tuhan kepada kita, Wahyu 3:10: "Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Aku pun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi."

Hidup intim dengan Tuhan membuat kita taat kepada perintah-Nya

Saya diingatkan peristiwa ketika Tuhan Yesus sudah bangkit dari kematian. Hari-hari ini kita memasuki minggu-minggu sengsara, nanti pada hari Jumat Agung tanggal 10 April jam 10.00 kita akan beribadah di Sentul City Convention Center . Kita mulai mengenang kembali penderitaan Tuhan Yesus untuk Saudara dan saya. Tuhan Yesus mati buat kita semua.

Pada waktu itu murid-murid-Nya tidak tahu kalau Tuhan Yesus sudah bangkit, mereka hanya tahu bahwa Tuhan Yesus mati. Pada murid dalam keadaan frustrasi/stress berat, ada 7 murid yang berkumpul diantaranya ada Petrus dan Yohanes. Mereka tahu bahwa guru/Tuhan yang mereka damba-dambakan selama ini akhirnya mati meninggalkan mereka.

Lalu Petrus mulai berkata: "Aku pergi menangkap ikan." (Yohanes 21:3), dan 7 murid yang lain mengikutinya. Semalam-malaman mereka mencari ikan di Danau Galilea, tetapi tidak seekorpun mereka dapatkan. Fajar mulai menyingsing, orang yang mencari ikan harus pulang karena tidak ada ikan pada pagi hari. Di tengah-tengah keadaan putus asa seperti itu, tiba-tiba terdengar suara: "Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?" (Yohanes 21:5). Mereka berpikir: "Siapa orang yang bertanya-tanya ini? Tidak mendapat apa-apa masih ditanya-tanya lagi!" Mereka menjawab dengan kurang enak: "Tidak ada." (Yohanes 21:5). Maka Tuhan Yesus berkata: "Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh." (Yohanes 21:6). Tetapi murid-murid itu berpikir: "Ini sudah pagi hari, disuruh melempar di sebelah kanan perahu. Apa bedanya disuruh melempar di sebelah kanan/kiri/muka/belakang?" Memang jaraknya sudah dekat sekali dengan pantai, hanya 200 hasta dari pantai (1 hasta = 45 cm, jadi kira-kira 90 meter), jadi sudah dangkal sekali bukan tempatnya ikan, tetapi mereka langsung taat. Di dalam Alkitab dikatakan bahwa mereka tidak tahu bahwa orang itu adalah Tuhan Yesus, tetapi mereka taat saja. Mereka melemparkan jala di sebelah kanan perahu, kemudian apa yang terjadi? 153 ekor ikan yang besar-besar mereka dapatkan.

Saudara akan banyak menghadapi yang seperti ini, orang yang dalam keadaan tertekan kadang-kadang sulit untuk membedakan "Suara siapa ini?". Sama seperti keadaan murid-murid pada waktu itu, karena setahu mereka Tuhan Yesus sudah mati. Mereka tidak tahu kalau orang itu adalah Tuhan Yesus, tetapi mereka bisa taat, walaupun sepertinya sudah tidak mungkin: mencari ikan di pagi hari, disuruh melemparkan jala di sebelah kanan perahu, perahunya juga sudah dekat dengan pantai jadi bukan tempatnya ikan.

Memang Tuhan Yesus selalu membawa kita ke arah seperti itu, kalau logis kita pasti bisa melakukannya. Biasanya kalau Tuhan memberikan perintah untuk memberikan berkat-berkat-Nya kepada kita, maka Dia akan menuntun kita dengan cara yang tidak logis. Mengapa? Karena Tuhan hanya meminta kita supaya percaya, bukan karena melihat kenyataan dulu, tetapi hanya percaya. Iman dan percaya, ini yang penting di hadapan Tuhan.

