The seven mountains: Church (Pdt David Sulardi)

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari

Prolog (Gisela Kilisya)

Selamat pagi Bapak/Ibu, hari ini kita akan masuk ke gunung yang terakhir kita bahas yaitu bagian church.

Pembicara hari ini lahir dari Magetan dari keluarga Kejawen. Anak keenam dari delapan bersaudara sebagai muslim yang sangat taat. Lulusan S1 seminari Bethel Jakarta. Sejak lulus SMA melayani sebagai ketua remaja di GBI Palosan. Setelah lulus kuliah mengajar di SMP Bethel Petamburan. Tahun 1990 mengajar di SMP dan SMA Ganesa Bogor. Beliau juga pernah ditugaskan melayani di GBI Batutulis Bogor dan GBI Bandung. Pada tahun 1996 beliau bergabung di GBI Danau Bogor Raya, saat ini beliau menjabat sebagai Kepala Departemen Doa GBI Rayon 7, Guru KOM, Guru BPN, Guru Diklat Doa dan HMC, Gembala di GBI Kawasan Puncak, pengurus Yayasan Amal Kasih Sehati, Wakil Gembala Rayon Divisi Profetik-Apostolik, dan Dewan Pengarah Jaringan Doa Regional Jawa Barat.

Church (Pdt David Sulardi)

Shalom Bapak/Ibu, Saudara kita sudah mendengar bagaimana sharing demi sharing dari teman-teman kita di 20 hari, dan enam gunung yang dibahas satu persatu dengan luar biasa.

Satu hal yang penting di akhir terobosan kita adalah mari kita tangkap pengurapan dan juga kita menerima sebuah terobosan. Karena dari awal yang saya lihat dari 21 hari puasa ini di tangan Gembala Sidang ada pengurapan yang akan dilepaskan untuk 7 gunung ini. Saya percaya pengurapan yang akan mengalir kepada kita semua sebagai anak-anak rohani dari beliau kita akan tangkap bersama-sama.

Bapak/Ibu yang dikasihi Tuhan, saya bergabung tahun 1996 bersama gereja di Danau Bogor Raya. Waktu itu saya ingat, Pak Rusli datang ke rumah menyampaikan, “Pak David, apakah Pak David mau bergabung dengan kita?” Saudara-Saudara akhirnya saya bergabung. Bapak/Ibu, waktu saya bergabung Pak Rusli tidak menjanjikan apa-apa, karena beliau hanya menawarkan untuk masuk bekerjasama di GBI Danau Bogor Raya. Jadi tanpa satu janji apapun yang beliau sampaikan. Posisi saya waktu itu sebagai Gembala Sidang di salah satu gereja, saya pendeta penuh waktu itu, dan Pak Rusli waktu itu masih Pdp tahun 1996. Saudara pada waktu saya bergabung, saya tidak membawa jabatan saya, saya tanggalkan semua dari gereja saya yang lama dan saya berkata saya tidak mau membawa apapun ke Rayon 7 selain diri saya.

Saya ikuti semua diklat, Diklat FA, semua diklat saya ikuti, SOM sampai Advance. Saya mulai dari Danau Bogor Raya sebagai pengerja, saya mengambil kolekte pada waktu itu. Saya ingat sewaktu kolekte saya tidak punya jas hitam, sampai saya pakai jas krem. Pak Rusli katakan, “Pak David nanti ambil jas ke rumah.” Waktu itu ada jas seragam warna biru dongker, itu seragam tahun 1996. Lalu Saudara saya mulai dari awal. Saya tanggalkan, saya ikuti semua dengan baik, saya berkata bahwa “Tuhan karena saya mau bergabung di sini apa yang harus saya lakukan?” Saya harus menanggalkan semua, jika hari ini posisi-posisi yang Tuhan percayakan melalui gembala sidang itu murni tidak ada lagi dalam hal yang lama. Saya tidak mau pakai pengalaman saya dahulu, saya tanggalkan semua, saya ikut semua, sampai KOM 400 saya ikut semua.

Ketaatan Penting

Bapak/Ibu ketaatan itu penting, tanpa ketaatan saya yakin kita tidak dapat berbuat apa-apa. Saya tahu setelah saya bergabung di gereja ini, baik pribadi saya, karunia, talenta, bahkan berkat dilimpahkan dalam hidup saya. Banyak tawaran untuk saya melayani di tempat lain tetapi saya berkata saya tidak mau karena hidup saya adalah pelayanan. Karena gereja Tuhan adalah panggilan saya, saya hidup dan mati ada di gereja Tuhan dan saya bersyukur dengan bergabung di gereja di bawah Pak Rusli, di bawah pimpinan beliau saya boleh bertumbuh dan keluarga saya, serta talenta, karunia, dan posisi-posisi yang beliau percayakan karena sebuah pengurapan yang mengalir yang saya terima.

