2010 the year of Breakthrough (Khotbah Pdt Ir Sutadi Rusli)

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
2010 the year of Breakthrough
Sutadi Rusli-091223.jpg

Pdt Ir Sutadi Rusli

Ringkasan Khotbah
KebaktianIbadah Buka Tahun
TanggalJumat, 1 Januari 2010
GerejaGBI Danau Bogor Raya
TempatWarta Jemaat Awal Tahun 2010
KotaBogor

1 Tawarikh 14:11, Allah telah menerobos musuhku dengan perantaraanku seperti air menerobos.

2010 the year of Breakthrough
Pemulihan, Kelimpahan, & Terobosan

Shalom, selamat memasuki tahun 2010 bagi kita semua. Tuhan memberikan tuntunan bahwa tahun 2010 adalah tahun terobosan. Artinya, Tuhan mau melakukan perkara yang lebih dahsyat lagi dalam kehidupan rohani Saudara, keluarga, kesehatan, pekerjaan, usaha, dan dalam seluruh aspek kehidupan Saudara.

Tahun Ayin

Sejak 18 September 2009, kita tahu bahwa dalam penanggalan orang Yahudi maka kita memasuki tahun 5770 atau yang juga disebut tahun Ayin. Ada 12 hal yang Tuhan pesankan dalam memasuki tahun Ayin ini:

  1. Tahun supranatural.
    Ada banyak perkara supranatural yang mau Tuhan kerjakan dalam hidup Saudara. Untuk itu, Saudara harus hidup menurut pimpinan Roh Kudus, dan bukan mengikuti keinginan daging.
  2. Jangan hidup dengan roh agamawi.
    Tuhan mau kita hidup dalam kebenaran firman Tuhan dan mengasihi Dia.
  3. Tahun di mana kita harus semakin mengasah senjata kita.
    Senjata kita ialah pedang roh, yaitu firman Allah. Ini berbicara bahwa di waktu-waktu ini kita harus semakin hidup dalam firman Allah, karena kita akan menghadapi peperangan rohani yang semakin dahsyat.
  4. Tahun Ayin juga berbicara mengenai tahun terobosan.
    Di tahun Ayin ini, Tuhan sendiri yang hendak melakukan terobosan dalam dan melalui hidup Saudara.
  5. Tahun peperangan melawan roh mamon.
    Firman Tuhan berkata bahwa cinta uang adalah akar dari segala kejahatan. Tuhan ingin kita memilih kepada siapa kita akan mengabdi: kepada Tuhan atau kepada mamon, karena kita tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Tuhan ingin agar kita mengasihi Dia lebih dari segala-galanya.
  6. Peperangan melawan penguasa-penguasa di udara,
    karena hari-hari ini kita akan melakukan peperangan rohani untuk merebut jiwa-jiwa dari cengkeraman iblis.
  7. Lihat dengan matanya Tuhan.
    Kalau kita mau mengalami terobosan, maka Tuhan minta agar kita tidak menggunakan pengertian kita sendiri, tetapi melihat dari sudut pandang-Nya, yaitu melihat melalui sudut pandang firman Tuhan, dan berjalan dengan iman dalam tuntunan-Nya.
  8. Bukan waktunya bermain-main lagi.
    Ini waktunya bagi gereja Tuhan untuk semakin beranjak dewasa dalam rohani, semakin bersungguh-sungguh dengan Tuhan.
  9. Kuatkan tanganmu.
    Hari-hari ke depan akan ada banyak tantangan dan pergumulan. Untuk itu, Tuhan berpesan agar kita menguatkan tangan kita.
  10. Jalan baru akan dibukakan untuk kita.
    Kalau ada di antara Saudara yang mengalami jalan buntu, mengalami jalan yang tertutup, justru Tuhan hendak membuka jalan yang baru bagi kita.
  11. Perhatikan dan lakukan perintah-perintah Tuhan.
    Kita harus semakin memperhatikan dengan seksama setiap tuntunan firman Tuhan, dan bukan hanya itu, kita harus melakukannya juga dalam kehidupan kita.
  12. Lawanlah iblis.
    Ini waktunya kita bangkit dan berperang melawan setiap tipu muslihat iblis.

