Stronger Together! Strategi iblis untuk melemahkan pengurapan dan kuasa (Pdt David Sulardi)

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari

Saudara, pengurapan dan kuasa itu seringkali tidak bisa efektif karena iblis coba menghalangi.

Shalom Bapak/Ibu, Saudara yang dikasihi Tuhan, semua masih semangat? Amin! Luar biasa, kita sudah ada dalam doa puasa raya hari yang ke-20, dan besok kita akan mendapatkan pesan-pesan Tuhan dan pengurapan Tuhan melalui Gembala kita.

Kalau kita simpulkan dari awal, Gembala kita sudah menyampaikan supaya kita terus unity, tali tiga lembar tidak mudah diputuskan, kita harus kuat dari keluarga, kalau keluarga kuat, gereja kuat, maka bangsa juga kuat. Demikian juga terus dari Hamba-Hamba Tuhan yang menyampaikan supaya kita kuat secara roh, jiwa, dan tubuh. Juga disampaikan agar kita kuat dalam kuasa Allah, pengurapan, kebenaran Firman. Untuk itu, nanti bisa dibaca juga di website GBI Danau Bogor Raya. Di sana banyak khotbah-khotbah dan pengajaran-pengajaran yang bagus. Website kita banyak memberkati orang-orang di luar sana dan gereja-gereja lain.

Saudara, pengurapan dan kuasa itu seringkali tidak bisa efektif karena iblis coba menghalangi. Jadi iblis mencoba agar pengurapan itu tidak efektif.

Mungkin kita sering diurapi, entah dalam KKR, diurapi gembala, atau diurapi pendeta besar, tapi kalau kita sendiri tidak hati-hati dengan tipu daya iblis, maka kita akan kalah.

Matius 17:16-18,

Aku sudah membawanya kepada murid-murid-Mu, tetapi mereka tidak dapat menyembuhkannya."
Maka kata Yesus: "Hai kamu angkatan yang tidak percaya dan yang sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!"
Dengan keras Yesus menegor dia, lalu keluarlah setan itu dari padanya dan anak itupun sembuh seketika itu juga.

Murid-murid Yesus ketika mendoakan seorang anak yang sakit, tidak bisa sembuh. Kuasa pengurapan yang ada padanya tidak bisa berfungsi dengan baik. Yesus menegur karena mereka tidak percaya, ketakutan, dan banyak hal yang menyebabkan. Iblis senang akan hal itu, karena iblis mau setiap kita sebagai murid-murid Kristus tidak mampu menggunakan pengurapan dengan baik.

Sesuai Yesaya 61:1-3, seharusnya pengurapan itu berfungsi baik:

Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara, (Yesaya 61:1)
  • Banyak orang terkurung oleh masalah, pergumulan yang tidak bisa diselesaikan. Tapi orang yang diurapi harusnya bisa menyelesaikan masalah itu.
untuk memberitakan tahun rahmat TUHAN dan hari pembalasan Allah kita, untuk menghibur semua orang berkabung, (Yesaya 61:2)
  • Kita mendatangkan penghiburan, bukan mendatangkan luka bagi orang lain. Orang yang diurapi, mengalir urapan itu dengan manifestasi yang memberkati banyak orang.
untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar, supaya orang menyebutkan mereka "pohon tarbantin kebenaran", "tanaman TUHAN" untuk memperlihatkan keagungan-Nya. (Yesaya 61:3)
  • Kita lihat, tujuan akhir dari pengurapan itu untuk menunjukkan keagungan, siapapun sama. Memang ada yang menjadi pendeta, diaken, pengerja, jemaat. Tapi di hadapan Allah kita adalah utusan-utusan, murid-murid Tuhan yang diurapi, bahkan Tuhan katakan, kamu akan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari yang Tuhan Yesus lakukan. Tapi seringkali pengurapan yang ada pada kita tidak berfungsi akibat tipu daya iblis.

