Apa yang dilakukan Yesus setelah bangkit? (Khotbah Pdt Sutadi Rusli)

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Apa yang dilakukan Yesus setelah bangkit?
Sutadi Rusli-20160410-3x4.jpg

Pdt Sutadi Rusli

Ringkasan Khotbah
KebaktianIbadah Raya
TanggalMinggu, 10 April 2016
GerejaGBI Danau Bogor Raya
TempatGraha Amal Kasih
KotaBogor

Shalom dan selamat pagi, beberapa minggu lampau kita sudah memperingati kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus. Nanti beberapa minggu ke depan kita juga akan memperingati hari raya keempat orang-orang percaya, yaitu hari raya Kenaikan Tuhan Yesus Kristus.

Saudara, ada jeda waktu sejak bangkit sampai naik, 40 hari, dan Dia pergi ke berbagai tempat, menampakkan diri kepada murid-murid-Nya.

Apa yang Dia lakukan pada waktu Dia bangkit? Pada waktu Yesus bangkit, Dia menampakkan diri dan menyatakan bahwa Dia adalah Allah yang hidup, bisa dikatakan kepada tiga kelompok:

#1 Maria Magdalena

Kenapa pertama-tama kepada seorang wanita?

Flashback ke belakang, pada waktu menciptakan Taman Eden, Tuhan menempatkan Adam dan Hawa sebagai pengusaha Taman Eden. Kemudian Hawa digoda Iblis yang menyamar seperti seekor ular, dan dimulailah, Hawa jatuh di dalam dosa, Adam jatuh di dalam dosa, sehingga terputuslah hubungan manusia dengan Allah.

Waktu Tuhan Yesus Kristus mati di kayu salib, Yusuf dari Arimatea datang meminta jenazah Tuhan Yesus Kristus dan mempersiapkan kubur, di taman milik Yusuf dari Arimatea. Dimulai dari satu Taman Eden, juga ditutup dengan satu taman Garden Tomb di mana ada kubur Yesus. Luar biasa! Manusia pertama jatuh dengan dosa di taman yang pertama, tapi Puji Tuhan, Adam kedua kembali ada di Taman, memulihkan kembali hubungan kita dengan Allah. Luar biasa, Tuhan mau kita semua dipulihkan, diselamatkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Untuk pertama kalinya, Tuhan Yesus menampakkan diri kepada Maria Magdalena. Bahkan pada saat itu Maria Magdalena mengira bahwa Tuhan adalah seorang tukang kebun.

Siapa itu Maria Magdalena?

Lukas 8:2, dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat,

Angka tujuh bicara kesempurnaan, satu totalitas. Kalau kita baca dalam ayat di atas, ternyata Maria Magdalena adalah seorang yang dulu terikat dengan 7 roh jahat! Ada orang-orang berkata Maria Magdalena adalah seorang pelacur, tapi Alkitab tidak pernah menerangkan jelas mengenai hal itu, tapi dia jelas adalah seorang yang terikat 7 roh jahat.

Saudara yang dikasihi Tuhan, saya mau ajak merenung sejenak, apakah di dalam diri kita ada keterikatan? Mungkin tidak seperti Maria Magdalena yang ada 7 roh jahat, tapi apakah ada keterikatan yang luar biasa?

Hati-hati akan keterikatan

▪ Keterikatan dalam cinta akan uang

Terikat dengan uang. Cinta akan uang adalah akar segala kejahatan. Dan akar kejahatan adalah cinta uang. Saya pernah ajak kita merenungkan Lukas 12, bagaimana Yesus memberikan kepada kita untuk kita berjaga-jaga dan waspada terhadap segala ketamakan, nomor satu bicara ketamakan akan uang. Hari-hari ini kita diingatkan kembali, dunia sedang digoncangkan dari segala sisi, termasuk ekonomi. Orang percaya harus mempersiapkan diri baik-baik, agar terus bergantung kepada Tuhan.

Saudara yang dikasihi Tuhan, saya pernah dikirimi email mengenai pesan dari seorang yang begitu kaya bernama Steve Jobs. Kekayaannya mencapai ratusan triliun rupiah.

Dia berkata, ranjang yang paling mahal adalah ranjang pada waktu terbaring di Rumah Sakit. Ada begitu banyak mesin, dia berkata mesin-mesin ini adalah sesuatu yang menakutkan di dalam hidupnya. Kita bisa digantikan orang lain: kepemimpinan bisa berganti, posisi sebagai orang kaya bisa berganti, CEO bisa digantikan oleh orang lain, tapi dia katakan, tapi tidak ada yang bisa menggantikan kalau kita sakit. Hanya kasih yang bisa membuat kita menjadi kuat. Apa saja bisa dia beli, tapi dia tahu, pada akhirnya dia tidak bisa membawa apa-apa, hanya kasih Tuhan yang dia perlukan. Amin!

