Teladan Alkitab tentang berdoa yang dipimpin roh (1)

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
AyoSaatTeduh fitted.png

Teladan Alkitab tentang berdoa yang dipimpin roh (1)

Saat Teduh
Tanggal Rabu, 25 Desember 2019
Sebelumnya Selasa, 24 Desember 2019
Selanjutnya Kamis, 26 Desember 2019

Sebab itu sejak waktu kami mendengarnya, kami tiada berhenti-henti berdoa untuk kamu. Kami meminta, supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna, sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal. (Kolose 1:9-10)

Seperti telah kita lihat, Tuhan memanggil kita lewat berbagai cara untuk berdoa dengan tidak jemu-jemu. Setiap hari, setiap cara, setiap aspek hidup harus dihadapi melalui doa yang dipimpin oleh Roh. “Dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh” (Efesus 6:18). Sebagai tambahan dari panggilan untuk berdoa ini, Firman Tuhan juga memberikan kepada kita teladan ilahi mengenai doa. Dua renungan kita selanjutnya akan membahas contoh-contoh Alkitab perihal doa yang dipimpin Roh.

Rasul Paulus selalu berdoa untuk orang-orang percaya di Kolose: “kami tiada berhenti-henti berdoa untuk kamu.” Kehendak Allah menjadi pesan utama dari Roh Kudus yang harus didoakan oleh Paulus: “Kami meminta, supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan.” Kehendak Tuhan dinyatakan di dalam Firman-Nya. “Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu” (1 Tesalonika 4:3). “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu” (1 Tesalonika 5:18). Untuk sungguh-sungguh mengerti kehendak Allah dibutuhkan pengertian ilahi: “Segala hikmat dan pengertian yang benar.” Tentunya hal ini dikerjakan oleh Roh Kudus. “Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran” (Yohanes 16:13).

Tuhan memberitahukan kepada kita kehendak-Nya bukan sekedar agar kita tahu. Mengetahui kehendak Tuhan akan memimpin kita untuk tinggal di dalam kehendak-Nya. “Sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal.” Tuhan ingin kita hidup sesuai dengan kehendaknya. “Hanya, hendaklah hidupmu berpadanan dengan Injil Kristus” (Filipi 1:27). Ia ingin agar kita menyukai hal-hal yang menyenangkan Dia, bukan yang menyenangkan diri sendiri: “Ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan” (Efesus 5:10). Tuhan ingin berkarya agar hati kita seperti hati Daud. “Aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku” (Mazmur 40:9). Mengisi hati kita dengan kehendak Allah adalah inti dari karya Injil kasih karunia. “Aku akan mengadakan perjanjian baru” (Yeremia 31:31). “Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka” (Yeremia 31:33). “Ialah membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru” (2 Korintus 4:6). Hidup dalam doa dan pengandalan kepada kasih karunia Allah akan membuat kita menjadi “hamba-hamba Kristus yang dengan segenap hati melakukan kehendak Allah” (Efesus 6:6).

Doa

Ya Allah, aku ingin sepenuhnya hidup oleh karena kehendak-Mu, menyenangkan Engkau dengan segala cara. Oleh karena Firman-Mu, berikanlah kepadaku pengertian akan kehendak-Mu. Ajar aku untuk berdoa dipimpin oleh Roh Kudus, supaya kasih karunia-Mu menuntun aku melakukan kehendak-Mu. Amin.