Mata-Ku tertuju kepadamu (Khotbah Pdm Agustina H Sitompul)

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Mata-Ku tertuju kepadamu
Agustina Sitompul-20100208-3x4.jpg

Pdm Agustina H Sitompul

Ringkasan Khotbah
KebaktianIbadah Raya 1
TanggalMinggu, 7 Februari 2010
GerejaGBI Danau Bogor Raya
TempatGraha Amal Kasih
KotaBogor
Pada pagi hari yang berbahagia ini, Tuhan, kami semua ada di tempat ini ingin mengatakan kepada-Mu bahwa kami cinta pada-Mu. Mungkin di tengah-tengah kesibukan kami, kami lupa untuk berbuat itu Tuhan.

Aku cinta pada-Mu Tuhan
Aku rindu hadirat-Mu Tuhan
Aku ingin selalu dekat pada-Mu
Menikmati kehadiran-Mu

Kunyanyi hosana
Bagi Rajaku yang duduk di tahta
Aku muliakan dan kuagungkan
Kau layak disembah

Hari demi hari kami ada dalam perlindungan-Mu yang luar biasa. Terima kasih Tuhan kalau pagi hari ini kami boleh menikmati kasih-Mu sekali lagi. Kami bersyukur untuk keluarga, kesehatan, damai sejahtera, sukacita, kesempatan, dan kepercayaan yang Tuhan berikan kepada kami. Terima kasih untuk anak-anak, keluarga kami ya Tuhan. Itu semua adalah kasih anugerah-Mu.

Kalau kami ada pagi ini di tempat ini itu bukan kebetulan, semua karena kau sendiri yang telah mengatur segala sesuatunya. Kami buka hati kami, kami tahu Kau sudah sediakan berkat yang khusus. Berbicaralah pada kami semua, kami tahu Kau adalah Allah yang tak pernah lupa akan janji-Mu.

Urapi hamba-Mu, urapi kami semua. Buka hati kami, berbicaralah pada kami semua, Kau akan berikan nasihat-nasihat-Mu, Mata-Mu tertuju kepada kami. Untuk itu kami pun akan menujukan mata kami kepadamu, melalui segala proses yang ada.

Terpujilah nama-Mu Tuhan, dalam nama Yesus Kristus Tuhan. Amin.

Mata-Ku tertuju kepadamu

Saya percaya Tuhan menuntun kita semua sampai hari ini, dan apa yang sedang Tuhan kerjakan adalah rencana besar menjelang kedatangan Tuhan untuk yang kedua kali.

Mazmur 32:1-8,

Dari Daud. Nyanyian pengajaran.
Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi!
Berbahagialah manusia, yang kesalahannya tidak diperhitungkan TUHAN, dan yang tidak berjiwa penipu!
Selama aku berdiam diri, tulang-tulangku menjadi lesu karena aku mengeluh sepanjang hari;
sebab siang malam tangan-Mu menekan aku dengan berat, sumsumku menjadi kering, seperti oleh teriknya musim panas. Sela
Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata: "Aku akan mengaku kepada TUHAN pelanggaran-pelanggaranku," dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku. Sela
Sebab itu hendaklah setiap orang saleh berdoa kepada-Mu, selagi Engkau dapat ditemui; sesungguhnya pada waktu banjir besar terjadi, itu tidak melandanya.
Engkaulah persembunyian bagiku, terhadap kesesakan Engkau menjaga aku, Engkau mengelilingi aku, sehingga aku luput dan bersorak. Sela
Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu.

Tahun ini adalah tahun Ayin di mana mata Tuhan sedang tertuju kepada kita. Kita akan menata hidup kita kembali supaya mata kita benar-benar tertuju kepada Tuhan. Mungkin di waktu-waktu yang lalu mata kita tertuju kepada hal lain selain Tuhan. Untuk dapat tertuju kepada Tuhan, itu membutuhkan proses yang panjang.

Ayub 42:5, Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.

Ayat ini terjadi ketika Ayub percaya mengalami secara pribadi pertolongan demi pertolongan Tuhan. Kita semua sudah menerima banyak sekali pertolongan Tuhan. Kalau kita bangun pagi, kita ingat-ingat bagaimana kita ditolong Tuhan dari jalan-jalan yang tertutup. Ingat-ingatlah kebaikan Tuhan.