Saudara yang dikasihi Tuhan, sudah beberapa lama lalu seorang jemaat datang dan cerita bahwa usahanya begitu diberkati Tuhan. Dia adalah seorang percaya yang takut akan Tuhan, dia mengembalikan persepuluhan dengan sungguh-sungguh. Satu kali dia sms, Pak saya akan pergi ke Singapura, ada satu transaksi yang saya akan lakukan pada waktu saya di Singapura. Dan ini adalah sms yang luar biasa, ini adalah pertama kalinya saya menerima sms seperti ini, bahkan belum pernah lagi sejak saat itu.

Saudara, dia tidak minta didoakan supaya transaksinya berhasil, tapi dia berkata, Pak, tolong doakan agar saya jangan menjadi serakah! Tidak pernah lagi saya diminta mendoakan seperti itu. Selama saya melayani , itu adalah sms yang pertama dan terakhir. Saya tidak pernah ketemu orang minta didoakan supaya jangan serakah! Semua mau agar jangan serakah? Amin!

▪ Keterikatan dalam hal seksualitas

Matius 5:28, Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.

Tuhan mengingatkan sekali lagi, hati-hati, jaga panca indera kita! Setiap hari dalam doa pribadi, saya serahkan kepada Engkau, tolong jaga, ada 5 yang saya jaga:

  • Mata
  • Telinga
  • Mulut
  • Pikiran
  • Hati

Tolong Tuhan berikan kekuatan untuk menjaga 5 hal ini dalam hidup saya.

▪ Keterikatan dalam hal kuasa

Dan yang ketiga adalah keterikatan dalam hal kuasa. Tapi untuk hari ini kita tidak membahas mengenai poin ini.

Mengikuti Yesus: Lepaskan keterikatan

Maria Magdalena waktu terikat dengan 7 roh jahat, dia dilepaskan Tuhan Yesus. Kemudian pada waktu Yesus disalibkan, yang mengikuti Dia itu adalah para wanita, sementara murid-murid-Nya hanya melihat dari jauh saja.

Matius 27:55-56, Dan ada di situ banyak perempuan yang melihat dari jauh, yaitu perempuan-perempuan yang mengikuti Yesus dari Galilea untuk melayani Dia. Di antara mereka terdapat Maria Magdalena, dan Maria ibu Yakobus dan Yusuf, dan ibu anak-anak Zebedeus.

Wanita-wanita ini, termasuk Maria Magdalena dan Ibu Yesus, ada di bawah kayu salib. Maria Magdalena sudah dilepaskan, sehingga dia bisa mengikuti Yesus di titik tersebut, hingga mati di kayu salib.

Kita diingatkan Tuhan, kalau Saudara belum dilepaskan, masih menyimpan keterikatan-keterikatan seperti itu, Saudara sulit untuk ikut Yesus.

Ibrani 12:1, Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.

Seorang pelari maraton, sprint cepat, tidak mungkin pakai daster, baju tidur, pasti pakai baju yang ketat, yang simpel, yang tidak ada bebannya, tidak ada pernak pernik, supaya dia bisa lari cepat. Demikian juga kalau hidup kita masih diganduli dengan keterikatan, maaf, saya katakan, kita tidak bisa ikut Yesus.

Dalam ayat ini dikatakan, ada dua hal, beban dan dosa. Tuhan katakan, marilah datang kepada-Ku yang berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan. Dosa, dalam salah satu Alkitab terjemahan bahasa Inggris, diterjemahkan sebagai parasitic sin. Parasit itu kalau dalam benak kita tentu seperti benalu, yang menyedot sari dari pohon yang ditumpanginya. Kalau batangnya mati, dia juga mati. Kalau batangnya kuat, dia juga kuat.

Kalau Saudara punya keterikatan pada sesuatu, itu seperti parasit yang begitu berakar. Mungkin Saudara begitu tergantung akan ikatan akan uang, ikatan itu begitu kuat, sehingga sulit dilepaskan. Tapi saat punya kerinduan untuk dilepaskan, Tuhan sanggup untuk membebaskan Saudara! Amin!

Awal 1990-an, saya dan istri dikasih tugas Pak Niko tugas pelayanan pelepasan. Kita ke mana-mana untuk melayani pelepasan, bahkan sampai ke luar pulau, ke daerah-daerah. Macam-macam hal yang terjadi. Saya saksikan sendiri dan melayani sendiri dengan tim yang ada, orang-orang yang terikat dengan segala macam, ada yang belajar silat, begitu dilepaskan ada yang modelnya muter-muter kayak harimau, kera, macam-macam. Luar biasa! Tapi saya melihat dan banyak di antara mereka, setelah dilepaskan, mereka sekarang menjadi Hamba-Hamba Tuhan yang luar biasa karena ada kuasa di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Tim Pelepasan selalu diingatkan, jangan ada yang merem, menutup mata, kalau melayani pelepasan. Salah satu Gembala kita, baru melayani, lalu merem doa, digebuk pakai batu sama yang dilayani. Tapi Yesus selalu menang, kuasa Tuhan Yesus selalu menang! Buat kita mustahil, buat Tuhan tidak ada yang mustahil! Amin!

