Berkat Yesus naik ke Sorga (Khotbah Pdt Sutadi Rusli)

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Berkat Yesus naik ke Sorga
Sutadi Rusli-20180610-065946-3x4.jpg

Pdt Sutadi Rusli

Ringkasan Khotbah
KebaktianIbadah Raya
TanggalMinggu, 13 Mei 2018
GerejaGBI Danau Bogor Raya
TempatGraha Amal Kasih
KotaBogor

Shalom dan selamat pagi, pasti semua diberkati Tuhan! Amin!

Beberapa hari lampau kita bersama-sama memperingati kenaikan Tuhan Yesus Kristus ke sorga, menjadi pesan bagi kita, Dia naik ke Sorga supaya Roh Kudus dicurahkan buat kita semua, dan ada kekuatan, pertolongan, penghiburan yang sungguh-sungguh dicurahkan Roh Kudus bagi kita pribadi lepas pribadi.

Lukas 24:50-53,

Lalu Yesus membawa mereka ke luar kota sampai dekat Betania. Di situ Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka. Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga. Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita. Mereka senantiasa berada di dalam Bait Allah dan memuliakan Allah.

Saudara yang dikasihi Tuhan, satu peristiwa yang luar biasa, Tuhan mengajak murid-murid-Nya ke satu tempat di Yerusalem, di bukit Zaitun. Saat ini di sana ada gereja kenaikan Tuhan Yesus, dipercaya di situ 2000 tahun lalu Tuhan Yesus naik ke Sorga duduk di sebelah kanan Allah Bapa.

Dalam Zakaria 14:4, dikatakan bahwa satu kali kelak Dia akan datang bersama-sama orang kudus kembali ke bukit Zaitun. Pada waktu itu, orang-orang yang sudah meninggal dulu dalam Tuhan akan dibangkitkan dulu dari kubur-Nya, dan yang masih hidup akan diubahkan menjadi tubuh kemuliaan, dan kita akan bersama-sama Tuhan Yesus. Tapi setelah itu, bersama-sama orang-orang Kudusnya, Saudara dan saya, kita akan kembali lagi menjejakkan kaki di Bukit Zaitun, dan tinggal bersama-sama Tuhan Yesus di Yerusalem baru sampai selama-lamanya.

Luar biasa! Jadi Tuhan ajak murid-murid-Nya ke bukit Zaitun, dan di situ Dia naik ke Sorga. Menarik, ketika naik ke Sorga, dia sedang membuka tangan-Nya dan memberkati orang-orang yang bersama-sama dengan Dia.

Tangan-Nya yang berlubang paku, adalah tangan yang penuh berkat. Saudara, kalau boleh dibilang, kerjanya Tuhan kita itu senantiasa memberikan berkat! Amin! Tangannya memberikan kesembuhan, pemulihan, Allah yang luar biasa. Bahkan sebelum naik ke Sorga, Dia kembali memberkati.

#1 Berkat rohani

Apa saja berkat rohani? Ada begitu banyak berkat rohani yang Tuhan berikan. Tapi pagi ini, seperti dalam tema Tahun Permulaan yang Baru, kita akan membaca dari 2 Korintus 5:17,

Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.

Ada di mana ciptaan baru? Di dalam Kristus!

Saudara, orang Kristen waktu diminta KTP-nya tertulis agama Kristen, tapi ada 2 macam orang Kristen. Ada Kristen yang di luar, dan ada Kristen yang di dalam.

Dalam ayat Firman Tuhan ini dikatakan, jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru. Siapa mau jadi ciptaan baru? Semua mau jadi ciptaan baru? Amin! Tidak bisa ada di luar, tapi harus ada di dalam Kristus! Kita boleh mengaku-ngaku orang Kristen tapi kalau ternyata kita di luar maka kita belum menjadi ciptaan baru. Tapi kalau kita adalah orang-orang Kristen yang di dalam Kristus, pasti kita adalah ciptaan baru. Amin!

Mari, saya cuma mau ajak sederhana saja. Ayo cek sama-sama, apakah betul kita sudah jadi ciptaan baru? Apakah hari-hari yang kita lakukan ini mencerminkan satu ciptaan baru. Apakah hal-hal yang kita lakukan setiap hari mencerminkan bahwa kita adalah ciptaan baru?

Tidak kuatir akan hidupnya

Matius 6:11 katakan, Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya. Dalam bahasa Inggris, our daily bread. Orang Kristen yang di dalam Kristus, dia tidak akan kuatir akan hidupnya hari lepas hari. Apapun boleh terjadi, goncangan ekonomi, politik, keamanan, tapi dia tidak akan kuatir karena dia tahu hidupnya ada di dalam tangan Tuhan! Dia tidak pernah kuatir, sehingga Firman Tuhan katakan janganlah kamu kuatir. Orang Kristen yang di dalam Kristus tidak ada dalam kekuatiran, dia serahkan hari itu dalam tangan Tuhan!