Hanya satu kata yang saya taruh dalam diri saya adalah ketaatan dan kerendahan hati untuk saya mengikuti apapun yang diminta oleh gembala sidang. Dalam segala pelayanan, ke manapun diutus, apapun bidang pelayanan saya lakukan walaupun saya tidak sempurna, banyak kekurangan, tapi sampai hari ini Puji Tuhan saya dapat menjadi bagian dari Rayon 7. Dari satu gereja menjadi 40 gereja dan semua itu karena kasih karunia Tuhan. Kita memasuki sebuah terobosan bagi Rayon 7. Saudara, gereja ini adalah puncak dari tujuh gunung, di bagian paling bawah dan nomor satu adalah family dan terus di ujung terakhir puncak gunungnya adalah church, gereja Tuhan. Ini harus kita pahami, dasar semua ini dari keluarga sampai ke gereja. Nomor dua sampai nomor enam itu adalah dampak dari keluarga yang benar-benar menjadi Kristen yang berkualitas dan juga gereja yang berkualitas, dampaknya akan ke bisnis, pemerintahan, media, semua itu adalah dampak.

Sumber berkat di atas segala gunung

Yesaya 2:2,

Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung tempat rumah TUHAN akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana,

Jadi gereja Tuhan, menjadi sumber di atas segala gunung untuk menjadi berkat bagi semua gunung-gunung yang lain. Segala bangsa akan berduyun-duyun dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata. Mari kita naik ke gunung Tuhan, ke rumah Allah Yakub. Ini yang Bapak/Ibu kita harus tangkap sama-sama. Ada seorang yang namanya John Calvin dilahirkan di Perancis tahun 1506 dari keluarga terpandang dan berpendidikan. Ini contoh bagaimana beliau mengubah, seorang transformator yang luar biasa. Dia mengubah negara dan kota Jenewa yang chaos pada waktu itu menjadi negara dan kota yang luar biasa. Calvin menghadapi masalah teologis dan filosofis tetapi juga hal-hal praktis dalam kemasyarakatan. Dari hasil perjuangan beliau bukan sekedar reformator gereja terbesar tetapi juga mempengaruhi seluruh aspek baik sejarah, hukum, seni, ekonomi, literatur, filsafat, politik, ilmu pengetahuan, dunia usaha, musik, pengobatan, dan jurnalis. Satu pertanyaan yang Calvin tanyakan adalah “mengapa realitas hidup masyarakat jauh berbeda dengan idealisme sosial Kristen padahal di sana gereja hadir.” Gereja pada waktu itu tidak membawa dampak apa-apa. Kondisi gereja justru jauh dari nilai-nilai garam dan terang dunia, di dalam gereja ada kegelapan. Calvin membawa pengaruh yang luar biasa di dalam gereja sendiri maupun di dalam masyarakat.

Banyak contoh yang lain, ada George Whitefield juga mempengaruhi sebagian besar uangnya untuk membangun panti asuhan pada masa kolonial Georgia. Lalu, William Wilberforce juga bertahan puluhan tahun di parlemen Inggris untuk menghapus perbudakan, dia berjuang di pemerintahan. Lalu William Carey yang menghapus ritual di India selama berabad-abad, saat seorang suami meninggal maka istrinya harus dibakar hidup-hidup. George Muller melayani kurang lebih 2000 anak yatim piatu di Bristol Inggris. Ini orang-orang yang mempengaruhi dunia dan masyarakat. Charles Spurgeon membangun lebih dari 17 rumah bagi para janda berusia lanjut dan panti asuhan bagi ratusan anak-anak berbagai etnis, 66 lembaga pelayanan di daerah miskin di Kota London. Juga pada waktu itu banyak orang Kristen mendirikan pendidikan, yatim piatu, dan para wanita hamil di luar nikah mereka sambut dengan baik. Yang pasti, gereja adalah komunitas yang peduli kepada sesama seperti Tuhan Yesus peduli dan kita harus meniru, kata Kristen artinya pengikut atau peniru-peniru Kristus. Jadi ini yang kita harus mulai tangkap hari ini.

Calvin juga berkata tidak ada yang lebih mulia bagi orang Kristen selain meniru Tuhan Yesus Kristus dalam perbuatan nyata yaitu berbuat baik kepada sesama. Jadi kita berdoa agar kita memiliki pengaruh. Di Indonesia ada seseorang namanya Ibu Elisabeth dia seorang pendoa, sekarang dia Hamba Tuhan pada usia 32 tahun dia mengalami kecelakaan benturan keras sehingga kehilangan penglihatannya. Tahun 1998 menderita kanker otak dan divonis hidupnya hanya beberapa tahun saja, tetapi beliau mempengaruhi banyak hal di kota dan desa. Mendirikan kelompok wanita tani dan mengubah desa-desa tertinggal menjadi desa-desa maju. Banyak desa diubahkan. Menyampaikan juga ada ide membangun 1000 sumur di Tlogoweru, desa ini yang dahulu tertinggal menjadi desa percontohan nasional. Walaupun beliau tunanetra tetapi beliau membawa pengaruh untuk keadaan di sekitarnya pada hari-hari ini.

Benang merah: menjadi garam dunia

Bapak/Ibu yang dikasihi Tuhan pada waktu saya mengikut satu per satu sharing dari teman-teman kita di segala bidang. Di tujuh atau enam gunung sebelumnya. Saya menemukan benang merah yang ada di dalam kitab:

Matius 5:13-16,

"Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."

