Tetap tinggal dalam Firman Kasih Karunia-Nya (4)

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
AyoSaatTeduh fitted.png

Tetap tinggal dalam Firman Kasih Karunia-Nya (4)

Saat Teduh
Tanggal Kamis, 5 Desember 2019
Sebelumnya Rabu, 04 Desember 2019
Selanjutnya Jumat, 06 Desember 2019

Dan sekarang aku menyerahkan kamu kepada Tuhan dan kepada Firman Kasih Karunia-Nya, yang berkuasa. (Kisah Para Rasul 20:32)

Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu. Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus. (2 Timotius 3:14-15)

Ayat-ayat renungan kita hari ini kembali menunjuk kepada tema utama kita, tetap tinggal dalam Firman Kasih Karunia Allah. Hanya kasih karunia Allah yang dapat memberikan apa yang dibutuhkan untuk hidup sesuai dengan kehendak Allah. Kasih karunia yang dibutuhkan ini didapat dari “Firman Kasih Karunia-Nya.” Kasih karunia ini harus dihidupi setiap hari, dan sebaiknya sejak usia kanak-kanak hingga dewasa.

Paulus mendorong Timotius untuk tetap tinggal di dalam kebenaran Alkitabiah yang sudah diajarkan kepada Timotius, kebenaran yang sudah menjadi keyakinannya. “hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini.” Firman Tuhan tidak saja mengajar kita, tetapi juga meyakinkan kita.

Dalam proses ini, Tuhan menggunakan orang yang ada di sekitar kita: “dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu.” Dalam latihan rohani Timotius, Tuhan memakai para nabi yang diilhamkan Roh Kudus untuk menulis perjanjian lama. Tuhan juga memakai Paulus. Ibu dan nenek dari Timotius juga memiliki peranan yang sangat penting dalam proses pendewasaan Timotius. “Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike” (2 Timotius 1:5). Jadi, pemeliharaan rohani Timotius sudah dimulai sejak masa kanak-kanaknya. “Dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci.”

Tuhan menghendaki agar anak-anak kecil dididik dalam kebenaran Alkitab. “Janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan” (Efesus 6:4). Jika kita tidak dibesarkan berdasarkan Alkitab, Allah ingin memulainya pada saat kita lahir baru. “Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh” (1 Petrus 2:2). Jika kita belum pernah mengkonsumsi Firman Tuhan dengan teratur, maka hari ini adalah hari untuk memulainya.

Saat kita belajar dari Firman Tuhan, kuasanya dilepaskan di dalam hidup kita. Kasih karunia yang menyelamatkan menjadi berkat besar utama yang Tuhan ingin berikan kepada kita melalui Alkitab: “yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan.” Manusia dapat menjadi sangat bebal dalam pengertian mereka mengenai keselamatan sebelum mereka mendapat pengetahuan yang benar melalui Firman Tuhan. Ada yang berpikir mereka tidak perlu diselamatkan. Yang lain berpikir mereka dapat menyelamatkan diri mereka sendiri. Alkitab dengan jelas menulis bahwa jalan keselamatan yang benar adalah: “oleh iman kepada Kristus Yesus.”

Doa

Ya Allah keselamatanku, aku memuji Engkau untuk Firman-Mu, yang memberikan hikmat kepadaku untuk mengandalkan kasih karunia keselamatan dari Yesus Kristus. Aku bersyukur untuk setiap orang yang telah Engkau pakai untuk memberikan kepadaku kebenaran-kebenaran-Mu. Ajarlah aku lebih dan lebih lagi – dan pakailah aku untuk menyampaikan Firman-Mu kepada orang lain. Amin.