Tahun 5787 - Pey Zayin (Pdt Dr Ir Niko Njotorahardjo)

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Cras facilisis neque ligula, at elementum velit viverra eu.

Shalom Saudara yang di kasihi oleh Tuhan Yesus!

Dari tanggal 12 September 2026 sampai dengan 1 Oktober 2027, kita memasuki tahun yang baru menurut penanggalan Ibrani, yaitu tahun 5787 atau Pey Zayin.

Makna Pey Zayin

Huruf Pey, yang mewakili angka 80, menggambarkan “mulut” dalam tradisi Ibrani kuno. Huruf Zayin, yang mewakili angka 7, menggambarkan “senjata” atau “cangkul/bajak untuk menghasilkan tuaian”. Jadi Pey Zayin dapat dilihat sebagai “mulut yang dipakai sebagai senjata”, juga bisa dilihat “mulut yang dipakai untuk tuaian”.

1. Makna Huruf Pey

Kalau huruf Pey, yang mewakili angka 80 menggambarkan mulut yang disebutkan selama 10 tahun sejak 7 tahun yang lalu, berarti ini pesan Tuhan yang kuat tentang mulut harus diperhatikan dengan serius.

Amsal 18:21 TB2 berkata,

Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggunakannya, akan memakan buahnya.

Jadi siapa yang mau hidup atau mati tergantung dari apa yang diucapkan.

Roma 10:9-10 TB berkata,

Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.

Di sini kita melihat peranan dari mulut terhadap keselamatan.

Juga ada hubungan yang erat antara mulut dengan hati. Memang sebenarnya apa yang keluar dari mulut adalah apa yang ada dalam hati.

Amsal 4:23 TB2 berkata,

Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari sanalah terpancar kehidupan.

Kalau hatinya baik maka akan hidup, tetapi sebaliknya kalau hatinya tidak baik yang terjadi adalah kematian.

Sekali lagi, kita mau hidup atau mati tergantung dari mulut dan hati kita. Saya berdoa agar mulut dan hati kita benar di hadapan Tuhan supaya kita hidup. Haleluya!

2. Peringatan-peringatan lain tentang mulut

Mazmur 34:13-15 TB berkata,

Siapakah orang yang menyukai hidup, yang mengingini umur panjang untuk menikmati yang baik? Jagalah lidahmu terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu; jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, carilah perdamaian dan berusahalah mendapatkannya!

Yohanes 8:44 berkata, Iblis adalah bapa segala dusta. Yang sering berdusta, maka bapanya adalah Iblis. Saya berdoa agar kita semua menanggalkan segala macam dusta. Ikuti kehendak Tuhan hari-hari ini.

Tuhan Yesus berkata dalam Matius 12:36-37,

Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman. Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum.

Karena itu kita harus menjaga mulut; ucapan, lidah, apa yang diketik - semuanya harus digunakan untuk memuliakan Tuhan. Berkata benar, membangun, menjauh dari kejahatan mulut dan saksi dusta.

Ada kalanya Tuhan menghendaki agar kita berdiam diri, puasa berbicara sebagai tindakan penguasaan diri. Ini juga adalah satu bentuk strategi peperangan rohani. Ingat waktu bangsa Israel menghancurkan tembok Yerikho.

Hari-hari ini kita semua dibawa Tuhan masuk dalam era penyelesaian Amanat Agung dengan target tahun 2033. Kita harus menggunakan mulut kita sebagai senjata untuk menyelesaikan Amanat Agung.

3. Menggunakan mulut sebagai senjata

  1. Berdoa
  2. Doa dalam Roh adalah senjata dalam peperangan rohani (Efesus 6:18).
  3. Memuji menyembah
  4. Seperti yang dilakukan Yosafat ketika mengalahkan musuh-musuhnya (2 Tawarikh 20:21-22).
  5. Bersaksi
  6. Lewat darah Anak Domba dan perkataan kesaksian kita, iblis dikalahkan (Wahyu 12:11).
  7. Memperkatakan iman
  8. Seperti yang Paulus lakukan saat penderitaan, "Aku percaya, aku tetap percaya sebab itu aku berkata-kata." (2 Korintus 4:13)
  9. Memberitakan Injil kepada orang banyak
  10. Seperti yang Paulus ajarkan sebagai bagian dari perlengkapan senjata Allah (Efesus 6:15).

4. Menggunakan mulut untuk merawat tuaian

Kita juga diingatkan untuk memakai mulut kita untuk merawat tuaian. Yang dimaksud dengan tuaian adalah murid, bukan hanya sekedar menjadi orang Kristen saja.

Kita harus menjadi murid Yesus yang memuridkan (Matius 28: 19-20). Murid Yesus adalah orang yang hidup sama seperti Kristus telah hidup (1 Yohanes 2:6).

