4 "Suka" Jemaat yang Pertama (Khotbah Pdt Sutadi Rusli)

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
4 "Suka" Jemaat yang Pertama
Sutadi Rusli-20130509-3x4.jpg

Pdt Sutadi Rusli

Ringkasan Khotbah
KebaktianIbadah Raya
TanggalMinggu, 12 Mei 2013
GerejaGBI Danau Bogor Raya
TempatGraha Amal Kasih
KotaBogor

Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku
Ia membaringkan aku, di padang yang berumput hijau
Ia membimbingku, ke air yang tenang
Ia menyegarkan jiwaku

Ia menuntunku di jalan yang benar
Oleh kar'na nama-Nya
Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman
(Dan aku pun akan diam dalam Rumah Bapa s'panjang masa)

Aku tidak takut bahaya,
sebab Tuhan besertaku
Gada-Mu dan tongkat-Mu,
Itulah yang menghibur aku

Shalom, saya sungguh percaya semua diberkati oleh Tuhan. Amin!

Beberapa hari lampau, kita sudah memperingati kenaikan Tuhan Yesus Kristus. Dan 2000 tahun yang lalu, selama 10 hari ke depan, murid-murid disuruh Tuhan menunggu, dan pada tanggal 19 nanti, kita akan memperingati hari raya kelima orang percaya, yaitu hari raya Pentakosta, hari pencurahan Roh Kudus.

Pada hari Pentakosta itu, murid-murid mengalami jamahan Roh Kudus, mereka diurapi dan ada nyala api di setiap kepala murid-murid, kemudian mereka mulai berbahasa-bahasa yang baru sebagaimana diberikan Tuhan kepada setiap pribadi lepas pribadi. Setelah itu, mulai tampillah murid-murid Yesus. Murid-murid yang tadinya meninggalkan Yesus sementara Yesus membutuhkan keberadaan mereka, juga Petrus yang menyangkal Yesus tiga kali, menjadi orang-orang yang luar biasa ketika mereka menerima Baptisan Roh Kudus.

Kita sudah tahu juga bagaimana luar biasanya ketika Petrus berkhotbah, "Bertobatlah, dan berilah dirimu dibaptis dalam nama Tuhan Yesus Kristus, dan kamu akan menerima karunia Roh Kudus." Begitu banyak orang boleh bertobat, saat itu mereka memberi diri dibaptis dan mulai menerima karunia Roh Kudus. Akhirnya jemaat-jemaat yang begitu banyak, setiap hari Tuhan tambahkan, penuaian yang luar biasa boleh terjadi pada waktu itu.

Gereja Tuhan saat itu dibuka dengan Kisah Para Rasul. Hari-hari ini kita ada dalam akhir zaman, penutupan akhir zaman, untuk itu persiapkan diri Saudara. Kisah akan diulangi kembali seperti pada jemaat mula-mula.

Kisah 2:41-47, Cara hidup jemaat yang pertama,

Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda.

Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing.

Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.

Ini cara hidup jemaat mula-mula, dan biarlah pola ini kembali terjadi pada gereja Tuhan di akhir zaman pada saat ini. Secara singkat, apa yang Tuhan pesankan pada kita hari ini, ada 4 kata "Suka" dari ayat-ayat 41 sampai dengan 47 di atas ini.

#1 Suka berdoa

Di Tanah Perjanjian, Saudara akan melihat tentara-tentara, polisi-polisi Israel, masih muda, pria dan wanita, mereka semua waspada dan siap dengan senjata yang diperlengkapi. Mereka dalam situasi berjaga-jaga selama 24 jam. Itu seharusnya adalah gambaran kerohanian orang percaya. Kita harus siap sedia 24 jam menghadapi serangan si jahat. Doa menjadi salah satu kekuatan itu, salah satu yang kita butuhkan untuk hidup berjaga-jaga.

Bukankah Firman Tuhan katakan, Berdoalah dan berjaga-jagalah?

Doa adalah sesuatu yang personal. Pribadi. Setiap pribadi Saudara mesti ada dalam satu doa pribadi dengan Tuhan.

Waktu ada yang dirawat di rumah sakit, Saudara bisa meminta hamba-hamba Tuhan, untuk mendukung mendoakan di sana. Tapi Saudara tidak bisa bilang, "Titip doa, tolong bilang sama Tuhan, saya mengasihi Tuhan Yesus." Yang seperti itu, Saudara harus mengungkapkan sendiri pada Tuhan Yesus. Tidak bisa "titip doa"! Saudara bisa minta dukungan doa, tapi untuk mengungkapkan kasih kepada Tuhan tidak bisa "titip". Ini sifatnya personal dan harus Saudara ajukan sendiri pada Tuhan!