Pasukan Gideon

Kalau kita simpulkan kedua belas poin di atas, maka kita akan melihat bahwa sebagian besar berbicara mengenai peperangan. Dan kalau kita melihat tuntunan Tuhan baik melalui Bapa Rohani kita (Pak Niko), maupun dari kita yang ada di Rayon 7, sebenarnya kita sedang dipersiapkan untuk memasuki peperangan rohani yang besar, untuk mengalami kemenangan yang besar pula. Tuhan telah berbicara kepada kita mengenai mempersiapkan pasukan Gideon. Tuhan juga sedang bangkitkan Generasi Yosua, yang berbicara mengenai generasi yang berperang.

Dan sebagai langkah nyata dari mempersiapkan tentara Tuhan tersebut, khususnya bagi para pelayan jemaat dan hamba-hambat Tuhan, kita diminta kembali untuk rekomitmen, dengan segala konsekuensinya, Tuhan sedang merapikan barisan tentara-Nya yang akan bertempur dalam peperangan besar untuk mengalami kemenangan besar. Dan Tuhan menuntut agar pasukan-Nya semakin memiliki kedisiplinan tinggi.

Mungkin pada saat kita diminta untuk meningkatkan komitmen dan kedisiplinan kita, ada di antara kita yang menggerutu, tetapi puji Tuhan, sekarang kita mengerti bahwa ada maksud dan rencana Tuhan yang luar biasa di balik semua hal tersebut, karena yang akan diberkati adalah Saudara sendiri yang mau melakukannya. Sama seperti Tuhan menyeleksi pasukan Gideon dari 32 ribu menjadi hanya 300 orang saja, tetapi melalui 300 tentara yang teruji tersebut Tuhan melakukan terobosan, demikian juga dengan kita, Tuhan mau kita lulus ujian seperti 300 tentara Gideon, agar Saudara dan saya dapat mengalami terobosan yang luar biasa yang hendak Tuhan kerjakan dalam hidup kita.

Terobosan

Memasuki tahun terobosan ini, yang pertama kita harus mengalami terobosan secara spiritual terlebih dahulu, karena jika secara rohani terjadi terobosan, maka secara jasmani juga akan mengikuti. Dan untuk itu kita akan membangun kembali kubu-kubu doa yang ada di setiap kelompok-kelompok COOL yang ada. Pada waktu kelompok-kelompok COOL yang ada mulai membangun kubu-kubu doa, maka kita akan melihat wilayah-wilayah di mana kelompok-kelompok COOL berada akan mulai mengalami terobosan secara rohani, dan jiwa-jiwa pun akan dituai. Untuk itu, saya menghimbau Saudara yang berjemaat yang belum bergabung dalam kelompok COOL, agar Saudara mulai bergabung, dan Saudara akan mulai mengalami pertumbuhan rohani serta terobosan demi terobosan. Selain itu, juga di setiap gereja cabang dan ranting yang ada, kita akan menggalakkan kembali rumah-rumah doa, di mana jemaat dan pelayan jemaat di setiap cabang dapat berkumpul untuk berdoa, memuji, dan menyembah Tuhan bersama-sama, sehingga terobosan akan mulai terjadi. Dan juga kita tahu tuntunan Tuhan bahwa tanpa menara doa, tidak ada penuaian. Menara doa hanya ada satu di setiap Rayon, di mana di tempat tersebut, cabang-cabang dan ranting-ranting yang ada akan mulai secara bergilir bersatu dalam doa, pujian, dan penyembahan bersama-sama, siang dan malam.

Waktu kita banyak mengambil waktu untuk masuk hadirat Tuhan dalam doa, pujian, dan penyembahan, maka kita akan dituntun oleh Tuhan. Ke depan, kita akan melihat tuntunan demi tuntunan Tuhan untuk membimbing kita mengalami rentetan terobosan sepanjang tahun ini.

Tuhan memberkati.

Sumber