Kebangkitan dan pengudusan (2)

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
AyoSaatTeduh fitted.png

Kebangkitan dan pengudusan (2)

Saat Teduh
Tanggal Jumat, 22 Maret 2019
Sebelumnya Kamis, 21 Maret 2019
Selanjutnya Sabtu, 23 Maret 2019

Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus… Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya. (Filipi 3:8,10)

Pengudusan adalah proses di mana orang yang sudah ditebus sedikit demi sedikit dipisahkan untuk suatu tujuan yaitu memuliakan Tuhan. Kebangkitan Kristus dan kuasa kebangkitan tersebut dijalin ke dalam proses ini. Ayat Firman Tuhan kita hari ini memberikan cara pandang lain dari kebenaran ini.

Kuasa kebangkitan kembali terlihat. Namun, konteks dari ayat tersebut melebihi pemberdayaan kuasa ilahi: “Mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya." Tema utama dari ayat tersebut adalah mengenal Tuhan. “Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku." Hasrat Paulus adalah untuk mengenal Kristus dengan lebih intim lagi. Paulus menyatakan bahwa hasrat ini “lebih mulia dari pada semuanya." Paulus siap untuk kehilangan segalanya agar dapat bersekutu lebih dalam dengan Tuhan.

Persekutuan kita dengan Tuhan dimulai dengan “kuasa kebangkitan-Nya." Dahulu kita sudah mati dalam dosa-dosa kita, kemudian Tuhan membangkitkan kita ke dalam hidup yang baru, yaitu saat kita percaya kepada-Nya. Betapa indah saat kita memulai persekutuan kita dengan Allah. Sukacita dan ucapan syukur merupakan hasil dari kebangkitan kita. Kuasa kebangkitan-Nya menimbulkan rasa kagum dan hormat kepada pribadi Dia, Allah yang maha kuasa.

Dengan berjalannya waktu, kita menemukan bahwa ada cara lain untuk mengenal Allah lebih dalam: yaitu “persekutuan dalam penderitaan-Nya." Banyak orang yang menjadi pengikut Kristus terkejut, yaitu ketika mereka sudah percaya kepada Yesus ternyata menemui masalah dan penderitaan. Pada masa-masa awal sukacita persekutuan kita dengan Yesus, kita mungkin mengira bahwa kita tidak akan mengalami tantangan. Tetapi kemudian, kita akan menderita sama seperti Yesus, karena kita melakukan yang benar demi kebenaran. “Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya” (1 Petrus 1:21). Persekutuan kita dengan Dia justru akan semakin dalam ketika kita melalui ujian tersebut. Saat kita melalui jalan yang semakin menantang, kita akan melihat betapa setia dan baiknya Tuhan yang menjawab seruan kita. Sekali lagi, kasih kita kepada Allah akan tumbuh.

Doa

Ya Tuhan yang maha kuasa dan maha kasih, aku mengagungkan Engkau karena kuasa kebangkitan-Mu. Aku meninggikan Engkau oleh karena belas kasihan-Mu yang tiada tertandingi. Engkau mengizinkan aku untuk melalui tantangan supaya aku bertumbuh dalam pengenalan akan Engkau. Limpahkanlah kuasa-Mu dalam kelemahanku. Curahkanlah belas kasihan-Mu dalam penderitaanku. Biarkanlah aku mengenal Engkau lebih lagi. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Amin.