Filipi 4:6, Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.

Tuhan katakan, pada waktu kamu kuatir, ayo lakukan 3 hal: doa, permohonan, dengan ucapan syukur. Ini seperti sebuah segitiga sama sisi.

• Nyatakan doa

Saudara, ketika berdoa, sebuah hubungan yang personal, kita berkata, "Aku mengasihi Engkau, aku sungguh diberkati, aku mengasihi Tuhan lebih dari segalanya." Waktu Saudara doa, doa itu sifatnya timbal balik. Artinya, waktu Saudara berdoa, Tuhan juga memberikan jawaban. Jawabannya macam-macam. Waktu kita berdoa, kita bisa mendapatkan jawaban dari Firman Tuhan yang Saudara baca, dari khotbah yang Saudara dengarkan, melalui seseorang, melalui peristiwa yang kita boleh alami. Tapi setiap doa yang Saudara naikkan, Tuhan pasti berikan jawaban bagi orang-orang yang percaya. Jadi ada dua arah.

Saudara harus kasih kesempatan kepada Tuhan, Saudara perlu untuk ada waktu diam dalam perenungan. Tuhan bisa bicara dalam hati kita, ada Saudara yang bisa mendengar suara Tuhan secara audible. Tapi jangan 'nyerocos' terus! Kapan waktunya Tuhan bicara sendiri pada Saudara? Kita kadang bilang tidak ada jawaban dari Tuhan, itu karena kita suka 'nyerocos' sendiri!

Sebuah ilustrasi. Ada seorang anak naik kelas, Papanya waktu ujian janji, kalau naik kelas, rapor bagus, nanti Papa belikan sepeda. Anak itu belajar sungguh-sungguh, dan dia dapat hasil, "Pa, aku sudah lulus ujian, aku sudah naik kelas, sekarang mana janji Papa membelikan aku sepeda? " Papanya bilang, "Nak, kamu buka Matius 6:33." Tapi Anak itu menjadi kecewa dan tidak mau buka seperti yang Papanya bilang. Beberapa hari Papanya terus membujuk anaknya untuk membuka Matius 6:33. Tapi anak itu terus menolak. Hingga akhirnya setelah beberapa hari kemudian, anak itu akhirnya mengalah juga. Ternyata di halaman yang Matius 6:33 itu Papanya menyelipkan cek untuk membeli sepeda, anaknya boleh memilih sendiri sepeda yang diinginkannya.

Bukankah kita kadang juga suka begitu? Tuhan kadang sudah suruh sesuatu, tapi kita sendiri yang tidak mau melangkah, padahal Tuhan sudah sediakan.

Matius 6:33, Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Saudara, semuanya! Amin!

• Nyatakan permohonan

Waktu doa Saudara ungkapkan permohonan. Tuhan kadang mau dengar permohonan kita. Saudara, memang sebelum kita doa pun Tuhan sudah tahu maksud kita. Dia Allah yang maha tahu, Dia mengetahui kebutuhan kita.

Bukankah Firman Tuhan katakan, "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu." (Matius 7:7)

Dia tahu kebutuhan Saudara, doa Saudara, tapi Dia kadang mau kita menyatakan permohonan kita. Ayo, ungkapkan permohonan Saudara di hadapan Tuhan.

• Nyatakan ucapan syukur

Dan tidak kalah pentingnya, ucapan syukur! Katakan, terima kasih Tuhan untuk semuanya. Kalau pemimpin pujian ajak kita ucapkan syukur, ayo kita bersyukur pada Tuhan karena Dia sudah berikan mujizat. Kalau kita sehat, itu semua mujizat Tuhan. Syukur itu bahasa sorgawi.

Mazmur 100:4, enter his gate with thanksgiving!

Ucapkan syukur, maka pemulihan terjadi, mujizat terjadi, pertolongan terjadi, dalam nama Tuhan Yesus Kristus!

#2 Suka menginjil

Jemaat mula-mula suka menginjil sehingga orang-orang bertambah. Mungkin Saudara tidak bisa berkhotbah, tidak bisa ingat Firman Tuhan, saya pun tidak, kita semua punya keterbatasan. Jangan cuma ingat Firman Tuhan tapi lakukan Firman Tuhan!

