3 jangan di tahun yang baru! (Khotbah Pdt Sutadi Rusli)

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
3 jangan di tahun yang baru!
Sutadi Rusli-20190113-3x4.jpg

Pdt Sutadi Rusli

Ringkasan Khotbah
KebaktianIbadah Raya
TanggalMinggu, 13 Januari 2019
GerejaGBI Danau Bogor Raya
TempatGraha Amal Kasih
KotaBogor

Shalom dan selamat pagi, pasti semua diberkati Tuhan. Amin! Selamat tahun baru 2019, tahun 2019 tahun yang jauh lebih baik daripada tahun 2018 karena setiap hari bertambah baik di dalam Tuhan. Amin!

Selama tahun 2019, kita ada dalam satu tema Tahun Kelahiran yang Baru. Tentu pada hari-hari ke depan setiap kita pasti akan mengalami mujizat-mujizat yang belum pernah kita alami dahulu hari-hari ini pasti akan kita alami. Amin!

Pagi ini saya mau bagikan, 3 Jangan di tahun 2019!

#1 Jangan simpan kemarahan

Kalau saya kasih Saudara uang Rp 100.000, Saudara simpan atau tidak? Disimpan. Tapi lalu saya datang lagi, ada sisa makanan busuk tadi malam, saya kasih Saudara, disimpan atau dibuang? Tentu dibuang!

Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis. (Efesus 4:26-27)

Apabila Saudara dan saya menjadi marah, janganlah Saudara dan saya berbuat dosa, janganlah matahari terbenam sebelum padam amarah kita, dan janganlah beri kesempatan kepada iblis! Amin!

Jadi kita boleh marah tidak? Boleh. Yesus pun marah, Dia marah ketika di Bait Suci, Dia menegor keras kepada orang-orang Farisi. Marah itu boleh saja, tapi marah yang seperti apa? Marah untuk menegor, untuk sesuatu yang menuju kebaikan boleh. Tapi yang berbahaya adalah waktu kita marah, ini kita marah membabi-buta, lalu kita simpan kemarahan ini bahkan sampai lewat hari. Sampai besoknya, sampai besok lusa, masih simpan kemarahan itu. Itulah yang tidak diinginkan Tuhan. Pada waktu Saudara simpan amarah itu, bahkan bawa sampai tidur, itu akan merusak kehidupan Saudara. Kehidupan Saudara akan rusak, tekanan darah menaik, akhirnya menjadi sakit dan jiwa Saudara pun bisa menjadi orang yang terganggu. Karena Saudara simpan amarah itu, Iblis masuk dan membawa hal-hal yang tidak baik.

Belum lama, Bogor digemparkan oleh pembunuhan seorang siswi. Diperkirakan karena cintanya bertepuk sebelah tangan. Akhirnya dia marah, dan karena marah, dia melakukan hal-hal yang tidak baik.

Saudara, kedewasaan seseorang itu diungkapkan dari bagaimana dia bisa mengendalikan kemarahannya, jangan sampai dia berbuat dosa. Memasuki 2019, Tuhan pesan, ayo periksa hati kita. Tinggalkan segala kemarahan yang tidak pada tempatnya di 2018, buka sesuatu yang baru di 2019, supaya tahun ini perjalanan Saudara berhasil dan beruntung. Itu yang Tuhan inginkan.

Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. (Amsal 4:23)

Jangan sedikit-sedikit tersinggung, orang bilang kupingnya tipis. Bahkan anak-anak muda bilang kita itu baper, "bawa perasaan". Kalau kemarahan itu kita simpan, hidup kita rugi sendiri, tidak diberkati Tuhan.

Apa dampak kalau seseorang tidak membereskan hatinya, tidak mau melupakan apa yang terjadi di tahun 2018 yang menyakiti hatinya?

  1. Tidak diampuni oleh Bapa di Sorga (Matius 11:25)
  2. Sebelum berdoa, bikin beres dulu hati Saudara, supaya 'cespleng' doanya.

    Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu." (Matius 11:25)

  3. Mengalami sakit-penyakit
  4. tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang. (Amsal 17:22b)

    Kita jadi sakit karena menyimpan sesuatu kemarahan dalam hidup kita. Saya beberapa kali bertemu dengan orang yang sakit, diakibatkan karena menyimpan sesuatu di hatinya.

  5. Diserahkan kepada algojo-algojo
  6. Dalam Matius 18, Tuhan Yesus suruh mengampuni tujuh puluh tujuh kali tujuh kali. Kenapa? Dia sendiri sudah terlebih dahulu mengampuni setiap Saudara dan saya. Amin! Sehingga Tuhan tuntut kepada setiap kita, untuk saling mengampuni satu sama lain.

    Di Matius 18 ini, Tuhan memberikan perumpamaan seorang hamba yang diampuni dan dibebaskan dari hutangnya yang luar biasa besarnya, 10.000 talenta. Tapi ketika hamba itu keluar, dia ketemu temannya yang berhutang kecil 100 dinar, dia tangkap dan dia tuntut hutangnya yang kecil itu disuruh bayar.

