Panggilan Yesus untuk berdoa dengan tidak jemu-jemu (2)

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
AyoSaatTeduh fitted.png

Panggilan Yesus untuk berdoa dengan tidak jemu-jemu (2)

Saat Teduh
Tanggal Selasa, 24 Desember 2019
Sebelumnya Senin, 23 Desember 2019
Selanjutnya Rabu, 25 Desember 2019

Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus. (Efesus 6:18)

Melalui Firman-Nya, Tuhan memanggil kita untuk memiliki kehidupan doa. “Tetaplah berdoa” (1 Tesalonika 5:17). Yesus memanggil kita untuk berdoa baik melalui pengajaran-Nya maupun teladan-Nya. “Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu” (Lukas 18:1). “Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana” (Markus 1:35). Ayat renungan kita hari ini juga merupakan panggilan untuk senantiasa berdoa.

Konteks ayat ini adalah mengenai selengkap senjata Allah yang tersedia bagi kita. “Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis” (Efesus 6:10-11). Perlengkapan senjata sorgawi ini dapat dikenakan dengan terus memandang Allah melalui doa. Tuhan sudah mempersiapkan banyak bentuk doa seperti pengakuan, pertobatan, permintaan, permohonan, ucapan syukur, bersuka cita, pujian, pengagungan dsb. Namun perlu diingat bahwa semua bentuk doa tersebut harus dilakukan “di dalam Roh.” Sama seperti semua area lainnya dalam hidup, kita harus mengandalkan Roh Kudus, Maka Ia akan memberikan tuntunan dan hikmat kepada kita.

Doa yang benar mencakup kewaspadaan rohani: “berjaga-jagalah di dalam doamu itu.” Ketika doa benar-benar dibutuhkan, kita lebih tergoda untuk tidur. Di taman Getsemani, ketiga murid Yesus tidak waspada terhadap kebutuhan yang besar untuk doa. “Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan” (Markus 14:38). Sekali lagi, kisah tersebut mengingatkan kita untuk selalu dibimbing oleh Roh Kudus. Lebih dari itu kebutuhan kita akan Roh Kudus karena dalam doa kita perlu keteguhan hati. Berdoa membutuhkan kegigihan rohani. Berdoa adalah pekerjaan rohani yang menuntut. Roh Kudus menjaga kita di dalam kekuatan kuasa Allah supaya kita dapat berdoa sesuai dengan kehendak Tuhan. Kadang kita diminta untuk berdoa bagi orang lain: “dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus.” Tidaklah salah berseru kepada Tuhan untuk permohonan pribadi kita. “Nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa” (Filipi 4:6). Namun, Allah ingin memakai kita di dalam hidup orang lain melalui syafaat.

Doa

Ya Allah, panggilan-Mu untuk berdoa menyadarkan aku. Aku melihat masih banyak ruang untuk bertumbuh bagi kehidupan doaku. Namun aku percaya bahwa aku bisa bertumbuh dalam doa oleh karena Roh kasih karunia-Mu yang bekerja di dalam hidup ku. Jadikanlah aku pasukan doa-Mu. Amin.