Ketika setiap pribadi terima Roh Kudus, kita itu diminta Tuhan untuk menjadi saksi. Jemaat mula-mula bersaksi, memberikan kesaksian. Saudara tidak usah pandai khotbah, hapal isi Alkitab, yang paling penting adalah kesaksian hidup Saudara, Saudara bersaksi akan perjalanan hidup Saudara bersama Tuhan.

Saudara yang dikasihi Tuhan, nanti pada hari Sabtu, kita ada kembali dalam 12 weeks of Wholeness, doa pagi bersama-sama jam setengah enam pagi. Mari, waktu kita ada dalam persekutuan yang indah pada pagi-pagi itu, ada pintu-pintu gerbang sudah dibukakan. Khusus Sabtu ini, saya mau melepaskan pengurapan untuk sisa 7 bulan ke depan tahun 2013. Tahun 2013 ini sungguh spesial di mana Tuhan mau memulihkan aspek-aspek kehidupan Saudara, baik keluarga, ekonomi, kesehatan, apapun Tuhan mau lakukan bagi Saudara. Jangan sampai ketinggalan mengalami kesaksian dalam hidup Saudara supaya kita bisa memberikan kesaksian bagi banyak orang.

Tuhan mau memberikan pengurapan agar kita menjadi orang-orang yang berhasil dan beruntung.

Ayo, siap untuk menjadi saksi? Saudara, saya percaya setiap kita sudah mengalami mujizat Tuhan. Saudara jangan malu bersaksi. Waktu kita bersaksi, kita akan mempermalukan Iblis. Itu adalah kewajiban setiap orang percaya. Tuhan katakan, kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.

Ceritakan apa yang terjadi dalam hidup kita dengan Yesus.

#3 Suka belajar

Jemaat mula-mula bertekun dan belajar. Saudara, ada banyak doktrin di luar sana. Kalau kita melihat macam-macam doktrin kadang membuat kita jadi bingung. Kita sendiri ada dalam wadah Gereja Bethel Indonesia. Dan kalau Saudara memberi diri untuk digembalakan di Gereja Bethel Indonesia, berarti Saudara harus memahami doktrin Gereja Bethel Indonesia. Ada sebuah pengakuan iman GBI, yang juga tertera di warta jemaat yang Saudara pegang.

Saya telah menetapkan, satu bulan satu kali kita akan membaca pengakuan iman ini. Mari kita baca sama-sama Pengakuan Iman Gereja Bethel Indonesia:

Aku percaya bahwa:

  • Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru adalah Firman Allah yang diilhamkan oleh Roh Kudus.
  • Allah yang Maha Esa itulah Allah Tritunggal yaitu Bapa, Anak dan Roh Kudus, tiga pribadi di dalam Satu.
  • Yesus Kristus adalah Anak Allah yang Tunggal yang dilahirkan oleh Perawan Maria yang dinaungi oleh Roh Kudus, bahwa Yesus telah disalibkan, mati, dikuburkan dan dibangkitkan pada hari yang ketiga dari antara orang mati, bahwa Ia telah naik ke Surga dan duduk di sebelah kanan Allah Bapa sebagai Tuhan, Juruselamat, dan pengantara kita.
  • Semua manusia sudah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah sehingga harus bertobat dan berpaling kepada Allah untuk menerima pengampunan dosa.
  • Pembenaran dan kelahiran baru terjadi karena iman di dalam darah Yesus Kristus yang dikerjakan oleh Roh Kudus.
  • Setiap orang yang bertobat harus dibaptis secara selam dalam Nama Bapa, Anak dan Roh Kudus, yaitu dalam Nama Tuhan Yesus Kristus.
  • Penyucian hidup adalah buah kelahiran baru karena percaya dalam darah Yesus Kristus yang dikerjakan oleh kuasa Firman Allah dan Roh Kudus; karena itu kesucian adalah asas dan prinsip hidup umat Kristen.
  • Baptisan Roh Kudus adalah karunia Tuhan untuk semua orang yang telah disucikan hatinya; tanda awal Baptisan Roh Kudus adalah berkata-kata dengan bahasa roh sebagaimana diilhamkan oleh Roh Kudus.
  • Perjamuan Kudus dilakukan setiap kali untuk meneguhkan persekutuan kita dengan Tuhan dan satu dengan yang lain.
  • Kesembuhan ilahi tersedia dalam korban penebusan Yesus untuk semua orang yang percaya.
  • Tuhan Yesus Kristus akan turun dari sorga untuk membangkitkan semua umat-Nya yang telah mati dan mengangkat semua umat-Nya yang masih hidup lalu bersama-sama bertemu dengan Dia di udara, kemudian Ia akan datang kembali bersama orang kudus-Nya untuk mendirikan Kerajaan Seribu Tahun di bumi ini.
  • Pada akhirnya semua orang mati akan dibangkitkan, orang benar akan bangkit pada kebangkitan yang pertama dan menerima hidup kekal, tetapi orang jahat akan bangkit pada kebangkitan yang kedua dan menerima hukuman selama-lamanya.