Mungkin Saudara juga bertanya-tanya: "Murid-murid itu kan tidak tahu kalau mereka melihat Tuhan Yesus, tetapi mereka bisa percaya?" Kuncinya adalah karena sebelum itu mereka hidup intim dengan Tuhan Yesus. Ketika 153 ekor ikan mereka dapatkan, tiba-tiba orang yang paling dikasihi Tuhan Yesus, yaitu Yohanes yang tahu bahwa itu Tuhan Yesus. Yohanes suka bersandar di dada Tuhan Yesus, dia tahu detak jantung Tuhan Yesus. Tuhan Yesus memberikan suatu pewahyuan kepadanya yaitu Kitab Wahyu, suatu rahasia Tuhan yang luar biasa diberikan kepadanya.

Mengapa murid-murid percaya padahal sesuatu yang tidak mungkin dan mereka tidak tahu bahwa itu adalah Tuhan? Kuncinya adalah karena mereka hidup intim dengan Tuhan Yesus. Jadi kalau kita hidup intim dengan Tuhan, walaupun mungkin kita sedang di dalam keadaan tertekan dan tidak tahu harus bertindak bagaimana, tiba-tiba Tuhan akan menuntun kita, dan kita dengan sejahtera melakukannya.

Pengalaman di dalam hidup saya: kita dituntun, tetapi kita tidak tahu pasti kemana Tuhan membawa kita. Bersama dengan Tuhan saya ikuti saja. Dan satu hal yang saya percaya bahwa Dia tidak mungkin membawa saya ke "jurang". Mungkin ada di antara kita yang hari-hari ini sedang mengalami masalah di dalam bisnis, Saudara sudah dituntun Tuhan, tetapi Saudara masih ragu-ragu. Tetapi kalau Saudara hidup intim dengan Tuhan, Saudara jalan saja, jangan takut salah. Kalau sampai salah, maka Tuhan yang akan meluruskan Saudara. Tidak mungkin Tuhan membawa kita ke "jurang", itu yang saya alami. Kadang-kadang saya diberi visi oleh Tuhan, tetapi saya tidak tahu, saya hanya tahu garis besarnya saja, tetapi bagaimana melakukannya saya juga tidak tahu, saya hanya berjalan saja, dan hasilnya sekarang adalah umur gereja ini sampai 21 tahun. Tuhan juga menuntun saya ke mana-mana, bahkan sampai ke bangsa-bangsa. Saya tahu bahwa saya hidup intim dengan Tuhan, dan Tuhan tidak akan membuat saya menjadi terlantar. Memang kadang-kadang ada kerikil-kerikil itu, supaya saya lebih percaya sebagai proses buat saya, tidak apa-apa, kita jalan saja. Mungkin hari-hari ini Saudara kebingungan seperti murid-murid, tetapi dengarkan saja suara Tuhan, jalan saja, maka Saudara akan melihat mujizat dan kesembuhan yang kreatif terjadi di dalam hidup Saudara.

Mengapa kita bisa percaya? Karena kita hidup intim dengan Tuhan. Saya percaya inilah kuncinya untuk memasuki tahun 2009. Hari-hari ini banyak orang yang bertanya: "Apa tuntunan Tuhan?" Tuhan berkata kepada saya: "Aku sekarang akan memberikan tuntunan bagi orang yang hidupnya intim dengan Aku." Kalau Saudara hidup intim dengan Tuhan, maka Tuhan akan menuntun/memberitahu kepada Saudara hal-hal yang tidak terpahami dan tidak masuk akal, tetapi yang Tuhan mau kita hanya percaya. Dan hal seperti ini yang bisa hanya orang yang hidupnya intim dengan Tuhan. Kalau Saudara hanya mendengar tentang tuntunan Tuhan: "Tahun 2009 adalah Tahun Mujizat dan Kesembuhan yang Kreatif", maka Saudara tidak akan percaya. Tetapi kalau Saudara hidup intim dengan Tuhan, maka Saudara akan berkata "amin".

