Yesaya menasihatkan semua orang untuk menantikan Tuhan

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
AyoSaatTeduh fitted.png

Yesaya menasihatkan semua orang untuk menantikan Tuhan

Saat Teduh
Tanggal Senin, 16 September 2019
Sebelumnya Minggu, 15 September 2019
Selanjutnya Selasa, 17 September 2019

Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru. (Yesaya 40:31)

Dan aku hendak menanti-nantikan TUHAN yang menyembunyikan wajah-Nya terhadap kaum keturunan Yakub; aku hendak mengharapkan Dia. (Yesaya 8:17)

Pada waktu itu orang akan berkata: "Sesungguhnya, inilah Allah kita, yang kita nanti-nantikan, supaya kita diselamatkan. Inilah TUHAN yang kita nanti-nantikan; marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita oleh karena keselamatan yang diadakan-Nya!" (Yesaya 25:9)

Kerinduan Yesaya untuk hidup dalam kasih karunia terlihat dari pernyataannya mengenai kekuatan Allah bagi mereka yang mengakui kelemahan mereka. Sekarang kita melihat isi hati Yesaya untuk kasih karunia Allah ketika ia mendorong orang-orang untuk menantikan Tuhan.

Salah satu nasihat Yesaya untuk menantikan Tuhan dinyatakan bersamaan dengan pernyataan mengenai janji Allah yang akan memberikan kekuatan bagi mereka yang lemah. “Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya... tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah” (Yesaya 40:29,31). Karya kasih karunia Allah di dalam hidup orang percaya diberikan bagi mereka yang menanti-nantikan Tuhan.

Nasihat Yesaya lainnya mengenai menantikan Tuhan dinyatakan ketika Israel sedang memberontak melawan Tuhan. “Sebab beginilah firman TUHAN kepadaku, ketika tangan-Nya menguasai aku, dan ketika Ia memperingatkan aku, supaya jangan mengikuti tingkah laku bangsa ini” (Yesaya 8:11). Tuhan mendorong Yesaya untuk berdiri melawan pemberontakan bangsa Israel, walaupun mereka mengancam dia. “Jangan sebut persepakatan segala apa yang disebut bangsa ini persepakatan, dan apa yang mereka takuti janganlah kamu takuti dan janganlah gentar melihatnya. Tetapi TUHAN semesta alam, Dialah yang harus kamu akui sebagai Yang Kudus; kepada-Nyalah harus kamu takut dan terhadap Dialah harus kamu gentar” (Yesaya 8:12-13). Kesaksian Yesaya menunjukkan keteguhan hatinya untuk Tuhan. “Dan aku hendak menanti-nantikan TUHAN yang menyembunyikan wajah-Nya terhadap kaum keturunan Yakub; aku hendak mengharapkan Dia.” Tuhan tidak menampakkan dirinya kepada orang Israel. Sebaliknya Yesaya menantikan Tuhan, berharap kepada-Nya.

Pernyataan Yesaya yang paling menguatkan untuk menantikan Tuhan berkaitan erat dengan rencana Tuhan untuk mendirikan kerajaan-Nya yang kekal. “Pada waktu itu orang akan berkata: "Sesungguhnya, inilah Allah kita, yang kita nanti-nantikan, supaya kita diselamatkan. Inilah TUHAN yang kita nanti-nantikan; marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita oleh karena keselamatan yang diadakan-Nya!” Mereka yang menaruh pengharapan mereka di dalam Tuhan selama menempuh hidup mereka di dunia ini akan mengalami sukacita yang kekal ketika Allah menggenapi kesempurnaan keselamatan bagi umat-Nya untuk selama-lamanya.

Doa

Ya Tuhan, aku sadar akan kelemahanku, oleh karena itu aku menanti-nantikan Engkau untuk kekuatan yang daripada-Mu. Kadang aku mengalami tekanan dari orang-orang yang memberontak kepada-Mu, oleh karena itu aku menanti-nantikan Engkau untuk perlindungan dan pembelaan-Mu. Aku mengalami banyak kekecewaan dari dunia ini, oleh karena itu menanti-nantikan Engkau untuk sukacita besar akan kerajaan-Mu yang kekal. Amin.