Tahun ini adalah tahun pemulihan, tahun ini Tuhan memberkati kita berlimpah-limpah, tahun ini adalah tahun terobosan. Kita akan menjadi berkat untuk memulihkan orang lain, supaya banyak orang lain diberkati.

Ayub 1:1-5,

Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ia mendapat tujuh anak laki-laki dan tiga anak perempuan. Ia memiliki tujuh ribu ekor kambing domba, tiga ribu ekor unta, lima ratus pasang lembu, lima ratus keledai betina dan budak-budak dalam jumlah yang sangat besar, sehingga orang itu adalah yang terkaya dari semua orang di sebelah timur.
Anak-anaknya yang lelaki biasa mengadakan pesta di rumah mereka masing-masing menurut giliran dan ketiga saudara perempuan mereka diundang untuk makan dan minum bersama-sama mereka. Setiap kali, apabila hari-hari pesta telah berlalu, Ayub memanggil mereka, dan menguduskan mereka; keesokan harinya, pagi-pagi, bangunlah Ayub, lalu mempersembahkan korban bakaran sebanyak jumlah mereka sekalian, sebab pikirnya: "Mungkin anak-anakku sudah berbuat dosa dan telah mengutuki Allah di dalam hati." Demikianlah dilakukan Ayub senantiasa.

Kita mau belajar dari keluarga Ayub. Dia dikatakan orang yang saleh, jujur, takut akan Allah, dan menjauhi kejahatan. Namun demikian, perikop dari Ayub 1 adalah kesalehan Ayub dicoba. Ingat, kita tidak luput akan mengalami cobaan-cobaan dan ujian-ujian. Tuhan ingin melihat kesalehan kita, apakah kita benar-benar cinta pada Dia, atau hanya dari kata orang saja kita mengenal Dia. Tapi Ayub berkata pada akhirnya, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau. Kekristenan adalah pengalaman pribadi dengan Tuhan, baru setelah itu kita bisa bicara kepada dunia tentang Dia.

Ayub dikatakan orang yang saleh, jujur, takut akan Allah, dan menjauhi kejahatan. Ayub bahkan terkaya di sebelah timur. Kalau ada orang tua yang sedang cari menantu tentu inginnya yang seperti Ayub ini. Ayub juga tercatat sebagai bapak yang baik. Anaknya ada sepuluh, dan punya kebiasaan berkumpul berpesta. Ayub setiap kali mempersembahkan korban sebanyak jumlah anaknya. Dia bertanggung jawab atas seluruh keluarganya, minta ampun untuk anak-anaknya kepada Tuhan kalau-kalau tadi malam anaknya mengalami dosa. Apakah ada di antara kita yang seperti itu?

Hari-hari ini banyak anak-anak yang terhilang, tak terkendali, karena ayah-ibunya sibuk. Mari kita berdoa untuk anak-anak kita, selama mereka belum berkeluarga, mereka masih tanggung jawab kita. Apakah kita mengambil kesempatan untuk berdoa bagi anak-anak kita, doakan mereka, tumpang tangan kepada anak-anak kita. Terlalu banyak godaan di luar sana, kita harus memagari anak-anak kita.

Saya selalu berdoa untuk anak-anak saya. Waktu suami saya dipanggil Tuhan pada tahun 1995, tugas itu menjadi tanggung jawab saya. Saya doakan mereka semua agar menjadi berhasil dan dilindungi Tuhan. Saya percaya anak-anak kita pasti berhasil kalau kita mengambil tanggung jawab untuk mendoakan mereka.

Suatu waktu, Ayub mengalami pencobaan yang luar biasa, mungkin tidak ada lagi orang yang mengalami pencobaan sebesar Ayub.

