Kebangkitan dan pengudusan (3)

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
AyoSaatTeduh fitted.png

Kebangkitan dan pengudusan (3)

Saat Teduh
Tanggal Sabtu, 23 Maret 2019
Sebelumnya Jumat, 22 Maret 2019
Selanjutnya Minggu, 24 Maret 2019

Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya. (Filipi 3:10)

Hasrat terbesar dari Rasul Paulus adalah “mengenal Dia." Paulus menulis bahwa dengan mengenal Allah, tiga hal akan tumbuh yaitu kuasa kebangkitan, persekutuan dalam penderitaan Kristus dan keserupaan dalam kematian-Nya. Kita sudah melihat dalam renungan sebelumnya bagaimana kuasa kebangkitan dan penderitaan dapat membuat kita semakin mengenal Allah. Sekarang kita menambahkan aspek lain dari persekutuan dengan Kristus: “menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya."

Ada beberapa aspek yang unik dari kematian Kristus di kayu salib, misalnya pengampunan dosa. Namun ada beberapa aspek dari kematian Kristus yang Tuhan ingin tumbuhkan dalam hidup kita. Pada saat Yesus tergantung di kayu salib, sepertinya adalah sebuah kekalahan. Tetapi sebenarnya Tuhan sedang membuat sebuah karya yang mulia. “Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka” (Kisah Para Rasul 2:23). Kadang kita ada dalam situasi di mana seolah-olah hanya ada satu hasil yaitu kekalahan yang mematikan. Namun kemudian Allah membuka rahasia rencananya kepada kita. Dengan membawa kita melewati sesuatu yang mustahil dan mengubah kekalahan menjadi sebuah kemenangan, Tuhan sebenarnya sedang membuat kita semakin mengenal Dia dan jalan-jalan-Nya.

Ketika Yesus sedang sekarat, Ia tergantung tidak berdaya di kayu salib. Ia menyerahkan hidupnya ke dalam tangan Allah Bapa. “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku” (Lukas 23:46). Allah Bapa memperlihatkan kesetiaan-Nya dan Yesus kemudian bangkit dari kubur. “Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa” (Roma 6:4). Kadang kita ada dalam situasi di mana hanya campur tangan Allah Bapa saja yang dapat menolong kita. Ketika Allah sebagai satu-satunya pengharapan kita menyatakan diri-Nya dan menjawab seruan kita, maka semakin dalam kita akan mengenal Dia dan jalan-jalan-Nya.

Doa

Ya Tuhan yang Maha Mulia, tolong aku supaya aku tidak menjadi takut dan bimbang saat aku mengalami keserupaan dengan kematian Anak-Mu. Ketika segala sesuatu terlihat sebagai kekalahan dan kematian, ingatkan aku agar memandang Engkau dan karya-Mu. Ketika aku tergantung tanpa daya dalam situasi yang tanpa pengharapan, ingatkan aku untuk menyerahkan diriku ke dalam tangan-Mu yang setia. Tuhan, aku ingin mengenal Engkau lebih dalam lagi. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Amin.