Bagaimana kita memakai mulut kita untuk merawat tuaian/memuridkan?

  1. Mengajar orang untuk melakukan perintah Tuhan (Matius 28:20)
  2. Memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu.

DNA gereja kita adalah Restorasi Pondok Daud

DNA dari gereja kita GBI Gatsu adalah Restorasi Pondok Daud yang didefinisikan sebagai:

Prajurit-prajurit Tuhan yang gagah perkasa yang memiliki gaya hidup berdoa, memuji dan menyembah Tuhan bersama-sama dalam unity siang dan malam dan yang melakukan kehendak Tuhan pada zaman ini.

Ini sebenarnya adalah kehidupan Daud. Dia adalah seorang prajurit yang gagah perkasa, dia adalah seorang pemenang. Gaya hidupnya adalah berdoa, memuji dan menyembah Tuhan. Dia melakukan kehendak Allah pada zamannya.

Sesuai dengan Kisah Para Rasul 15:15-18, dikatakan maka Tuhan Yesus akan datang kembali merestorasi Pondok Daud yang telah roboh, supaya semua orang lain mencari Tuhan dan segala bangsa yang tidak mengenal Allah yang menjadi milik-Nya. Artinya; Restorasi Pondok Daud akan menyebabkan penuaian jiwa besar-besaran.

Proses dan dampaknya

1. Change destination

Apa yang dituliskan di Kisah Para Rasul 15:15-18 benar-benar kita alami. Penanaman gereja-gereja di Indonesia dan bangsa-bangsa terjadi luar biasa. Banyak orang yang bertobat dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya. Sekitar tahun 2000, waktu gereja kita berumur sekitar 12 tahun, saya mengalami tekanan-tekanan yang luar biasa. Saya berteriak kepada Tuhan minta pertolongan dan petunjuk Tuhan.

Ternyata jawaban Tuhan, “Niko, selama ini kamu sombong, kamu arogan.”

Saya minta ampun dan bertanya, “Tuhan, apa yang harus saya lakukan?” Tuhan menjawab:” Ada 2 hal yang harus kamu lakukan.”

  1. Turunkan nama gereja yang kau bangga-bangga kan
  2. Kamu harus minta maaf kepada hamba-hamba Tuhan dan gereja-gereja lain.

Pada waktu itu pelayanan dari gereja kita sangat diberkati dan mungkin saya tidak merasa itu membuat saya menjadi sombong dan juga menyakiti gereja-gereja lain.

Ketika saya lakukan apa yang Tuhan perintahkan; apa yang terjadi?

  1. Roh rekonsiliasi turun
  2. Terjadi rekonsiliasi antara gereja kita dengan gereja-gereja lain. Juga antar gereja-gereja lain terjadi rekonsiliasi. Setelah itu roh doa turun melanda Indonesia. Terjadi persekutuan-persekutuan doa terutama di antara para pemimpin dan sempat mengadakan Konser Doa di Gelora Bung Karno tahun 2002 dan 2005
  3. Transformasi
  4. Pada tahun 1998, Indonesia mulai masuk krisis dan itu terus berlanjut sampai tahun 2000-an

    Ada sebuah buku yang berjudul "The Asian Financial Crisis”, yang menceritakan kondisi kebangkrutan negara-negara di Asia.

    Ada beberapa parameter keuangan yang apabila itu diukurkan kepada Indonesia maka Indonesia disebut negara bangkrut. Tetapi mujizat terjadi bahwa Indonesia tidak bangkrut.

    Kita semua percaya itu disebabkan oleh DOA.

    Pada saat doa, pujian dan penyembahan melanda Indonesia, Tuhan berbicara bahwa Indonesia akan mengalami transformasi. Apa yang terjadi setelah itu?

    Bencana alam yang dahsyat menghantam Indonesia. Gempa bumi terjadi di mana-mana. Tsunami melanda Aceh sehingga sekitar 200.000 orang meninggal dunia. Orang miskin bertambah banyak.

    Waktu kita berteriak-teriak kepada Tuhan dan berkata: Tuhan bilang terjadi transformasi tetapi kenapa yang terjadi seperti ini?

    Tuhan tidak menjawab, tetapi yang pasti lebih banyak orang yang bertobat.

2. Kebangunan rohani

Hal yang kedua dampak dari gereja kita GBI Gatsu tentang visi Restorasi Pondok Daud yaitu sekitar 15 tahun yang lalu, gereja kita pernah dipakai oleh Tuhan sehingga terjadi kebangunan rohani di Jepang.

Para pemimpin gereja di Jepang datang kepada saya dan mereka bercerita bahwa selama ini mereka berafiliasi dengan gereja-gereja Amerika. Tetapi mulai sekarang, mereka berkata, kita akan mengadopsi visi Restorasi Pondok Daud.

