Memasuki dimensi manusia rohani (Breakthrough Prayer 2011) (Khotbah Pdt David Sulardi)

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Memasuki dimensi manusia rohani (Breakthrough Prayer 2011)
David Sulardi-20101114-3x4.jpg

Pdt David Sulardi

Ringkasan Khotbah
KebaktianBreakthrough Prayer 2011
TanggalSabtu, 12 Februari 2011
GerejaGBI Danau Bogor Raya
TempatGraha Amal Kasih
KotaBogor
Memasuki dimensi manusia rohani (Breakthrough Prayer 2011)
Breakthrough Prayer (2011)
Breakthrough Prayer
PeriodeFebruari 2011
Tanggal12 Februari 2011
OlehPdt David Sulardi

Kita bersyukur pagi ini boleh berada kembali di Breakthrough Prayer, apa yang hari-hari ini terus Tuhan kerjakan, mari kita tangkap. Pak Niko katakan, gereja yang bertumbuh semakin hidup adalah gereja yang mendengar suara Tuhan.

Saudara yang ingin hidup dalam dimensi-dimensi yang lebih dalam, dengar suara Tuhan, melalui khotbah, baca Alkitab, melihat sesuatu, Tuhan dapat berbicara melalui apa pun juga, bahkan melalui kejadian-kejadian di Temanggung dan lain-lain. Siapa yang bisa menangkap ini? Manusia rohani.

Kemarin setelah selesai Ibadah Mandiri, ketika saya akan kembali ke kantor, ada sebuah pesan dalam roh saya, yang terus diulang-ulang, “manusia rohani, manusia rohani akan lebih unggul daripada manusia jiwani”. Saya mendengar itu diulang-ulang. Saya renungkan dan kembali ke kantor. Sorenya, saya berdoa dengan tim pujian penyembahan dan pagi ini pesan itu diperkuat lagi, hanya manusia rohani yang mempunyai keunggulan! Yang membedakan kita dengan orang lain adalah Tuhan menghidupkan roh kita. Tapi orang di luar Kekristenan tidak mengalami dihidupkan rohnya.

Ada manusia daging, manusia jiwani, dan manusia rohani. Kita masuk dalam dimensi manusia rohani.

Manusia jiwa mungkin melihat jumlah, tapi manusia roh melihat bobot, melihat sesuatu dibalik yang kelihatan oleh mata. Mungkin kita melihat hari ini secara jumlah yang datang tidak terlalu banyak, tapi saya merasakan bobot pengurapan hari ini lebih berat lagi. Kalau Saudara hanya menjadi manusia jiwani apalagi daging, maka Saudara hanya akan capek saja. Kalau Saudara merasa hidup capek, itu karena Saudara sedang hidup di area jiwa.

Pada awal tahun ini saya melayani seseorang yang mengalami kejenuhan. Senin sampai Jumat dia bekerja dan hari Sabtu-Minggu kuliah. Dia menjadi begitu jenuh dalam rutinitas yang terus-menerus. Waktu konseling dengan saya, saya hanya katakan, “Istirahat! Kamu mengalami kekeringan rohani yang luar biasa, hati-hati dengan rutinitas, kamu bukan robot.” Ingat, kita bukan manusia jiwa, tapi manusia roh.

Di Menara Doa, saya diingatkan dengan Kolose 3:5-11,

Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala, semuanya itu mendatangkan murka Allah (atas orang-orang durhaka). Dahulu kamu juga melakukan hal-hal itu ketika kamu hidup di dalamnya. Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu.

Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya; dalam hal ini tiada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu.

Yang masih punya kesukaan jasmani, Firman Tuhan katakan bahwa ini ciri manusia daging yang harus ditanggalkan: percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala.

Mungkin kita tidak menyembah berhala, kita tidak punya patung batu, tapi kalau kita lakukan perbuatan itu semua, kita sama seperti menyembah berhala.

Kita bukan orang durhaka, tapi kalau masih ada percabulan dan lain-lain, siapa pun kita, itu tanda bahwa kita manusia daging, sarkikos, manusia duniawi. Tapi kita harus masuk manusia pneumatikos, manusia rohani. Melalui Breakthrough Prayer, kita terobos ini semua, dan bebas dari manusia daging.

Kolose 3:12-17,

Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian. Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.

Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah. Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu. Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.

Jangan sekedar jadi orang yang beragama, karena itu hanya sebatas jiwa. Tapi jadilah manusia roh!

Ciri-ciri manusia roh dan manusia jiwa:

Ciri
Manusia Jiwa
Manusia Rohani
Ruang kesadaran
Kesadaran akan diri sendiri
Hanya sampai pada tingkat psikologi atau agamawi, tapi belum masuk area roh.
Kesadaran akan Allah
Kalau tidak ikut doa, tidak ibadah bersama, atau tidak baca Alkitab, maka rasanya kosong.
Tingkatan hidupnya
Psikologi/agamawi
Rohani
Bukan psikologi/agamawi
Area aktivitas
Mental
Supranatural
Misalnya, berbahasa roh, ini adalah hal rohani yang tidak bisa diterjemahkan, kita hanya mengikuti saja.
Hubungan
Dimensi duniawi
Bersifat sementara
Dimensi surgawi
Bersifat kekekalan
Manfaat keselamatan
Penyucian
Berusaha untuk menyucikan diri sendiri.
Pembenaran
Roh dibenarkan, maka doa orang benar itu besar kuasanya.
Hubungan khusus dengan Allah
Menjadi serupa dengan Kristus,
Berbicara mengenai karakter, sikap, dan mental
Putra Mahkota, memerintah bersama Kristus
Bukan sekedar menjadi serupa dengan Kristus

Kita harus memperbanyak porsi untuk berkumpul dalam hadirat Tuhan, dalam komunitas yang kudus, doa bersama, ibadah bersama, untuk membakar sifat daging kita. Maka tiba-tiba kita akan jadi rohani, diperbaharui terus. Kalau Saudara komunitasnya tidak diubah, maka sangat sulit untuk berubah. Mari, berkumpullah dengan manusia-manusia rohani, menyembah dan memuliakan Tuhan bersama.

Saya percaya, kalau seluruh jemaat Tuhan di tempat ini menjadi manusia rohani, maka mujizat aliran sungai Roh Allah akan terjadi dalam hidup kita.

Amin.