Bagaimana karakteristik kasih karunia timbul

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
AyoSaatTeduh fitted.png

Bagaimana karakteristik kasih karunia timbul

Saat Teduh
Tanggal Selasa, 30 April 2019
Sebelumnya Senin, 29 April 2019
Selanjutnya Rabu, 01 Mei 2019

Demikianlah besarnya keyakinan kami kepada Allah oleh Kristus. Dengan diri kami sendiri kami tidak sanggup untuk memperhitungkan sesuatu seolah-olah pekerjaan kami sendiri; tidak, kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah. Ialah membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru. (2 Korintus 3:4-6)

Kita sudah melihat beberapa sifat yang Tuhan inginkan ada dalam hidup kita oleh karena kasih karunia-Nya, yaitu hidup berkemenangan, menyebarkan keharuman Kristus, ketulusan ilahi, dan menjadi Surat Kristus yang hidup. Bagaimanakah hal-hal ini dapat muncul dalam kehidupan kita dengan semakin nyata dari hari ke hari? Ketika Rasul Paulus menulis mengenai karakteristik yang indah ini, hatinya digerakkan untuk bertanya, “Tetapi siapakah yang sanggup menunaikan tugas yang demikian?” (2 Korintus 2:16). Paulus sungguh-sungguh menyadari bahwa manusia tidak dapat menghasilkan karakteristik demikian. Kemampuan manusia tidak akan mampu untuk melakukannya.

Sifat-sifat sorgawi ini akan muncul pada saat kita hidup dalam perjanjian baru, yaitu dengan rendah hati mengandalkan Tuhan, bukan mengandalkan diri sendiri. “Demikian besarnya keyakinan kami kepada Allah oleh Kristus." Keyakinan Rasul Paulus untuk dapat menghasilkan kualitas rohani ini ditunjukkan kepada Tuhan, berdasarkan kepada persekutuannya dengan Kristus. Ini bukanlah kepercayaan diri, ini adalah kepercayaan kepada Tuhan. Tuhanlah yang akan menghasilkan karakteristik ilahi ini.

Tidak ada tempat bagi orang percaya untuk mempercayai diri sendiri. “Dengan diri kami sendiri kami tidak sanggup untuk memperhitungkan sesuatu seolah-olah pekerjaan kami sendiri." Diri kita bukanlah sumber dari segala sifat ilahi ini. Semua ini harus berasal dari karya Tuhan dalam hidup kita. “Kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah." Ketika kita hidup dalam kerendahan hati dan pengandalan kepada Allah, sumber daya Sorgawi diberikan kepada kita sehingga kita memperoleh kesanggupan. “Kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah. Ialah membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru."

Jadi, pelayan-pelayan perjanjian baru hidup dari kasih karunia Allah. Artinya, kesanggupan mereka adalah pemberian dari Allah! Inilah yang Tuhan janjikan kepada orang-orang di perjanjian lama lewat nabi-Nya “Sesungguhnya, akan datang waktunya, demikianlah firman TUHAN, Aku akan mengadakan perjanjian baru… Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka” (Yeremia 31:31, 33). Tuhan menuliskan sifat-sifat rohani ini di dalam batin manusia oleh kasih karunia-Nya. Hasilnya adalah karakteristik ini akan tumbuh dalam hidup kita.

Sekali lagi, kita melihat bagaimana kita harus hidup dalam kerendahan hati dan iman. “Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati” (Yakobus 4:6). Demikian pula, iman adalah jalan masuk ke dalam kasih karunia: “Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah” (Roma 5:2).

Doa

Allah Bapa yang kudus, aku rindu untuk bisa memiliki sifat-sifat ilahi ini. Aku tidak sanggup untuk menghasilkannya dengan kekuatanku sendiri. Harapanku hanyalah kepada Engkau yang mengubah aku dari dalam hingga ke luar. Dengan rendah hati aku bersujud di hadapan Mu. Dengan keyakinan aku memohon kepada Mu, agar Engkau mencurahkan kasih karunia-Mu ke dalam hati dan pikiranku, saat aku mencari Engkau melalui Firman-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Amin.