Hari-hari ini Tuhan kembali menyuruh saya untuk datang ke Jepang lagi. Saya percaya akan terjadi kebangunan rohani kembali di Jepang. Haleluya!

3. Church of God mengadopsi visi restorasi pondok daud

Yang ketiga dampak dari gereja kita GBI Gatsu tentang visi Restorasi Pondok Daud yaitu tahun 2024 setelah General Assembly (Sidang Sinode) gereja Church of God, Ketua Umum COG yang baru, minta bertemu dengan saya.

Ada 3 hal yang terjadi di pertemuan itu:

  1. Saya diminta untuk mendoakan dan mengurapi Ketua Umum yang baru.
  2. Ketua Umum berkata bahwa Church of God yang usianya sekitar 140 tahun dan berada di 192 negara, mau mengadopsi visi Restorasi Pondok Daud. Wow! Church of God akan membuat Menara Doa di tempat yang paling terhormat menurut saya. Tempatnya di lantai paling atas dari kantor COG. Tempat ini selama puluhan tahun hanya dipakai 2-3 kali dalam setahun untuk rapat Council of 18 dan Executive Committee, yaitu para pemimpin tertinggi dari Church of God.
  3. Menara Doa ini awalnya akan dinamakan Church of God the Niko Njotorahardjo Global Prayer Center, sebagai bentuk apresiasi untuk visi Restorasi Pondok Daud, yang Tuhan berikan kepada saya. Tetapi ternyata Tuhan tidak berkehendak seperti itu. Bapa menyuruh saya untuk melepaskan nama itu karena hal ini dianggap mencuri kemuliaan Tuhan. Saya minta ampun kepada Bapa dan saya minta kepada Church of God untuk merubah nama itu. Sekarang namanya adalah Global Prayer Center Church of God. Hari-hari ini melalui tempat ini banyak orang yang dijamah dan bertobat

4. Menyelesaikan Amanat Agung

Visi tentang target penyelesaian Amanat Agung pada tahun 2033 terus-menerus menguat dan didengungkan oleh banyak aliran-aliran Kekristenan dan denominasi-denominasi gereja. Tuhan Yesus terus mengingatkan bahwa kedatangan-Nya sudah sangat-sangat dekat. “Aku datang segera. Aku datang segera.”

Untuk menyelesaikan Amanat Agung tidak bisa dengan kekuatan sendiri tetapi harus dengan kuasa Roh Kudus.

Pesan terakhir dari Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya sebelum naik ke surga - terdapat di dalam Kisah Para Rasul 1:8 yang berkata,

Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.

Sesuai dengan pesan Tuhan Yesus, sesudah Dia naik ke surga, 120 murid berkumpul di kamar loteng Yerusalem untuk menantikan pencurahan Roh Kudus. Apa yang mereka kerjakan? Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, artinya mereka berdoa, memuji dan menyembah Tuhan bersama-sama dalam unity siang dan malam.

Ini adalah prinsip Restorasi Pondok Daud. Ini adalah prinsip Menara Doa.

Setelah 10 hari, pada hari raya Pentakosta, Roh Kudus dicurahkan. Mereka dipenuhi dengan Roh Kudus dan mereka berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain seperti yang diberikan oleh Roh kepada mereka untuk mengatakannya. Itu adalah bahasa roh. Tanda awal orang yang dipenuhi Roh Kudus adalah berbahasa roh. Setelah itu mereka dipakai Tuhan untuk melakukan Amanat Agung. Peristiwa ini disebut dengan Pentakosta Pertama.

Pada 38 tahun yang lalu, Tuhan menanam Gereja Bethel Indonesia Jalan Gatot Subroto (Gatsu) dengan memberikan DNA Restorasi Pondok Daud. Saya tidak pernah mengira bahwa ini untuk mempersiapkan pencurahan Roh Kudus yang disebut dengan Pentakosta Ketiga.

Hari-hari ini Pentakosta Ketiga sudah turun.

  1. Pentakosta Ketiga adalah pencurahan Roh Kudus yang terbesar dan terakhir sebelum Tuhan Yesus datang kembali.
  2. Pentakosta Ketiga membangkitkan generasi Yeremia yaitu anak-anak muda yang dipenuhi Roh Kudus, cinta mati-matian kepada Tuhan Yesus, tidak kompromi terhadap dosa dan akan bergerak untuk memenangkan jiwa.
  3. Pentakosta Ketiga memberikan kuasa kepada kita untuk menyelesaikan Amanat Agung

Sesuai dengan Matius 24:14 yang berkata,

Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.

Ayat ini mengatakan kalau Injil Kerajaan sudah diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa; atau dengan kata lain kalau Amanat Agung selesai - baru setelah itu Tuhan Yesus datang kembali.

Haleluya! MARANATHA – Datanglah segera Tuhan Yesus!