Ayub 1:13-19,

Pada suatu hari, ketika anak-anaknya yang lelaki dan yang perempuan makan-makan dan minum anggur di rumah saudara mereka yang sulung, datanglah seorang pesuruh kepada Ayub dan berkata: "Sedang lembu sapi membajak dan keledai-keledai betina makan rumput di sebelahnya, datanglah orang-orang Syeba menyerang dan merampasnya serta memukul penjaganya dengan mata pedang. Hanya aku sendiri yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal itu kepada tuan."
Sementara orang itu berbicara, datanglah orang lain dan berkata: "Api telah menyambar dari langit dan membakar serta memakan habis kambing domba dan penjaga-penjaga. Hanya aku sendiri yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal itu kepada tuan."
Sementara orang itu berbicara, datanglah orang lain dan berkata: "Orang-orang Kasdim membentuk tiga pasukan, lalu menyerbu unta-unta dan merampasnya serta memukul penjaganya dengan mata pedang. Hanya aku sendiri yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal itu kepada tuan." Sementara orang itu berbicara, datanglah orang lain dan berkata: "Anak-anak tuan yang lelaki dan yang perempuan sedang makan-makan dan minum anggur di rumah saudara mereka yang sulung, maka tiba-tiba angin ribut bertiup dari seberang padang gurun; rumah itu dilandanya pada empat penjurunya dan roboh menimpa orang-orang muda itu, sehingga mereka mati. Hanya aku sendiri yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal itu kepada tuan."
Maka berdirilah Ayub, lalu mengoyak jubahnya, dan mencukur kepalanya, kemudian sujudlah ia dan menyembah, katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!" Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut.

Seketika Ayub ditimpa malapetaka besar, bahkan anak-anaknya meninggal semua, tapi Ayub masih sanggup untuk berkata terpujilah nama Tuhan. Apakah kalau kita yang mengalaminya, kita masih sanggup untuk berkata terpujilah nama Tuhan? Kita mau belajar apa yang dikatakan Ayub, terpujilah nama Tuhan. Ayub sadar bahwa hanya karena izin Tuhan dia bisa mendapatkan semua kekayaan itu.

Bahkan lebih lanjut lagi, Ayub mengalami sakit penyakit, barah dari ujung kaki sampai ke kepalanya, bahkan ia sampai harus menggaruk dengan beling.

Ayub 2:7-10,

Kemudian Iblis pergi dari hadapan TUHAN, lalu ditimpanya Ayub dengan barah yang busuk dari telapak kakinya sampai ke batu kepalanya. Lalu Ayub mengambil sekeping beling untuk menggaruk-garuk badannya, sambil duduk di tengah-tengah abu.
Maka berkatalah isterinya kepadanya: "Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah Allahmu dan matilah!"
Tetapi jawab Ayub kepadanya: "Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?" Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya.

Kita perlu belajar banyak hal, walau istrinya mengutuki, tapi Ayub masih tampil sebagai pria yang punya otoritas.

Mungkin banyak kesulitan ketika kita mengikuti Tuhan, mungkin Kekristenan kita naik-turun. Saya pernah lihat ada jemaat yang jalan kaki ke gereja di tempat ini karena tidak punya ongkos. Mereka melakukan itu karena mereka cinta kepada Tuhan! Apakah ketika sedang tidak ada fasilitas, kita tetap cinta pada Tuhan?

Sampai di situ, Ayub masih tegar dan tetap percaya kepada Tuhan.

Suatu hari, sahabat-sahabat Ayub: Elifas, Bildad, dan Zofar, mengunjungi dia. Mereka mau mendoakan dan menghibur Ayub, bahkan puasa bersama-sama tujuh hari tujuh malam. Tapi melihat Ayub tidak sembuh-sembuh, mereka mulai mengatakan tuduhan-tuduhan kepada Ayub.

Ayub 4:3-5,

Sesungguhnya, engkau telah mengajar banyak orang, dan tangan yang lemah telah engkau kuatkan; orang yang jatuh telah dibangunkan oleh kata-katamu, dan lutut yang lemas telah kaukokohkan; tetapi sekarang, dirimu yang tertimpa, dan engkau kesal, dirimu terkena, dan engkau terkejut.

Pengalaman seperti ini bisa dialami orang-orang percaya. Ketika sedang mengalami kesulitan, malah sahabat-sahabat kita datang dengan penghakiman demi penghakiman.