    Ketika Raja tahu, Raja pun begitu marah. "Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?" Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya. Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu." (Matius 18:33-35)

    Saudara, algojo itu fungsinya untuk menyiksa. Firman Tuhan katakan, diserahkan kepada algojo, maka algojo akan menyiksa. Kalau orang yang dari dulu terus-menerus menderita, mungkin perlu koreksi diri apakah ada menyimpan sesuatu. Jangan sampai Tuhan izinkan algojo-algojo datang ke dalam hidup kita karena kita menyimpan amarah.

    Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya. (1 Yohanes 3:15)

    Sudah di dunia sengsara, dia juga tidak masuk Sorga. Berbahagialah orang yang bersih hatinya, karena dia akan bertemu dengan Tuhan (Matius 5:8).

    Mari masuki 2019 dengan hati yang bersih di hadapan Tuhan. Tinggalkan yang tidak beres di 2018, tapi miliki hati yang bersih, hati yang baru, supaya perjalanan 2019 diberkati Tuhan, disembuhkan, dipulihkan oleh Tuhan. Amin!

#2 Jangan berhenti menabur

Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya. (Mazmur 126:5-6)

Semua mau menuai? Amin. Tidak ada orang bisa menuai tanpa menabur. Tapi kalau Saudara mau menuai, Saudara harus menabur.

Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata. Ini ketika seseorang menabur dalam kondisi yang banyak tantangan sehingga air matanya mengalir. Tapi biarpun demikian, dia tetap menabur, dan Tuhan janjikan kepada dia, pasti pulang membawa berkas-berkasnya! Amin!

Ada sebuah kesaksian, seorang Ibu empat anak, dengan suami yang garang, sadis, penjudi. Saudara, dia itu sudah kenyang ditendang, ditempeleng, dimaki-maki, bahkan diborgol pun pernah. Tapi Ibu ini ketika dalam kondisi begitu tertekan, menangis, tapi dia tetap menabur dalam doa, dalam kebaikan, dalam kasih. Dia tabur terus! Dia tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tapi dia balas dengan kebaikan, dia tetap mendoakan suaminya. Setelah berjalan 8 tahun, apa yang dia tabur akhirnya dia tuai. Satu hari suaminya datang kepada dia dan bertanya kenapa dia begitu sabar, kenapa dia tetap berdoa, kenapa tetap melakukan kebaikan untuk suaminya. Di situ dia beritakan ada siapa di dalam dirinya, bahwa ada Kristus di dalam dirinya! Di situlah suaminya menerima Kristus sebagai Tuhan dalam hidupnya, dan mereka sekarang boleh memberitakan kabar baik. Ketika istrinya terus menabur dengan mencucurkan air mata, dia pun pulang membawa berkas-berkasnya!

Saudara, dalam kondisi sehat ataupun sakit, diberkati atau belum, dipulihkan atau belum, ayo terus menabur.

Kalau saya bicara menabur, bukan sekedar menabur soal uang, tapi menabur dalam kebaikan, dalam doa, dan keluarga kita pasti satu waktu dipulihkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus! Yang sakit, ayo tabur terus dalam doa, perkatakan Firman Tuhan, bilur-bilur Yesus sudah menyembuhkan saya, Saudara pasti pulang membawa berkas-berkasnya! Kita semua diberkati dan dipulihkan Tuhan!

#3 Jangan tidak percaya

Saudara yang dikasihi Tuhan, kalau kita ditanya, apa sih dosa yang paling besar? Saya mau bilang, dosa paling besar itu nomor satu, kalau boleh dibilang adalah dosa tidak percaya. Biang segala dosa itu dosa tidak percaya.

Tetapi, sekalipun kamu telah mengetahui semuanya itu dan tidak meragukannya lagi, aku ingin mengingatkan kamu bahwa memang Tuhan menyelamatkan umat-Nya dari tanah Mesir, namun sekali lagi membinasakan mereka yang tidak percaya. (Yudas 1:5)

Kebinasaan itu akan dialami oleh mereka yang tidak percaya!

Kalau kita ada di tahun 2019, tahun kelahiran yang baru, sesuatu yang luar biasa dilahirkan dalam hidup kita, mujizat-mujizat yang luar biasa, Tuhan hanya tanya, apakah Saudara percaya? Waktu Saudara percaya, Saudara akan alami!
  • Adam dan Hawa makan buah terlarang karena tidak percaya peringatan Tuhan.
  • Kenapa kita tidak mengembalikan persepuluhan? Karena tidak percaya tingkap-tingkap langit akan dibukakan.
  • Kenapa tidak berdoa? Karena tidak percaya doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya!
  • Kenapa tidak baca Firman Tuhan? Karena tidak percaya Firman Tuhan ya dan Amin!

Semua dasarnya satu, karena tidak percaya.

Penutup

Dalam tahun 2019, kalau mau mengalami berkat Tuhan di Tahun Kelahiran yang Baru, ayo, jangan simpan kemarahan, jangan berhenti menabur, jangan tidak percaya! Amin!