Kasih karunia dan buah rohani (3)

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
AyoSaatTeduh fitted.png

Kasih karunia dan buah rohani (3)

Saat Teduh
Tanggal Selasa, 12 Februari 2019
Sebelumnya Senin, 11 Februari 2019
Selanjutnya Rabu, 13 Februari 2019

Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak. (Yohanes 15:5)

Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran. (Galatia 5:22)

Pada saat kita tinggal di dalam Kristus, buah rohani akan tumbuh dalam hidup kita. Hal ini terjadi karena Roh Kudus mencurahkan kuasa kasih karunia-Nya di dalam kita. Buah rohani yang muncul adalah karakter Kristus dalam kehidupan kita.

Adanya kasih dalam hidup kita adalah tanda bahwa kita mengandalkan Tuhan untuk menghasilkan buah di dalam kita. “Buah Roh ialah: kasih.” Kasih yang dimaksud adalah kasih ilahi, kasih “agape,” yaitu kasih yang mengalir dari hati Tuhan. “Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah” (1 Yohanes 4:7). Ini adalah kasih yang hanya bisa diberikan oleh Tuhan.

“Buah Roh ialah: sukacita.” Sukacita adalah kebahagiaan ilahi yang tidak tergantung kepada keadaan. Sukacita adalah kebahagiaan di dalam Tuhan yang selalu tersedia, tidak peduli apa yang terjadi disekeliling kita. “Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!” (Filipi 4:4).

“Buah Roh ialah: Damai Sejahtera.” Damai sejahtera yang dimaksud adalah dihentikannya permusuhan antara dua pihak. Damai sejahtera berkaitan dengan hubungan kita dengan Tuhan. “Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus” (Roma 5:1). Damai sejahtera berkaitan dengan hubungan kita dengan sesama. “Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan” (Efesus 2:14). Damai sejahtera juga berkaitan dengan ketenangan di dalam hati orang percaya. “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus” (Filipi 4:6-7)

“Buah Roh ialah: Kesabaran.” Kesabaran memiliki aspek keteguhan dan pantang menyerah. Kesabaran akan membuat orang rela untuk mengampuni dan tidak membalas. “Kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.” (Kolose 3:12-13)

Catatan penting: Kita tidak menghasilkan buah dengan kekuatan dan kemampuan kita sendiri. Buah rohani ini adalah hasil karya kasih karunia Tuhan di dalam hidup kita.

Doa

Tuhan Yesus sumber pengharapan-ku, aku mengakui bahwa aku sering tidak mengasihi, tidak bersuka cita. Aku ingin tinggal di dalam Engkau. Bekerjalah Allah Roh Kudus setiap hari di dalam diriku. Munculkanlah buah rohani, yaitu kepenuhan karakter Kristus. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Amin.