Apa yang harus kita lakukan ketika teman kita mengalami kesulitan, ketika membesuk orang sakit? Kalau kita ke rumah sakit, kita perlu mendengar keluhan-keluhan mereka, tapi kita tidak perlu memberikan komentar-komentar. Mereka sesungguhnya butuh kekuatan dan harapan akan kesembuhan. Pegang tangan mereka dan doakan, "Tuhan, kuasa-Mu sanggup menyembuhkan dia", berikan harapan kepada dia.

Ayub ternyata menyimpan kekecewaan, dia mulai mengeluh ketika teman-temannya menghakimi dia, Ayub mulai menyesali keadaannya, bahkan dia mengutuki kelahirannya sendiri, mulai berkata yang macam-macam pada Tuhan, hatinya pahit, dan penuh kekecewaan. Dan lihat, selama mengalami kepahitan itu, Ayub tidak mengalami terobosan, selama bertahun-tahun.

Apakah kita pernah kecewa pada Tuhan? Pada keadaan yang di sekitar kita? Kecewa pada keputusan-keputusan Tuhan? Tapi ketahuilah, sepanjang kita masih kecewa, kita tidak akan mengalami terobosan dan pemulihan.

Mengalami pemulihan

Tapi apa yang dilakukan Ayub sehingga ia mengalami pemulihan?

  1. Ayub berdiri di hadapan Tuhan dan menyatakan bahwa Tuhan sanggup
  2. Ayub mencabut perkataannya dan bertobat, Ayub mau mempercayai Tuhan
  3. Ayub mendoakan dan melepaskan pengampunan

Berdiri di hadapan Tuhan dan nyatakan bahwa Tuhan sanggup

Ayub 42:1-2, Maka jawab Ayub kepada TUHAN: "Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal.

Kita perlu mengambil waktu dan menyatakan statement ini di hadapan Tuhan, "Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala perkara, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal." Kita ucapkan itu terus-menerus, hingga terngiang-ngiang di telinga kita, bahwa hanya Tuhan yang sanggup.

Ketika kita menyadari, rasa-rasanya tidak ada jalan keluar, mungkin itu waktunya kita menyerah kepada Tuhan. Mungkin orang bilang, "tidak mungkin, usahamu akan anjlok", kita sekali lagi katakan, Tuhan sanggup melakukan segala sesuatu dan tidak ada rencana Tuhan yang gagal!

Bertobat dan mau mempercayai Tuhan

Ayub 42:5-6, Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau. Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu."

Ayub mulai mengambil sikap, dia mencabut semua perkataan-perkataannya dan menyesal. Mungkin ada kata-kata yang keluar dari mulut kita yang terlontar yang tidak benar, kata-kata kekecewaan. Berdiri di hadapan Tuhan, dan kita mencabut semua perkataan itu. Kalau ada kata-kata yang tidak terkendali, mungkin kepada suami/istri/anak-anak, yang tidak karu-karuan, mari kita berdiri di hadapan Tuhan, dan mencabut perkataan itu.

Hari ini, kita harus bebas dari itu semua. Kalau kita pernah melontarkan kata-kata itu, kita pergi kepada Tuhan, kita menyesal dan mencabut perkataan itu. Suatu hari seorang bu datang kepada saya anaknya perempuan setiap hari pulang tengah malam. Ibunya kesal lalu terlontarlah kata-kata dalam emosinya, kemarahan yang dahsyat berkata, "Ya sudah, kau jadi pelacur saja sekalian!" Dalam waktu dua bulan, kata-kata yang terucap itu terjadi.

Mari kita berdiri di hadapan Tuhan dengan menyesal dan mencabut semua perkataan yang dikatakan di hadapan Tuhan dan di hadapan teman-temannya.

Mendoakan dan melepaskan pengampunan

Ayub 42:10, 12, 15-17,

Lalu TUHAN memulihkan keadaan Ayub, setelah ia meminta doa untuk sahabat-sahabatnya, dan TUHAN memberikan kepada Ayub dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu.
TUHAN memberkati Ayub dalam hidupnya yang selanjutnya lebih dari pada dalam hidupnya yang dahulu; ia mendapat empat belas ribu ekor kambing domba, dan enam ribu unta, seribu pasang lembu, dan seribu ekor keledai betina.
Di seluruh negeri tidak terdapat perempuan yang secantik anak-anak Ayub, dan mereka diberi ayahnya milik pusaka di tengah-tengah saudara-saudaranya laki-laki. Sesudah itu Ayub masih hidup seratus empat puluh tahun lamanya; ia melihat anak-anaknya dan cucu-cucunya sampai keturunan yang keempat. Maka matilah Ayub, tua dan lanjut umur.

