Janji yang berharga tentang penyelesaian pekerjaan oleh Tuhan

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
AyoSaatTeduh fitted.png

Janji yang berharga tentang penyelesaian pekerjaan oleh Tuhan

Saat Teduh
Tanggal Rabu, 21 Agustus 2019
Sebelumnya Selasa, 20 Agustus 2019
Selanjutnya Kamis, 22 Agustus 2019

Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus. (Filipi 1:6)

Sekarang kita akan kembali membahas kelompok janji yang sangat berharga (2 Petrus 1:4). Ayat renungan kita hari ini adalah mengenai komitmen Allah untuk menyelesaikan karya keselamatan yang Ia sudah mulai di dalam kita ketika kita lahir baru.

Jika kita menaruh iman kita di dalam Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat kita, Allah sudah memulai suatu karya agung keselamatan bagi kita: “Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu.”

Ia sudah membuat kita menjadi ciptaan yang baru di dalam Anak-Nya. “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang” (2 Korintus 5:17). Ia sudah menyediakan sumber kekayaan Sorgawi yang tak terhitung bagi kita. “Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga” (Efesus 1:3). Betapa besar karya yang Ia sudah mulai di dalam kita. Namun, karya keselamatan Tuhan adalah karya yang sangat besar (Ibrani 2:3). Sehingga, apa pun yang sudah Ia kerjakan di dalam kita baru sebagian kecil dari keseluruhannya. Dalam tahap mana pun kita dalam proses yang mulia ini, masih ada karya keselamatan yang masih Tuhan ingin kerjakan di dalam kita. Ia ingin agar pengertian kita, karakter kita dan pengalaman sehari-hari kita di dalam Kristus semakin penuh kita rasakan.

Lebih dari itu, Tuhan ingin agar kita yakin akan hal ini: “Akan hal ini aku yakin sepenuhnya.” Seperti kita sudah lihat dalam renungan kita sebelumnya, Tuhan tidak ingin manusia untuk hidup dengan pengandalan kepada diri sendiri. Hal tersebut pada dasarnya bentuk lain dari kesombongan. Bukan berarti sebagai orang Kristen kita tidak boleh memiliki keyakinan dalam hidup kita. Keyakinan kita harus ditunjukkan kepada Allah. “Demikianlah besarnya keyakinan kami kepada Allah oleh Kristus” (2 Korintus 3:4). Tuhan ingin agar kita memiliki keyakinan yang kokoh di dalam Dia bahwa Ia akan menyelesaikan karya keselamatan ini di dalam kita.

Ingatlah, karya keselamatan Tuhan akan diselesaikan di dalam hidup kita: “Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya.” Tuhan sudah mendirikan sebuah tempat yang kekal bagi kita di dalam Sorga: “Di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga” (Efesus 2:6).Namun, Ia juga ingin agar kita hidup dalam kesalehan di dunia ini. “Supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu” (Efesus 4:1). Jalan hidup ini tidak didasarkan pada teori manusia mengenai perubahan perilaku. Tuhan sendirilah yang akan melakukan perubahan tersebut di dalam dan melalui hati kita. “Maka Allah damai sejahtera, yang oleh darah perjanjian yang kekal telah membawa kembali dari antara orang mati Gembala Agung segala domba, yaitu Yesus, Tuhan kita, kiranya memperlengkapi kamu dengan segala yang baik untuk melakukan kehendak-Nya, dan mengerjakan di dalam kita apa yang berkenan kepada-Nya” (Ibrani 13:20-21).

Doa

Ya Tuhan, aku rindu untuk berjalan dalam realitas yang aku miliki di dalam Kristus. Aku bersyukur kepada-Mu untuk firman-Mu yang membangun keyakinanku kepada-Mu. Dengan segala kerendahan hati, aku bertobat dari pengandalan kepada diriku sendiri, dan berserah hanya kepada-Mu saja. Amin.