Pure as gold (Pdt Sutadi Rusli)

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Shalom, Saudara yang dikasihi Tuhan, hari ini saya memberikan satu tema kepada Saudara. Temanya adalah pure as gold, murni seperti emas.

Shalom, Saudara yang dikasihi Tuhan, hari ini saya memberikan satu tema kepada Saudara. Temanya adalah pure as gold, murni seperti emas.

Ayub 23:10,

Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas.

Saudara tentu tahu cerita mengenai Ayub, orang yang saleh, takut akan Tuhan, menjauhi kejahatan, luar biasa. Tapi dia mengalami peristiwa yang begitu dahsyat di dalam hidupnya. Anak dan kekayaan habis dalam waktu sekejap, dan itu belum berhenti. Sakit penyakitnya sungguh-sungguh menyakiti hidupnya dia. Tetapi ternyata waktu dia memiliki semua respon dengan baik maka yang terjadi dia dipulihkan oleh Tuhan dua kali lipat. Saudara yang dikasihi Tuhan dari ayat yang singkat tadi ada dua hal yang menjadi pesan Tuhan bagi kita pada pagi hari ini.

#1 Dia Penjunan dan kita tanah liat

Yeremia 18:6,

"Masakan Aku tidak dapat bertindak kepada kamu seperti tukang periuk ini, hai kaum Israel!, demikianlah firman TUHAN. Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku, hai kaum Israel!

Saudara cukup lama sekali, pada waktu itu saya ajak Ibu Fanny dan Alyssa semacam study tour kecil-kecilan ke satu daerah dekat kota Cirebon namanya adalah daerah Jatiwangi. Jatiwangi terkenal sebagai produsen genteng, tanah liat. Kami berhenti di situ, masuk ke dalam, dan mereka sedang memproduksi yaitu genteng-genteng yang dibuat dari tanah liat. Ada satu konter di dalam, tempat orang membuat gentong, pot, vas, dari tanah liat. Kita perhatikan bagaimana yang dilakukan seseorang yang membentuk pot, vas, atau gentong, saya katakan dia adalah seorang penjunan. Dia ambil tanah, ditempatkan di tempat yang bisa berputar, lalu dia mulai bentuk dengan tangannya, ada batu kecil dia ambil, kotoran sedikit dia ambil, supaya bentuknya menjadi murni, sesuatu yang bagus, indah, dilihat. Itu adalah bagaimana Tuhan sedang membentuk kita. Kita ini tanah liat yang sedang dibentuk oleh Tuhan. Ayub sedang dibentuk oleh Tuhan pada waktu itu. Mengalami hal-hal yang tidak enak rasanya, sedang dibentuk.

Yeremia 1:5,

"Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa."

Ada terjemahan bahasa Inggris :“squeeze”, diperas, Saudara yang dikasihi Tuhan. Jam 10 pagi sedang panas, Saudara keluar dari gedung ini yang kita nyaman ada di dalam AC, lalu Saudara haus dan ternyata di ujung jalan keluar dari sini ada tukang yang jualan es jeruk. Apa yang dilakukan oleh tukang es jeruk? Dia ambil jeruk satu buah, dia potong jeruk itu, dan ambil perasan, lalu keluar air jeruk yang murni. Mau tidak mau, Saudara pasti diperas oleh Tuhan, supaya muncul kemurnian di dalam hidup setiap orang-orang percaya. Amin!

Roh Kudus hari-hari ini sedang memeras kita semuanya, karena Dia segera datang untuk menjemput setiap Saudara dan saya. Siapkan diri Saudara baik-baik, dalam era pencurahan Roh Kudus yang terbesar dan yang terakhir, Tuhan mau setiap Saudara menjadi umat-umat Tuhan yang layak untuk masuk di dalam kerajaan-Nya. Jika Saudara tadi datang dan duduk pada hari ini, dapat saja kursi yang Saudara duduki warnanya api “oranye”, ada dekorasi dan warna “oranye” itu lambang dari api Roh Kudus. Saudara hari-hari ini, Roh Kudus sedang bekerja untuk memurnikan umat-Nya agar setiap Saudara dan saya menjadi umat-umat Tuhan yang layak untuk menantikan dan masukan di dalam kerajaan Sorga. Amin!

