Yesus pembawa pengharapan baru (Pdt Dr Ir Niko Njotorahardjo)

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari

Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan! (Kolose 1:27)

Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan!

Kolose 1:27

Dalam Lukas 2:8-12 dikisahkan bahwa ketika gembala-gembala sedang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka di malam hari, tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka. Mereka sangat ketakutan. Lalu kata malaikat itu kepada mereka:

Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di atas palungan.

Kelahiran Yesus Kristus sebagai Juruselamat bermakna lahirnya Sang Pembawa Pengharapan Baru bagi dunia akan memberikan kesukaan besar bagi seluruh bangsa. Alkitab berkata semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah. Upah dosa ialah maut. Mati. Tempatnya di neraka. Neraka adalah tempat yang sangat mengerikan. Jangan sampai masuk neraka! Yesus Kristus lahir ke dalam dunia ini sebagai Juruselamat, yang bisa diartikan pembawa pengharapan baru untuk menyelamatkan manusia dari hukuman kekal selama-lamanya di neraka.

Kelahiran Yesus Kristus disambut dengan nyanyian pujian oleh malaikat-malaikat dan sejumlah balatentara Surgawi yang memuji Allah, katanya:

Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.

Tema Natal yang Tuhan berikan ini yaitu “Yesus, Pembawa Pengharapan Baru”, sangat tepat untuk mempersiapkan kita memasuki tahun 2023 di mana Pandemi COVID masih belum berakhir, perang Rusia Ukraina masih berkelanjutan, informasi tentang inflasi dan resesi ekonomi tahun 2023 diberitakan di semua platform media sosial.

Ini sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Ps. Dee, seorang hamba Tuhan dari Perth, Australia, bahwa pada tahun 2023 Tuhan akan kembali menggoncangkan bangsa-bangsa di dunia. Kita melihat betapa Twitter, Facebook, disusul dengan Disney, Amazon mulai mengadakan PHK secara besar-besaran. Rusia dan Inggris dinyatakan sebagai negara-negara yang sedang dalam jurang resesi. Di tengah situasi yang seperti ini Tuhan berfirman:

"Yesus yang adalah Pembawa Pengharapan baru, ada di tengah-tengah kamu. Dialah pengharapan akan kemuliaan."

Dalam Kolose 1:27 ini kata ‘pengharapan’ dalam bahasa aslinya memiliki arti “mengharapkan dan yakin sesuatu yang baik akan terjadi.” Itu artinya Yesus yang ada di tengah-tengah kita membuat kita memiliki keyakinan dan iman yang teguh dalam menghadapi segala situasi dan kondisi apapun. Haleluya!!

Sebagai pembawa pengharapan baru, Yesus tidak berada jauh dari kita. Ia Allah yang Maha Hadir, yang mustahil dipahami oleh otak manusia yang hanya se ukuran 'bakpao', namun menyatakan diri-Nya sebagai Imanuel, yang artinya “Tuhan beserta kita”, “Tuhan bersama kita”.

  1. Pertama-tama, melalui kelahiran-Nya sebagai manusia yang kita peringati sebagai peristiwa Natal.
  2. Kemudian melalui Roh Kudus yang diberikan-Nya tinggal berdiam di dalam hidup kita.

Ini semua dapat diartikan bahwa Yesus ada di dalam kita. Itulah sebabnya kita selalu punya pengharapan. Haleluya!!

Keberadaan Yesus, sebagai Pembawa Pengharapan Baru di tengah-tengah kita inilah yang dikatakan oleh rasul Paulus kepada jemaat Kolose sebagai “pengharapan akan kemuliaan.” Kemuliaan ini menunjuk pada hari kebangkitan, di mana orang kudus akan menerima tubuh baru mereka yang dimuliakan atau yang dikenal dengan pemuliaan (glorification).

Tiga tahap proses keselamatan

  1. Pembenaran (Justification)
  2. Kita dibenarkan bukan karena perbuatan baik kita, tetapi karena kasih karunia Tuhan yang kita responi dengan iman. Pada tahap ini setelah kita bertobat dan menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat, kita akan mengalami kelahiran baru. Kelahiran baru adalah proses awal perjalanan rohani kita bersama Tuhan Yesus.