Iman bertumbuh dalam penganiayaan dan dalam pembacaan Kitab Suci

Hari-hari ini Tuhan meminta supaya iman dan percaya kita makin bertambah kepada-Nya, supaya mujizat dan kesembuhan yang kreatif terjadi di dalam hidup Saudara. Saudara mau supaya iman Saudara bertumbuh? Kita buka dari 2 Timotius 3:10-17, judul perikopnya "Iman bertumbuh dalam penganiayaan dan dalam pembacaan Kitab Suci".

"Tetapi engkau telah mengikuti ajaranku, cara hidupku, pendirianku, imanku, kesabaranku, kasihku dan ketekunanku. Engkau telah ikut menderita penganiayaan dan sengsara seperti yang telah kuderita di Antiokhia dan di Ikonium dan di Listra. Semua penganiayaan itu kuderita dan Tuhan telah melepaskan aku dari padanya. Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya, sedangkan orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan. Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu. Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus. Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik."

Selama beberapa bulan ini kita selalu berkata tentang: iman, percaya, dan pembacaan Kitab Suci. Artinya kita hidup intim dengan Tuhan, kita membaca dan mengikuti Firman Tuhan. Tetapi ternyata di sini ada 2, yaitu iman bertumbuh dalam penganiayaan dan dalam pembacaan Kitab Suci.

Hari-hari ini Tuhan menyuruh saya untuk merenungkan/membahas tentang iman bertumbuh dalam penganiayaan. Dan saya tahu bahwa waktunya pas, sebab minggu ini kita akan memasuki minggu sengsara. Kalau kita lihat Tuhan Yesus, Dia mengalami aniaya yang luar biasa, sebelum Dia mati untuk Saudara dan saya. Semua yang Dia lakukan adalah untuk Saudara dan saya. Saya percaya Dia yang sudah menanggung semuanya itu, tetapi bukan berarti kita tidak mengalami aniaya. Pada waktu mengalami aniaya kita dikuatkan, oleh karena Dia sudah menanggung semuanya itu.

Hari-hari ini banyak orang yang bertanya-tanya begini: "Saya sudah sungguh-sungguh dengan Tuhan tetapi mengapa saya masih mengalami aniaya?" Yang saya maksudkan aniaya adalah segala sesuatu yang membuat kita tidak nyaman/menderita, termasuk sakit penyakit dan sebagainya. Ada yang berpendapat bahwa orang yang mengalami aniaya pasti dosanya sangat besar. Memang ada yang disebabkan karena hal seperti itu, tetapi ada juga yang bukan.

Siapa yang menulis "Iman bertumbuh dalam penganiayaan dan dalam pembacaan Kitab Suci"? Rasul Paulus, dia adalah Rasul yang luar biasa tetapi dia mengalami aniaya yang luar biasa juga. Yang dialami Rasul Paulus:

  1. Pernah di penjara.
  2. Pernah dihadang penyamun.
  3. Didera atau dipukuli karena Nama Yesus.
  4. Mengalami karam kapal.
  5. Dalam bahaya maut.
  6. Pernah menderita sakit.

Ada seorang yang menulis bahwa tentang "duri di dalam daging" itu mati-matian ia mengatakan bahwa itu bukan penyakit. Saya hanya bertanya: "Memang kalau dia sakit kenapa?" Yang penting adalah Tuhan yang menyembuhkan. Hal itu yang kadang-kadang membuat hamba-hamba Tuhan/Rasul dikira manusia super/"superman", sebenarnya kita ini sama. Kalau Saudara melihat pengalaman Rasul Paulus, mungkin kita tidak seperti dia, kita masih lebih enak, tetapi dia mengalami hal-hal yang seperti itu.

Tetapi dengan pengalaman Rasul Paulus yang seperti itu, dia berkata: "Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa." (2 Korintus 4:8-9). "Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? [Tidak]" (Roma 8:35). Mengapa? Sebab Rasul Paulus tahu, bahwa segala aniaya yang dia alami, justru membuat iman/percayanya bertumbuh, dia akan makin intim dengan Tuhan, dia akan mengasihi Tuhan terlebih lagi.