#2 Murid-murid

Selain menampakkan diri kepada Maria Magdalena, Tuhan kemudian menampakkan diri kepada murid-murid-Nya. Saudara yang dikasihi Tuhan, yang lihat Yesus naik ke Sorga adalah para murid. Nanti yang akan melihat dan mendengar sangkakala dibunyikan adalah juga murid. Semua rindu jadi Murid? Amin!

Tuhan katakan, semua harus jadi murid! Jangan jadi jemaat biasa, jadilah murid! Itu tugas gereja, kita semua, Tuhan katakan, jadikan semua bangsa murid-Ku!

Kriteria seorang murid

Ada beberapa kriteria jadi seorang murid:

▪ Mengutamakan Tuhan

Lukas 14:25, segala sesuatu harus dilepaskan untuk mengikut Yesus

Lukas 14:26, "Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.

Saudara barangkali protes, masa kita ngga boleh kenal Papa-Mama, masa kita tidak boleh tidak berbakti pada orang tua? Saudara, Tuhan tidak mau menghilangkan Perintah Keempat, Hormatilah Bapa dan Ibumu, tapi pengertiannya berbicara mengenai Saudara dan saya yang mau menjadi murid, persyaratan pertama, adalah harus memiliki komitmen untuk nomor satu mengutamakan Tuhan Yesus!

Coba renungkan apakah selama ini sudah mengutamakan Yesus belum? Siapa yang tadi pagi punya Saat Teduh? Saya mau dorong, jangan lupa menyisihkan waktu untuk Tuhan!

▪ Memikul salib

Ayat 27, Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.

Saudara, saya pernah tanya, siapa yang sudah pernah lihat salib? Semua pasti sudah pernah. Apa yang ada dalam benak kita kalau kita melihat salib? Waktu kita lihat salib, haruslah kita mengingat mengenai kematian. Mati dari kehidupan lama dan menjadi ciptaan baru.

Ada seorang Hamba Tuhan Amerika, khotbah dan diterjemahkan dalam bahasa Mandarin. Dalam khotbahnya itu, dia katakan, setiap selesai KKR kita seringkali diberi ruang untuk kesaksian ke depan, mereka bersaksi dulu saya orang yang jobless, akhirnya saya datang sama Tuhan, Tuhan tolong, sekarang saya diberkati luar biasa, saya banyak ini, punya ini-itu, dia bersaksi akan keberhasilannya.

Ada lagi yang bersaksi, dulu saya sakit, saya disembuhkan Tuhan Yesus. Tuhan ajaib, luar biasa. Kesaksian begitu banyak, meninggikan nama Yesus bahwa mereka diberkati luar biasa!

Tapi Hamba Tuhan ini berkata, coba bagaimana kalau Rasul-Rasul disuruh maju bersaksi ke depan?

  • Saudara, Rasul Paulus akan bersaksi terbalik 180 derajat. Dia akan bilang, dulu saya ini orang Farisi, orang yang terhormat, luar biasa disegani, banyak pengikutnya. Tapi setelah ketemu Tuhan Yesus, saya dikejar-kejar, saya dianiaya, saya mengalami kapal karam, kemiskinan, kelaparan, dibunuh orang. Itu kesaksian Rasul Paulus setelah ketemu Tuhan.
  • Rasul Yohanes akan katakan, saya dibuang ke Pulau Patmos.
  • Petrus, akan katakan, waktu ketemu Yesus, saya sudah divonis nanti saya akan mati dengan di kayu salib.
  • Stefanus akan bersaksi, karena saya ketemu Yesus, saya dirajam batu dan saya mati.

Terbalik semuanya!

Saudara, seringkali kita sudah dininabobokan untuk senantiasa mengejar berkat. Begitu tidak diberkati kita ngomel, marah sama Tuhan kalau susah. Kalau tidak sembuh kita kecewa, tapi lihat orang-orang di Alkitab, waktu bertemu dengan Tuhan, mereka mengalami hal-hal yang dahsyat seperti demikian.

Mari, pikul salib kita, siap mengalami aniaya. Gereja Tuhan akan dianiaya lebih lagi, persiapkan diri Saudara baik-baik supaya semua siap menantikan kedatangan Tuhan.

Ada duka ada suka, tapi ada joy, kekal selamanya.

