Tuhan sumber damai sejahtera mengerjakan ketaatan di dalam kita

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
AyoSaatTeduh fitted.png

Tuhan sumber damai sejahtera mengerjakan ketaatan di dalam kita

Saat Teduh
Tanggal Jumat, 7 Juni 2019
Sebelumnya Kamis, 06 Juni 2019
Selanjutnya Sabtu, 08 Juni 2019

Maka Allah damai sejahtera, yang oleh darah perjanjian yang kekal telah membawa kembali dari antara orang mati Gembala Agung segala domba, yaitu Yesus, Tuhan kita, kiranya memperlengkapi kamu dengan segala yang baik untuk melakukan kehendak-Nya. (Ibrani 13:20-21)

Lewat ayat-ayat renungan hari ini kita melanjutkan pembahasan mengenai hidup dalam ketaatan. Ayat-ayat ini ditutup dengan hasil yang diperoleh jika Allah diizinkan untuk bekerja di dalam hidup kita. Allah “memperlengkapi kamu dengan segala yang baik untuk melakukan kehendak-Nya." Hal ini dimungkinkan oleh karena karya “Allah damai sejahtera."

Kita semua memulai hidup di dunia ini dalam posisi yang berseberangan dengan Allah.

  • Walaupun pada awalnya kita tidak mengetahui hal ini, kita adalah musuh-musuh Allah: “Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat” (Kolose 1:21).
  • Secara alamiah kita adalah pemberontak-pemberontak: “Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka. Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain” (Efesus 2:2-3).
  • Namun, melalui Anak-Nya, Tuhan menawarkan perdamaian kepada kita. “Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan... dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu” (Efesus 2:14,16).

Pengorbanan Yesus di kayu salib ini mengalahkan dosa dan maut dan membawa perdamaian: “Maka Allah damai sejahtera, yang oleh darah perjanjian yang kekal telah membawa kembali dari antara orang mati Gembala Agung segala domba, yaitu Yesus, Tuhan kita."

Di kayu salib, darah Kristus yang tercurah, membawa berkat kekal kepada semua yang percaya kepadanya. “Oleh darah perjanjian yang kekal." Tuhan menjanjikan berkat kekekalan ini kepada manusia bahkan sejak zaman perjanjian lama. “Aku akan mengikat perjanjian kekal dengan mereka, bahwa Aku tidak akan membelakangi mereka, melainkan akan berbuat baik kepada mereka; Aku akan menaruh takut kepada-Ku ke dalam hati mereka, supaya mereka jangan menjauh dari pada-Ku” (Yeremia 32:40). “Aku akan mengadakan perjanjian damai dengan mereka, dan itu akan menjadi perjanjian yang kekal dengan mereka” (Yehezkiel 37:26).

Darah perjanjian baru kasih karunia menjamin berkat-berkat ini. “Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagi kamu” (Lukas 22:20). Pencurahan darah oleh Tuhan Yesus ini mampu membersihkan dan mengampuni selama-lamanya dosa mereka yang dengan rendah hati percaya kepada-Nya. Pencurahan darah dalam perjanjian yang baru, yaitu dalam kehidupan yang baru, memberikan kemampuan yang kita butuhkan agar dapat hidup taat kepada Allah. “Kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah. Ialah membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru” (2 Korintus 3:5-6).

Doa

Ya Allah damai sejahtera, aku bersyukur untuk pencurahan darah Anak-Mu Yesus, mengubah aku dari musuh-Mu menjadi sahabat-Mu. Aku berterima kasih karena Engkau juga yang memberikan kepadaku kemampuan untuk hidup dalam ketaatan melalui perjanjian baru kasih karunia-Mu. Dengan rendah hati aku memohon agar Engkau mengajar aku untuk hidup mengandalkan kemampuan-Mu, bukan kemampuanku. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa. Amin.