Mujizat dan kesembuhan yang kreatif

Saya mau memberitahu Saudara bahwa tanda-tanda kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya ke dunia ini semakin jelas. Tadi pagi saya berbicara dengan istri saya, istri saya berkata: "Kalau Tuhan Yesus datang kedua kalinya di dunia ini, maka untuk apa kalau kita hanya memikirkan hal-hal yang ada di dunia ini dan kita menjadikannya nomor satu?" Saya berbicara kepada istri saya: "Kamu tahu sekarang, apa yang paling penting di dalam hati saya adalah hubungan saya dengan Tuhan, sedangkan yang lain-lain tidak terlalu penting. Nomor satu adalah bagaimana menyenangkan hati Tuhan. Saya tidak terlalu mementingkan yang materi, tetapi nomor satu adalah Tuhan." Dan memang benar Tuhan Yesus akan segera datang untuk yang kedua kalinya, kita adalah mempelai wanita-Nya, Dia adalah Mempelai Pria.

Hal seperti itu juga yang dimiliki oleh Rasul Paulus, dan kita tahu bahwa Tuhan pasti akan membawa supaya kita lebih intim, dengan cara bagaimana supaya iman kita bertumbuh. Rasul Paulus mempunyai pengalaman bahwa iman bertumbuh dalam penganiayaan dan dalam pembacaan Kitab Suci. Kita tidak cukup hanya membaca Kitab Suci saja setiap hari dalam Saat Teduh. Sekarang sudah terjawab: "Mengapa ketika saya semakin sungguh-sungguh dengan Tuhan, aniaya itu semakin datang, terkadang penyakit, dan bermacam-macam aniaya lainnya?" Dan Rasul Pauluspun juga mengalami hal yang seperti itu.

Saudara pernah mendengar seorang hamba Tuhan dari Korea yang terkenal bernama Yonggi Cho, sekarang dia sudah berumur lebih dari 70 tahun. Pada waktu SPGI di Surabaya dia disuruh KKR malam hari mendoakan healing, dan dia bersaksi tentang kehidupannya yaitu sakit yang dia alami. Ternyata dia mengalami sakit yang cukup berat yaitu kencing darah, sudah berobat ke dokter tetapi dokter tidak bisa mengobatinya. Dia terlalu sering kencing darah, sehingga di dekat mimbar khotbah dibuatkan toilet. Tetapi kemudian apa yang terjadi? Tuhan menyembuhkannya dengan cara yang ajaib.

Sekarang saya mau bersaksi tentang diri saya. Sudah lebih dari 15 tahun saya selalu menjaga kesehatan saya, saya sering chek-up, 3-5 bulan sekali pasti tes darah, tekanan darah diatur baik, saya olah raga setiap hari dengan teratur. Tetapi selama ini yang menjadi kelemahan saya adalah "gemuk", sekarang tidak gemuk lagi. Saya juga melakukan general check-up, periksa jantung dan sebagainya, semuanya baik-baik saja. Kemudian sampailah pada waktu saya dipakai Tuhan dalam healing, ada orang yang bertanya kepada saya: "Bapak jantungnya mau dicek lagi tidak?" Memang sudah 4 tahun saya tidak periksa/cek jantung, biasanya setiap 3 tahun sekali saya periksa jantung, berarti saya sudah kelebihan setahun, pada waktu itu awal tahun 2008. Pada waktu diperiksa, saya terkejut karena dokter berkata: "Ada penyempitan di kanan dan kiri pembuluh darah jantung." Sebelum melakukan pemeriksaan, saya disuruh Tuhan untuk meng-create semua organ tubuh yang saya ingat: "Jantung, paru-paru normal, sembuh dalam nama Yesus." Saya bertanya kepada Tuhan: "Tuhan, mengapa di tengah-tengah gelombang kesembuhan, saya dikejutkan dengan hal seperti ini?" Tuhan menjawab saya: "Tahun 2008 adalah Tahun Mujizat dan Kesembuhan (pada waktu itu tidak ada kata kreatifnya). Kamu mau mengalami mujizat dan kesembuhan tidak? Tetapi mesti ada masalahnya dulu, kalau baik-baik saja bagaimana akan mengalami mujizat? Kapan akan mengalami kesembuhan kalau semuanya baik? Jadi harus ada masalah dulu."