Gereja Tuhan wajib memberikan pengajaran, agar setiap jemaat bukan hanya terus menjadi bayi rohani tetapi bertumbuh menjadi dewasa rohani. Itu adalah tanggung jawab Gereja. Nanti waktu setiap kali sebulan kita baca bersama-sama, Saudara akan semakin menangkap pengakuan iman Gereja Bethel Indonesia.

Juga Saudara harus mau belajar Alkitab, jangan cuma seminggu sekali baru dipegang di Gereja.

#4 Suka mengasihi

Matius 5:44-47,

Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.

Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allahpun berbuat demikian?

Kalau mengacu pada ayat-ayat ini, ada dua standar. Ada standar "biasa" atau "umum", dan juga ada standar yang "khusus".

Ayat 46-47 adalah standar umum. Orang jahat pun melakukan hal yang sama. Orang jahat pun mengasihi orang yang mengasihi dirinya. Kalau standarnya umum, berkatnya pun umum. Hujan dan matahari diberikan Tuhan kepada semua orang, baik orang jahat, koruptor, orang yang suka ke gereja, orang benar, semua dapat hujan dan matahari yang sama. Itu berkat yang umum.

Tapi Tuhan mau Saudara mendapatkan berkat yang khusus. Kalau mau dapat berkat yang khusus, tidak bisa hanya standar yang umum. Saudara harus punya standar yang khusus, yaitu ayat 44, itu menjadi standar bagi Saudara dan saya. Pada waktu kita lakukan standar yang khusus, maka berkat rohani pun, berkat yang khusus, akan dibuat jauh berbeda. Bukan sekedar ada matahari dan hujan yang umum, tapi ada berkat khusus yang diberikan bagi orang-orang yang melakukan standar yang khusus.

Ayat 44, Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.

Kenapa jemaat mula-mula bisa dilipatgandakan? Karena mereka punya standar yang khusus, saling mengasihi, baik yang benci kepada mereka, mendoakan yang menganiaya mereka, sehingga mereka mendapatkan pelipatgandaan. Ayo pakai standar khususnya Tuhan, pasti dapat berkat yang khusus dari Tuhan!

Satu kali, ada seorang jemaat bangun kesiangan dan dia sudah terlambat datang ke gereja. Dia buru-buru bangun, ganti baju, dan langsung berangkat ke gereja. Dia mengemudikan mobilnya, dan waktu ada lampu merah, dia pun patuh dan berhenti. Di belakangnya, ada mobil lain yang tidak sabaran, membunyikan klakson terus menerus. Setelah lampu merah itu, masuklah mereka ke sebuah jalan yang agak sempit. Mobil yang di belakangnya itu masih tidak sabaran, terus menerus menglakson. Dia pun berusaha untuk minggir sedikit untuk memberi jalan. Mobil yang di belakangnya pun menyalip dia, sambil buka kaca dan memaki-maki dia. Sampailah dia ke Gereja dan dia pun duduk agak ke depan, karena sudah terlambat dan di bagian belakang itu kursinya sudah penuh. Setelah pujian mau dinaikkan, yang berkhotbah pun naik, dia bilang, hari ini saya mau membawakan tema "Hendaklah kita saling mengasihi". Ternyata pengemudi mobil yang tidak sabaran itu, yang memaki-maki itulah yang berkhotbah hari itu.

Saudara, bukankah kita pun seringkali demikian? Kita suka pintar khotbah tapi kita suka susah melakukan apa yang kita khotbahkan! Saudara siap melakukan Firman Tuhan? Tidak peduli pendeta atau jemaat, siapapun, semua harus jadi pelaku Firman Tuhan. Amin!

Tuhan Yesus memberkati.