Dalam Kisah 10:38, Yesus juga diurapi dan dapat menggunakan pengurapan itu dengan baik,

yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia.

Orang yang diurapi akan disertai Tuhan. Bahkan bukan hanya untuk hal-hal rohani. Dalam pekerjaan kita juga kita butuh pengurapan. Seorang yang diurapi akan mampu melakukan pekerjaan dengan baik. Seperti Yusuf disertai Tuhan, sehingga apa yang dikerjakan Yusuf berhasil. Pengurapan adalah otoritas Ilahi dari Tuhan untuk melakukan tugas tertentu kepada kita.

Urapan itu tugas tertentu diberikan kepada kita.

  • Satu kali ada seorang Ibu di Jawa Timur, seorang yang tidak berpendidikan. Dia berdoa, Tuhan urapi aku supaya hidupku berubah, aku ingin memiliki usaha. Dia berdoa menjerit, berteriak kepada Tuhan. Tiba-tiba Tuhan sampaikan sesuatu, Aku urapi kamu untuk masak! Waktu terima itu, dia bingung, ini benar dari Tuhan atau tidak. Akhirnya, Tuhan suruh dia pergi ke kebun, lihat ada banyak bumbu-bumbu di sana dan banyak sayur dia ambil. Dia masak labu, dia berikan kepada ibunya, ibunya berkata, kok masakanmu enak banget, ini labu berbeda dengan labu yang lain. Semua yang dimasak enak, ada ide kreatif. Dengan pengurapan itu, dia menjadi salah satu supplier bumbu ke istana. Kenapa? Karena pengurapan.

Pengurapan bukan selalu hal yang besar dulu, tapi mulai dari hal yang kecil juga. Saya berdoa, yang berdagang diurapi, yang bekerja diurapi, yang usaha diurapi, kita minta dari Tuhan.

  • Satu kali ada seorang yang sudah bangkrut, dia minta pengurapan dari Tuhan. Tiba-tiba Tuhan berbicara melalui seseorang, baca Alkitab 30 pasal sehari. Dia bingung, tapi dia lakukan, dan karena sedang menganggur maka dia bisa baca begitu banyak karena tidak ada kerjaan. Tiba-tiba Tuhan suruh dia bertindak sekarang. Lalu di tetangganya ada tulisan rumah dijual. Dia tawarkan rumah itu ke mana-mana, dan akhirnya dia laku menjual rumah dari orang-orang yang tulis dijual itu, lalu dia diberkati Tuhan.

Saya berdoa, di bidang apapun, sales, marketing, Saudara diurapi.

Apa yang menyebabkan pengurapan tidak efektif?

#1 Ketakutan

Pikiran yang takut akan melahirkan roh yang ragu-ragu dan tanpa kuasa. Ancaman terbesar iman kita adalah takut gagal. Mungkin kita berkata, saya sudah mencoba 5x dan gagal, akhirnya kita takut dan tidak mau mencoba kembali.

Thomas Alva Edison ribuan kali gagal, tapi dia berkata bahwa setiap kali gagal, itu bukan kegagalan, tapi sedang mencoba hal-hal yang baru dan menemukan cara baru untuk saya sukses.

Jangan takut mencoba, Tuhan menyertai kita, bahkan di tahun depan yang dianggap gelap.

… janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau; Aku akan memberkati engkau dan membuat banyak keturunanmu karena Abraham, hamba-Ku itu." (Kejadian 26:24)

#2 Kelelahan

Iblis mungkin banyak memberikan banyak pekerjaan, hati-hati dengan banyak kegiatan, seringkali melelahkan fisik, jiwa, roh, mental kita. Hati-hati dengan kelelahan, jika lelah fisik segera istirahat. Ketika lelah secara jiwa, segera minta damai sejahtera dan sukacita dari Tuhan. Ketika lelah secara roh, Saudara lelah melayani, mintalah segera urapan baru dari Tuhan.

Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. (Ibrani 12:1)

Beban harus ditanggalkan. Apa itu beban dalam hidup kita? Mungkin beban kehidupan, mungkin beban itu adalah kondisi suami kita yang capek kita hadapi, tapi kita tahu kelelahan ini harus segera diatasi. Kelelahan mengakibatkan roh kemalasan. Malas kerja, malas melayani suami, malas ngobrol dengan istri. Kenapa? Capek menghadapi dia. Survei berkata banyak perceraian terjadi bukan karena tidak cinta lagi, tapi karena merasa capek. Capek menghadapi istri model begini, capek menghadapi suami model begini. Hati-hati dengan kelelahan. Akhirnya kelelahan melahirkan keterikatan, ketergantungan, akhirnya tidak mau belajar. Anak-anak lari ke games, narkoba, pornografi, karena lelah secara roh, jiwa, dan tubuh.

#3 Kurang disiplin

Disiplin artinya melakukan sesuatu secara otomatis. Disiplin itu orang melakukan terus-menerus sehingga akhirnya menjadi kebiasaan. Disiplin artinya "menunda kepuasan". Anda akan maju secara maksimal bila menunda kepuasan untuk meraih tujuan.

Contohnya, seorang maestro All England, Rudi Hartono, salah satu hamba Tuhan di gereja kita juga. Waktu masih sekolah, dia jam 5 pagi harus bangun, lari puluhan km, latihan bulu tangkis, selama 5 tahun di bawah bimbingan ayahnya yang bertangan besi, sehingga dia menjadi pemain bulu tangkis yang luar biasa legendaris dari Indonesia. Karena apa? Karena disiplin.

Disiplin ada dua:

  • Pertama, dari luar, artinya harus ditekan. Anak Saudara latih. Seperti pagi ini diprogramkan, ayo doa pagi, akhirnya kita ikut. Itu dari luar.
  • Kedua, disiplin dari dalam. Yesus bangun pagi-pagi benar berdoa, tidak disuruh, tapi dia mencari Bapa.

Disiplin itu penting, disiplinkan diri Saudara untuk melakukan segala sesuatu dengan baik.

Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. … (1 Korintus 9:25)

#4 Mengejar kepentingan pribadi

Taktik iblis keempat adalah mengejar kepentingan diri, lupa memikirkan bagaimana perasaan kehendak Tuhan. Seringkali ada yang berkata, Tuhan aku ngga punya waktu untuk melakukan apa yang Engkau mau. Misalnya, harus ibadah, baca Alkitab, doa. Aku terlalu sibuk dengan pekerjaan dan mimpiku. Kuasa dan pengurapan terhimpit oleh kepentingan pribadi. Orang yang terbakar api cinta kepada Tuhan akan berjalan dalam kuasa dan pengurapan.

Daniel terbakar oleh api cinta, dia tiga kali sehari berdoa, dia menjadi orang yang diurapi, punya hikmat luar biasa.

Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. (Matius 6:33)

Bagaimana kita mengejar kepentingan Tuhan, menyukakan hati Tuhan, maka kita akan melihat urapan itu berlipat kali ganda.

#5 Kurang motivasi dan hasrat

Kelima, apa yang membuat pengurapan tidak efektif, adalah kurang motivasi dan hasrat. Iblis memecah belah motivasi dan hasrat kita. Untuk melumpuhkan pengurapan dan kuasa dalam hidup kita. Orang yang terbakar hasrat kerinduan yang kuat akan kuasa dan hadirat Tuhan, akan melakukan hal-hal yang hebat. Tuhan mau kita melakukan ini dengan sungguh-sungguh.

Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. (Roma 12:11)

Penutup

Lima hal ini yang kita siapkan untuk tahun depan supaya Saudara tidak ditipu Iblis dan Saudara diberkati Tuhan.

Video