Pada waktu itu saya dicek dengan alat yang paling canggih, namanya DS-CT Scan Cardiac, dokter berkata: "Untuk kasus yang seperti pak Niko ini tidak perlu di-ring/di-blow." Saya bersukacita karena kasus seperti ini sudah dicoba pada ribuan orang yang di-tes selama 5 tahun. Tetapi saya harus tetap menjaga kolesterol saya, tekanan darah, darah diencerkan, semuanya itu sudah saya lakukan dan tidak ada masalah. Ini adalah mujizat pertama yang saya alami, Puji Tuhan, terima kasih Tuhan. Itu tahun 2008. Sementara itu saya terus disuruh Tuhan untuk meng-create, saya katakan: "Pembuluh darah jantung terbuka dalam nama Yesus, normal dalam nama Yesus." Itu yang saya katakan terus setiap hari, Tuhan yang menyuruh saya seperti itu.

Tiba-tiba seorang dokter yang tidak saya kenal datang ke rumah saya, dia berkata: "Bapak harus kurus." Puji Tuhan saya kurus sekarang. Saya pernah mengikuti Seminar dari seorang dokter ahli jantung, dia berkata: "Orang yang gemuk di perutnya (ada orang yang gemuk di perut, pinggang, pantat) maka resiko untuk penyempitan lebih besar." Pada waktu saya terus meng-create, selama beberapa bulan mulai proses dikuruskan tiba-tiba ada sesuatu yang aneh, tekanan darah yang sudah saya selalu jaga tiba-tiba turun (bukan berarti tekanan darah rendah). Saya heran, memang biasanya orang yang ada penyempitan, tekanan darahnya cenderung tinggi, tetapi tiba-tiba tekanan darah saya turun. Saya berkata supaya obatnya dikurangi setengah, tetapi tekanan darah saya tetap rendah. Saya berpikir: "Ini ada apa ya? Apakah yang menyumbat pembuluh darah jantung saya sudah terbuka?" Saya tunggu saja.

Kemudian persis 1 tahun saya datang lagi minta di-cek dengan alat tadi (DS-CT Scan Cardiac). Pada waktu itu Tuhan berkata: "Tahun 2009 adalah Tahun Mujizat dan Kesembuhan yang Kreatif." Kreatif maksudnya dari tidak ada menjadi ada. Pada waktu saya di-cek dokternya kaget dan berkata: "Pak, ini penyempitannya masih tetap, tetapi herannya sekarang ada pembuluh darah yang baru, bukan hanya satu tetapi tumbuh dua pembuluh darah yang baru."

Tadi saya diberitahu istilahnya adalah tumbuh collateral yang baru secara alami, ini yang namanya by-pass alami yang dilakukan oleh Tuhan sendiri sehingga supply darahnya cukup dalam nama Yesus.

Saya mengalami yang namanya mujizat dan kesembuhan yang kreatif. Saya selama ini katakan: "Dari tidak ada menjadi ada, dari tidak ada pembuluh darah muncul pembuluh darah baru, itu mujizat yang kreatif." Itu saya alami, kalau saya mengalami maka Saudara pasti juga mengalami.

Tahun 2009 adalah Tahun Mujizat dan Kesembuhan yang Kreatif, Tuhan menyuruh kita untuk memperkatakan itu, saya percaya Tuhan memberikan The Anointing to Create. Apa yang Tuhan katakan saya alami sendiri dengan terheran-heran. Kalau saya mengalaminya, maka Saudara pasti juga akan mengalaminya; apapun masalah Saudara.

TUHAN YESUS MEMBERKATI