Selama bertahun-tahun Ayub menyimpan kekecewaan kepada sahabat-sahabatnya yang menghakimi dia. Ayub melepaskan pengampunan bagi sahabat-sahabatnya dan tidak menyimpan lagi sakit hati kepada mereka.

Tuhan ingin berbicara lebih jauh, maukah kita mengalami pemulihan dan kelimpahan? Ada orang-orang yang mungkin kita benci dan mengganjal di hati. Tuhan menyuruh mengampuni. Ayub mengalami kelimpahan setelah mengambil keputusan untuk mendoakan dan melepaskan pengampunan. Bahkan Tuhan memberikan berkat dua kali lipat dari sebelumnya, dan bahkan Alkitab katakan, tidak ada perempuan yang secantik anak-anak Ayub.

Mungkin kita mentok sana-sini, padahal sudah doa puasa, mungkin ada yang belum kita bereskan di area ini. Kalau kita baca dalam Doa Bapa Kami, ampuni maka kita akan diampuni. Mungkin di area ini kita belum lulus ujian. Kalau kita belum bisa mengampuni, minta agar Roh Kudus menyanggupkan kita dan saat kita bebas, itu sukacitanya luar biasa. Firman Tuhan katakan, hati yang gembira adalah obat.

Mazmur 37:4,

dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.

Penutup

Apa yang kau alami kini,
mungkin tak dapat engkau mengerti
Satu hal tanamkan di hati,
indah semua yang Tuhan b'ri

Tuhanku tak akan memberi ular beracun,
pada yang minta roti
Cobaan yang engkau alami
Tak melebihi kekuatanku

Tangan Tuhan sedang merenda
Suatu karya yang agung mulia
Saatnya kan tiba nanti,
Kau lihat pelangi kasih-Nya

Haleluya, Yesus.

Melewati perjalanan yang panjang, Ayub sampai pada satu kesimpulan bahwa hanya Tuhan yang sanggup melakukan segala perkara dan tidak ada rencana Tuhan yang gagal. Pagi yang berbahagia ini, melewati perjalanan panjang kekristenan kita, Tuhan ingin kita sampai pada kesimpulan hanya Tuhan yang sanggup melakukan segala perkara dan tidak ada rencana-Nya yang gagal.

Kami datang kepada Tuhan berdiri di hadapan-Mu, jika ada kegagalan yang kami lakukan sepanjang hari-hari kami, jika ada perkataan-perkataan yang terlontar tidak terkendali, bahkan tertuju kepada orang yang kami kasihi, kami mau mencabut semua perkataan-perkataan itu dan hari ini biarlah Tuhan memberikan pengampunan buat kami dan melupakan semua itu

Tahun ini kami mau dibebaskan dan mengalami pemulihan. Pagi ini kami berdiri di hadapan-Mu mau mengampuni setiap yang bersalah kepada kami, kami tahu hanya engkau yang sanggup mengatasi keterbatasan kami. Kami datang kepada-Mu dengan segala kerendahan hati, kami mau dibebaskan dari segala keterikatan itu.

Kami tahu, kami mengalami secara pribadi hubungan yang dipulihkan bersama Engkau. Hari ini, Tuhan, bebaskan kami, curahkan pengampunan-Mu atas kami, pulihkan keadaan kami, kami rindu berkat-berkat-Mu menjadi bagian kami pada tahun ini.

Mengawali tahun ini kami mau melangkah dengan kepastian bahwa dosa-dosa kami sudah diampuni, kami mengalami pemulihan dan kelimpahan yang Engkau kerjakan pada hari ini. Diberkatilah semua yang hadir pada pagi ini. Kami adalah orang-orang pilihan Tuhan yang menjadi saluran berkat bagi jiwa-jiwa. Kami lepaskan pengampunan dan kami percaya tahun 2010 adalah tahun terobosan, dan kami alami terobosan.

Tahun 2010 Tuhan memulihkan dan memberkati kami berlimpah-limpah

Amin.