Berulang-ulang teman-teman kita dari Pak Nathan, dari Alyssa, yang lain ini bicara tentang garam dunia. Ini adalah panggilan dan identitas kita sebagai gereja Tuhan dan orang Kristen. Jadi Saudara-Saudara kita tidak mungkin dapat mempengaruhi tujuh gunung atau enam gunung jika kita sebagai gereja Tuhan tidak memiliki identitas yang baik seperti garam. Kita tidak dipengaruhi gaya dan sistem dunia tetapi kita mempengaruhi dunia. Kita bekerja di pemerintah seperti Pak Rudy cerita bagaimana sulit naik jabatan, tetapi beliau bertahan dan mempengaruhi di bidangnya. Banyak yang terjadi, Gisel cerita bahwa pengaruh di entertain luar biasa tetapi dia punya identitas yang jelas. Identitas di dunia bisnis Alyssa cerita hari Minggu tutup, dia lakukan itu. Mengubah dunia bukan diubah dunia. Gereja adalah gunung tertinggi yang akan mempengaruhi gunung yang lain. Enam bidang ini dipengaruhi seperti keluarga, pemerintah, semua akan dipengaruhi oleh gereja. Maka itu gereja memiliki peran penting.

Mengalirkan sungai dari Bait Suci Tuhan

Gereja harus melakukan perbuatan-perbuatan yang baik di depan semua orang. Ini waktunya gereja berbuat baik agar semua orang memuliakan Bapa di surga. Kehadiran gereja harus menjadi berkat. Kira-kira gereja seperti apa yang Tuhan rencanakan, maka saya menemukan di Yehezkiel 47:1-12 yaitu sungai yang mengalir dari ambang bait suci Tuhan, ke manapun sungai itu mengalir ikan-ikan menjadi banyak, laut mati menjadi hidup, dan pohon-pohon tumbuh dengan luar biasa. Maka itu saya menyimpulkan ada enam hal yang kita juga harus doakan supaya gereja kita di Rayon 7:

  1. Gereja adalah Rumah Tuhan dalam Perjanjian Baru adalah aliran sungai Roh Kudus (pengurapan, hadirat, kuasa Roh Kudus)
  2. Orang Kristen harus terus bertumbuh sempurna seperti Yesus atau tenggelam dalam pimpinan Roh Kudus
  3. Orang Kristen harus tertanam di tepi sungainya Tuhan agar berbuah lebat dan berhasil.
  4. Ke manapun gereja melayani akan membawa perubahan dan kehidupan baru yang diberkati
  5. Gereja menjadi penjala Amanat Agung penuaian terbesar akan terjadi.
  6. Gereja dan umat Tuhan harus berbuah lebat dan menjadi sumber berkat dan mujizat kesembuhan bagi bangsa-bangsa.

Pengurapan dan otoritas

Terakhir Saudara, kita tahu ini bicara pengurapan, di akhir puasa kita tanggal 21 besok, gembala kita akan melepaskan pengurapan. Pengurapan itu mengalir dari kepala. Perhatikan di sini:

Mazmur 133:1-3,

Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun! Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya. Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.

Kepala kita di Rayon 7, mengalir ke janggut wakil gembala cabang ranting, sampai ke jubah, dan seluruh jemaat menerima pengurapan ini. Seperti embun, Gunung Hermon, gereja, gunung yang tinggi akan turun ke gunung-gunung yang lain, di mana kita berada. Ke sanalah Tuhan memerintahkan berkat untuk selama-lamanya. Waktu saya berdoa saya melihat di tangan gembala ada pengurapan dan beliau akan lepaskan pengurapan. Di tangan kirinya ada tongkat, itu bicara tentang otoritas. Otoritas dan pengurapan akan diberikan. Saya berdoa kita semua akan mengalami terobosan di sebuah bidang.

Ketika saya menggembalakan di Cisarua bersama Pak Jansen, saya berkata antara gereja dan dunia usaha harus menjadi satu kesatuan. Bapak di gereja diurapi dan bapak membawa ini ke bisnis, ini kesaksian yang luar biasa dari Pak Jansen. Di tengah pandemi tidak ada satu orang pun di PHK, ada ribuan karyawan, dan Saudara tahu beliau harus berikan makan begitu banyak satwa. Saudara, 800 kg daging setiap hari itu harus diberikan, dan Saudara tahu beliau menerima dan sangat haus akan pengurapan. Beliau sangat menghargai saya sebagai gembala, dia sangat rendah hati dan begitu setia mengikuti doa, dia percaya, serta kami mengambil keputusan untuk terus doa keliling di Taman Safari, Puncak. Saudara tahu dampaknya luar biasa TSI menjadi berkat bagi banyak orang, membawa pengaruh kepada dunia, Pak Jansen diangkat di pemerintahan dan gereja, serta beliau diberikan banyak pelayanan dan berkat. Sebagai gembala kita diberikan pengurapan, dan Gembala Sidang kita akan memberikan pengurapan yang akan dilepaskan puncaknya besok, mari kita tangkap sama-sama. (MGT)

Video