Jadi yang pertama dari ayat yang singkat dari Ayub 23:10, Tuhan pesan kepada kita: Dia adalah penjunan, kita tanah liat. Waktu kita lihat orang membuat pot atau vas, tanah liat itu tidak dapat apa-apa, dia tidak dapat berontak. Tuhan mau kita semua seperti itu, waktu kita mengalami segala sesuatu yang tidak enak rasanya bagi kita sedang dibersihkan oleh Tuhan, tentu tidak enak. Tapi Tuhan mau kita semua keluar kemurnian kita, hati yang murni, pikirannya murni, perkataannya murni, perilakunya murni. Itu yang Tuhan inginkan dalam hidup kita.

#2 Ujilah Aku

Ayub 23:10,

Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas.

Nyanyi:

Ujilah Aku Tuhan
Cobalah aku Tuhan
Selidiki hatiku dan batinku
Mataku tertuju pada-Mu

Aku cinta padaMu Tuhan
Aku rindu hadiratMu Tuhan
Aku ingin selalu dekat pada-Mu
Menikmati kehadiran-Mu

Kunyanyi Hosana
Bagi Rajaku yang duduk di takhta
Aku muliakan dan Ku agungkan
Kau layak disembah

Waktu kita diuji, bagaimana respons kita itulah yang akan menentukan hasil ujiannya. Waktu Saudara mengalami ujian, dari SD ke SMP dan Saudara membaca pertanyaan, bagaimana respons kita? Marah-marah, susah sekali pertanyaannya, akhirnya karena kita kesal kertas ujian dirobek-robek. Lulus atau tidak? Tentu tidak. Mungkin dikeluarkan karena responnya tidak bagus. Saudara ingat waktu Raja Daud mengalami kejatuhan dengan Batsyeba. Nabi Nathan datang menegur Raja Daud. Bagaimana respons Raja Daud?

Mazmur 51:5,

Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan doaku.

Dia bergumul dan dia menang, Saudara! Jika hari-hari ini Saudara dan saya sedang mengalami pergumulan untuk menjadi pelaku Firman Tuhan, dengan kekuatan dan pengurapan Roh Kudus, setiap kita harus keluar sebagai orang-orang pemenang bahkan lebih dari dari pemenang.

Saya ingat mengenai kesaksian tentang seorang wanita yang sederhana dari satu gereja besar di Korea Selatan. Waktu Dia dengar Gembalanya berkata, “Saya tidak akan membaptis orang yang belum mengembalikan persepuluhan.” Ibu ini sederhana, dia bergumul, satu waktu Dia membaca ayat emas orang Kristen.

Maleakhi 3:10a,

Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku

Saudara, waktu ibu ini membaca, ini menjadi rhema, Karena menurut akal pikiran manusia jika mengembalikan persepuluhan sesuai pendapatannya pasti akan berkekurangan. Tapi waktu dia membaca kata-kata, “ujilah aku”, itu dia lakukan. Waktu dia lakukan ternyata Tuhan kita tidak pernah berbohong, mengingkari janji-Nya. Jika gedung Grha Amal Kasih ini boleh berdiri, itu karena Tuhan kita tidak pernah mengingkari janji-Nya. Janji-Nya untuk setiap Saudara dan saya pasti digenapi!

Penutup

1 Korintus 3:12-13,

Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami, sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu.

Api Roh Kudus sedang dicurahkan, Dia mau menguji kita. Tuhan ingatkan kita ayo kita buka hati kita, agar kita semuanya benar-benar dibersihkan. Dia tidak dapat melihat hal-hal yang tidak berkenan, Dia bersihkan kita agar kita masuk di dalam kerajaan Surga. Tuhan berkati kita semua. Amin.

Video