Orang Kristen yang di dalam Kristus itu pasti pada waktu tokonya omsetnya baru turun, wajahnya tetap sukacita. Bulat kayak kue terang bulan. Tapi orang Kristen yang di luar Kristus, wajahnya bisa lonjong kayak pepaya Bangkok. Hari ini barangkali sedang susah, tidak ada berkat yang macam2, tapi wajahnya pasti tetap sukacita dalam segala perkara.

Baca Firman Tuhan setiap hari

Yosua 1:7,

Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke manapun engkau pergi.

Mazmur 1:2-3,

tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

Saya pernah bagikan, 1 tahun itu 52 hari Minggu. Saudara datang setiap minggu dan Hamba Tuhan membagikan Firman Tuhan, luar biasa. Tapi di hari-hari lainnya, saya ajarkan kepada Saudara, saya dorong, baca satu pasal satu hari, tidak usah sepuluh pasal sehari, Saudara cukup baca satu pasal satu hari, tapi renungkan dengan baik, dan lakukan apa yang menjadi pesan Tuhan hari itu, dan Saudara pasti akan diberkati Tuhan.

Punya gairah untuk berdoa

Daniel 6:11b,

Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.

Orang Kristen yang di dalam Kristus, telah menjadi ciptaan baru, dia itu punya gairah untuk berdoa. Maaf, kalau orang Kristen yang masih di luar Kristus itu kalau doa itu ngga mau, diajak doa itu susahnya luar biasa. Tapi kalau kita mengaku di dalam Kristus, kita pasti punya gairah berdoa. Tapi yang di luar Kristus, menggerutu, doa lagi, doa lagi.

Semua masih bawa dalam doa? Amin!

Saudara, kita ada dalam satu peringatan Kenaikan Tuhan Yesus, Roh Kudus dicurahkan. Tuhan ingatkan agar kita menerima baptisan Roh Kudus. Tanda awal orang yang dibaptis Roh Kudus adalah berbahasa baru dalam roh. Kenapa kita itu didorong untuk lebih banyak berdoa dalam roh?

1 Korintus 14:1-4,

Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat. Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia. Tetapi siapa yang bernubuat, ia berkata-kata kepada manusia, ia membangun, menasihati dan menghibur.
Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat.

Mungkin satu waktu iman kita sedang lemas, ketika kita doa dalam roh, kita akan dibangkitkan kembali. Kita diingatkan kembali oleh Roh Kudus bahwa di dalam diri kita ada Roh Kudus.

#2 Berkat jiwani

Roh Kudus disebutkan pertama kali oleh Tuhan Yesus adalah Roh Penghibur. Dia tahu bahwa murid-murid-Nya akan mengalami kesulitan, sehingga nomor satu Roh Kudus dikatakan adalah Roh Penghibur.

Saudara yang dikasihi Tuhan, berkat yang kedua adalah berkat jiwani. Apa sih yang orang butuhkan? Orang butuhkan dalam kehidupan itu adalah kebahagiaan. Saudara boleh harta banyak, secara materi sukses, tapi kalau tidak punya bahagia, rasanya semua kosong.

Ada yang menarik, Matius 5:2-11 ada sembilan ucapan berbahagia yang paralel dengan kesembilan bagian buah Roh dalam Galatia 5:22-23:

Matius 5:2-11, Ucapan Bahagia,
Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya:
Galatia 5:22-23,
Tetapi buah Roh ialah:
"Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. kasih,
Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. sukacita,
Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. damai sejahtera,
Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. kesabaran,
Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. kemurahan,
Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. kebaikan,
Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. kesetiaan,
Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. kelemahlembutan,
Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. penguasaan diri.
Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.


Ucapan berbahagia yang pertama adalah “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga,” itu paralel dengan buah Roh yang pertama yaitu kasih.

Kalau Saudara tidak memiliki miskin di hadapan Allah, Saudara tidak akan mengalami kedelapan bahagia yang lainnya. Ketika kita mengakui, Tuhan saya ini tidak memiliki apa-apa, saya ini lemah, itu Saudara mengakui bahwa Saudara miskin di hadapan Allah. Miskin di hadapan Allah, bukan miskin secara jasmani atau materi!

Firman Tuhan katakan, Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih (1 Korintus 13:13). Demikian kalau Saudara tidak memiliki kasih, maka Saudara tidak akan mengalami kedelapan bagian buah Roh yang lainnya.

#3 Berkat jasmani

2 Korintus 9:6-8,

Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.
Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan.

Menarik ini dimulai dengan kata Camkanlah ini! Camkanlah ini artinya, ingat baik-baik! Ketika kita menabur dengan sukacita, kita pasti diberkati Tuhan!

Amin!