  3. Pengudusan (Sanctification)
  4. Ini adalah proses di mana kita dikuduskan secara terus menerus melalui Roh Kudus dan firman Allah. Dalam proses ini kita bisa saja jatuh atau mengalami kegagalan, tetapi yang penting kita jangan berhenti, tetapi harus bangkit kembali dan terus maju. Pertobatan adalah kunci untuk kita bisa terus maju.

    • Goal dari proses pengudusan ini adalah menjadikan kita serupa dengan gambar-Nya.
    • {{pmb0|Roma 8:29 berkata:
      Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.
    • Ini berarti goal kita sebagai orang Kristen adalah menjadi serupa dengan gambar-Nya. Untuk menjadi serupa dengan gambar-Nya, kita harus hidup sesuai dengan 1 Yohanes 2:6:
    • Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.
    • Karena kita hidup sama seperti Kristus telah hidup, maka kita akan menjadi serupa dengan gambar-Nya. Menjadi serupa dengan gambar-Nya, artinya menjadi murid Tuhan Yesus.
  5. Pemuliaan (Glorification)
  6. Mereka yang menjadi serupa dengan gambar-Nya, pada saat Tuhan Yesus datang di awan-awan untuk menjemput gereja-Nya, tubuh mereka akan menerima tubuh baru yang dimuliakan, atau yang dikenal dengan 'pemuliaan' (glorification). Dan setelah itu kita akan diangkat bersama-sama untuk bertemu dengan Yesus Kristus di awan-awan. Dan kita akan masuk sorga dan selanjutnya akan bersama-sama dengan Tuhan Yesus selama-lamanya. Haleluya!!

Alkitab Penuntun Hidup Berkelimpahan memberikan catatan penjelasan bahwa Kristus yang diam di dalam kita adalah jaminan untuk memperoleh kemuliaan dan hidup kekal. Ini akan terjadi hanya jikalau Ia tinggal di dalam kita dan kita terus menerus berhubungan erat dengan Dia. Kita hidup intim dengan Dia.

Perjumpaan kita dengan Yesus, Pembawa Pengharapan Baru, akan mengubah jalan hidup kita secara radikal. Hal ini seperti yang dikatakan dalam 1 Petrus 1:3-5,

Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan, untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu. Yaitu kamu, yang dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir.

Haleluya!!

Tema Natal Sinode Gereja Bethel Indonesia adalah: “Yesus Datang untuk Mengubah Jalan Hidupku.”

Dalam Alkitab kita melihat bagaimana perjumpaan pribadi dengan Yesus membuat jalan hidup Paulus berubah. Pada waktu Paulus sedang dalam perjalanan menuju Damsyik, dengan semangat yang menyala-nyala untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan, untuk menangkapi mereka dan membawanya ke Yerusalem; di sanalah justru jalan hidupnya berubah secara radikal.

Paulus mengalami perjumpaan secara pribadi dengan Tuhan Yesus. Saulus, si penganiaya murid-murid Tuhan Yesus, diubahkan Tuhan menjadi Paulus, seorang murid Yesus dan rasul yang menjadikan banyak orang menjadi murid Tuhan Yesus. Ia memberitakan Yesus di rumah-rumah ibadat dan mengatakan bahwa Yesus adalah anak Allah.

Perjumpaan kita secara pribadi dengan Yesus, Pembawa Pengharapan Baru. Perjumpaan itu juga harus mengubahkan kita menjadi murid Yesus. Setelah mengalami perjumpaan pribadi dengan Yesus, Pembawa Pengharapan Baru, Paulus berkata:

Dialah yang kami beritakan, apabila tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus. Itulah yang kuusahakan dan kupergumulkan dengan segala tenaga sesuai dengan kuasa-Nya, yang bekerja dengan kuat di dalam aku. (Kolose 1:28-29)

Jadi yang Paulus lakukan setelah dia berjumpa secara pribadi dengan Yesus, Pembawa Pengharapan Baru:

  1. Memberitakan Kristus dengan sekuat tenaga
    Tenaga yang dimaksudkan bukan dengan kekuatan sendiri melainkan dengan kekuatan Roh Kudus yang bekerja dengan kuat dalam dirinya.
  2. Tidak mengejar keuntungan bagi dirinya sendiri
    Semua yang Paulus lakukan ini, dia kerjakan bukan untuk mencari keuntungan bagi dirinya sendiri, melainkan bagi kepentingan jemaat, agar mereka semua dapat bertumbuh secara rohani, serta memimpin mereka kepada kesempurnaan dalam Kristus. Ini adalah semangat untuk memberitakan injil, semangat untuk memuridkan jemaat. Ini adalah semangat untuk menuntaskan Amanat Agung.