▪ Tidak terikat dengan dunia

Lukas 14:33, Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku.

Yakobus 4:4, Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah. Saudara, jangan terikat dengan dunia, tapi kita mesti terikat di Sorga.

#3 Tomas

Nama Tomas itu artinya Mister Ragu-Ragu. Saat 2000 tahun lalu, yang kita peringati sebagai Jumat Agung, Tomas memang tidak ada, dan lihat hanya di kejauhan. Dia melihat Yesus mati di kayu salib, lalu dia pergi sendirian, terus di hari Sabtu, jiwanya semakin tergoncang lagi, dan menuju Minggu, pengharapannya tampaknya tidak terjadi, Guru yang dikasihinya, yang diikuti 3,5 tahun, ternyata mati begitu saja, bahkan mati konyol di kayu salib. Dia mengalami kekecewaan, hancur hatinya. Hilang pengharapannya, karena dia melihat panutannya mati tergantung di kayu salib.

Di hari Minggu, sementara teman-temannya berkumpul, Tomas saat itu tidak hadir. Tiba-tiba Yesus muncul memberi salam damai sejahtera. Murid-murid menyaksikan bagaimana Tuhan Yesus betul-betul Allah yang mati tapi hidup kembali, bangkit dari kubur, dan mereka sama sekali tidak menemukan kelemahan, penderitaan, kesakitan di dalam tubuh Yesus. Itu kejadian di hari Minggu malam.
Hari Senin, teman-temannya datang ke rumah Tomas dan bercerita, kita semua sudah lihat Tuhan sudah datang waktu Minggu kamu ngga hadir. Dia sudah hadir dan Dia tidak ada kelemahan, penderitaan, penuh sukacita luar biasa, kasih, dan Dia menyampaikan salam damai sejahtera, jangan takut!
Tomas katakan, saya tidak akan pernah percaya. Petrus berusaha meyakinkan Tomas, kami semua menyaksikan Dia hidup. Tapi kata Tomas, Tidak mungkin! Saya lihat sendiri Dia mati di kayu salib! Tidak mungkin Dia hidup! Saya tidak akan pernah percaya, sebelum saya mencucukkan jari saya ke bekas luka-Nya!
Hari Senin berikutnya lagi, murid-murid berkumpul kembali di ruangan tertutup rapat. Kali ini Tomas hadir dan tiba-tiba Tuhan Yesus datang di tengah-tengah mereka. Dia memberi salam, salam damai sejahtera. Semua kaget kembali, dan secara khusus Yesus menghampiri Tomas. Dia memperlihatkan, ini Aku. Tomas melompat dan terkejut bukan karena takut, tapi Dia begitu kagum akan keberadaan Tuhan Yesus.
Tuhan Yesus katakan, ini luka-Ku. Dia buka bajunya, ini luka di lambung-Ku, masukkan jarimu, supaya kamu percaya Aku Allah yang hidup.
Tomas jatuh tersungkur, dan dengan penuh kasih tanpa dendam, Yesus berkata, janganlah engkau tidak percaya. Tapi percayalah, inilah Aku. Dan saat itu Tomas tersungkur lebih lagi dan berkata, Tuhanku, Allahku.
Lalu Firman Tuhan katakan, berbahagialah orang yang tidak melihat namun percaya!

Ahli sejarah menceritakan perjalanan Tomas setelahnya. Dia pergi menginjil ke Tigris (sekarang Irak), lalu ke Persia (Iran), dia memenangkan jiwa-jiwa. Pada tahun 52, dia berlayar ke selatan India, Malabar. Di sana dia memberitakan Injil kepada kasta Brahma dan waktu bangsa Portugis datang ke sana, ternyata ada kelompok Kristen yang merupakan hasil benih dari Tomas.

Dari Malabar, lalu dia ke timur India, menginjil, dan di situ menemukan akhir hidupnya. Dia dibuang ke sumur, dan mati dengan satu tombak dari Brahmana. Dari seorang peragu, orang yang tidak percaya, waktu bertemu Tuhan dia menjadi seorang yang luar biasa.

Alkitab mencatat sampai hari ini, hanya satu-satunya kalimat ini diucapkan Tomas, di dalam Yohanes 20:28, Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!"

Tuhan pesankan, janganlah tidak percaya, tapi percayalah. Amin! Jangan ada yang tidak percaya, kita memiliki Allah yang hidup, Yesus Kristus, Dia sanggup menolong, menyelamatkan Saudara, dan Dia akan menjemput Gereja-Nya.

Kalau sampai Saudara tidak percaya, Saudara akan seperti 5 wanita yang bodoh, yang tidak menyediakan minyak cadangan. Persiapkan minyak cadangan, waktu Dia datang, Saudara adalah orang-orang Kudusnya dan kita masuk dalam pintu kerajaannya.

Amin!