Tetap tinggal dalam Firman Kasih Karunia-nya (3)

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
AyoSaatTeduh fitted.png

Tetap tinggal dalam Firman Kasih Karunia-nya (3)

Saat Teduh
Tanggal Rabu, 4 Desember 2019
Sebelumnya Selasa, 03 Desember 2019
Selanjutnya Kamis, 05 Desember 2019

Dan sekarang aku menyerahkan kamu kepada Tuhan dan kepada Firman Kasih Karunia-Nya, yang berkuasa. (Kisah Para Rasul 20:32)

Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku." (Yohanes 8:31)

Justru itulah sebabnya aku mengirimkan kepadamu Timotius, yang adalah anakku yang kekasih dan yang setia dalam Tuhan. Ia akan memperingatkan kamu akan hidup yang kuturuti dalam Kristus Yesus, seperti yang kuajarkan di mana-mana dalam setiap jemaat. (1 Korintus 4:17)

Kasih karunia Allah adalah karakter dari Firman-Nya: “Dan sekarang aku menyerahkan kamu kepada Tuhan dan kepada Firman Kasih Karunia-Nya.” Kehadiran kasih karunia yang menyerapi Alkitab-lah yang membuat Firman Allah memiliki kuasa untuk mengubah hidup kita: “Firman Kasih Karunia-Nya, yang berkuasa.” Inilah sebabnya Tuhan ingin agar kita tetap hidup di dalam Firman-Nya: “bertekun di dalam iman” (Kisah Para Rasul 14:22). Tetap tinggal di dalam Firman-Nya juga berarti mengijinkan Allah untuk mengingatkan kita akan semua hal yang berkaitan dengan kasih karunia, hal yang perlu kita dengar berulang-ulang kali.

Yesus memanggil para murid-Nya untuk tinggal di dalam Firman-Nya. “Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku.” Adalah mustahil untuk sungguh-sungguh hidup sebagai pengikut Yesus tanpa tinggal di dalam Firman-Nya. Hidup Kekristenan adalah hidup di dalam kasih karunia. Alkitab adalah “Firman Kasih Karunia-Nya.” Kita tidak dapat mengikut Yesus dengan kasih karunia tanpa mendengar Firman Kasih Karunia-Nya dengan teratur. Kecenderungan hati manusia adalah mengandalkan pekerjaan dan kekuatan dirinya sendiri. Inilah sebabnya mengapa Yesus ingin kita mendengar mengenai kasih karunia-Nya setiap hari.

Bagian dari proses tinggal di dalam Firman Kasih Karunia Allah adalah untuk selalu diingatkan. Rasul Paulus mengutus rekan pelayanannya yaitu Timotius, untuk mengingatkan jemaat di Korintus akan hal-hal yang sudah ia ajarkan. “Justru itulah sebabnya aku mengirimkan kepadamu... Ia akan memperingatkan kamu akan hidup yang kuturuti dalam Kristus Yesus, seperti yang kuajarkan di mana-mana dalam setiap jemaat.”

Di kemudian hari, setelah Timotius menjadi gembala jemaat di Efesus, Paulus menulis surat kepadanya untuk mengingatkan jemaat hal-hal yang mendasar mengenai kasih karunia. “Benarlah perkataan ini: "Jika kita mati dengan Dia, kita pun akan hidup dengan Dia; jika kita bertekun, kita pun akan ikut memerintah dengan Dia; jika kita menyangkal Dia, Dia pun akan menyangkal kita; jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya." Ingatkanlah dan pesankanlah semuanya itu dengan sungguh-sungguh kepada mereka di hadapan Allah” (2 Timotius 2:11-14).

Kebenaran yang penting ini harus diajarkan berulang-ulang. Rasul Petrus mengerti bahwa mengabaikan pentingnya memperingatkan hal ini merupakan tindakan yang tidak bertanggung jawab. “Karena itu aku senantiasa bermaksud mengingatkan kamu akan semuanya itu, sekalipun kamu telah mengetahuinya dan telah teguh dalam kebenaran yang telah kamu terima” (2 Petrus 1:12).

Doa

Ya Allah yang panjang sabar, aku mengakui kebutuhan untuk mendengar mengenai kasih karunia-Mu setiap hari. Aku rindu untuk menjadi murid yang sejati, hidup dalam kasih karunia. Ingatkanlah aku pentingnya untuk senantiasa tinggal di dalam Firman Kasih Karunia-Mu. Amin.