Saya mengajak kita semua untuk mengalami perjumpaan secara pribadi dengan Tuhan Yesus, Sang Pembawa Pengharapan Baru. Saya percaya kita akan melakukan seperti apa yang dilakukan oleh rasul Paulus. Sesuai dengan 2 Timotius 3:1,

Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.

Maka di tengah-tengah situasi dan kondisi yang tidak menentu ini, di mana prediksi kondisi perekonomian tidak semakin bertambah baik, resesi ekonomi di depan mata dan berita-berita terkait inflasi membuat kita ketakutan dan panik. Ingatlah, Yesus memberikan pengharapan yang baru bagi kita.

Mungkin juga ada di antara kita yang bertanya-tanya, mengapa masalah-masalah datang silih berganti seperti tidak habis-habisnya terutama di tengah- tengah pandemi ini? Dalam hal ini rasul Paulus menjawab dalam Roma 5:3-5,

Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

Haleluya!!

Juga Roma 12:12,

Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!

Di sini diingatkan bahwa dalam setiap tantangan, kesesakan, selalu ada pengharapan. Karena itu kita harus tetap bersukacita, harus sabar dan bertekun dalam doa.

Mari, saya ajak Saudara untuk memperkatakan Roma 8:28,

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu, [enak maupun tidak enak], untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Karena itu, kita harus bersukacita dalam pengharapan karena pengharapan dalam Kristus tidak akan mengecewakan.

Tuhan Yesus dalam Markus 4:29 mengingatkan kita bahwa musim menuai sudah tiba, musim menuai sudah tiba. Api Roh Kudus yang dahsyat dari Pentakosta Ketiga sudah dicurahkan. Saya mengajak agar kita semua untuk percaya dan terus berharap kepada Tuhan. Tuhan sedang membersihkan gereja-Nya; dosa-dosa yang tersembunyi sedang dibuka.

Tuhan mau gereja Tuhan menjadi kudus sehingga kebangunan rohani dan penuaian jiwa yang terbesar dan yang terakhir terjadi. Kedatangan Tuhan Yesus untuk kedua kalinya sudah, sudah sangat, sangat dekat. Waktunya sudah sangat, sangat singkat. Salah satu tanda kedatangan Tuhan adalah kalau Amanat Agung selesai. Tuhan mengingatkan kita bahwa tugas utama kita adalah menyelesaikan Amanat Agung. Kita harus memuridkan.

Perlu diingat bahwa yang bisa memuridkan adalah murid. Karena itu kita semua harus menjadi murid Tuhan Yesus. Sesuai dengan 1 Yohanes 2:6 bahwa murid Tuhan Yesus adalah mereka yang hidupnya sama seperti Kristus telah hidup. Karena hidup sama seperti Kristus telah hidup, maka kita akan menjadi serupa dengan gambar-Nya.

Sekali lagi saya ingatkan bahwa goal kita sebagai orang Kristen adalah menjadi serupa dengan gambar-Nya, menjadi orang yang mempunyai sifat yang serupa dengan Kristus.

1 Korintus 13:13 berkata:

Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.

'Kasih' di sini artinya mempunyai sifat serupa dengan Kristus. Kasih lebih besar dari iman dan pengharapan. Jadi yang paling besar dalam kerajaan Allah adalah mereka yang mempunyai sifat serupa dengan Kristus, yaitu mereka yang hidup saleh dan mengasihi Tuhan, bukan mereka yang besar dengan prestasi lahiriah. Untuk menjadi serupa dengan gambar-Nya, kita harus mempunyai iman yang kuat dan pengharapan yang kuat kepada Tuhan.

Sekali lagi saya ingin mengingatkan kepada kita semua bahwa hanya mereka yang serupa dengan gambar-Nya yaitu murid Tuhan Yesus saja yang akan masuk sorga.

Waktu kedatangan sudah semakin dekat, mari kita semakin serius untuk mempersiapkan diri kita untuk menjadi murid, menjadi serupa dengan gambar-Nya, sehingga pada saat Dia datang di awan-awan, kita akan ikut dalam pengangkatan dan selanjutnya masuk surga bersama Tuhan Yesus.

Selamat Hari Natal 2022!

Tuhan Yesus memberkati Saudara semua berlimpah-limpah-limpah. Amin.

Video