Mezbah yang tidak padam
| Devosi | |
|---|---|
| Tanggal | 01 Juni 2026 |
| Penulis | Sub Divisi Profetik |
| Artikel devosi lainnya | |
| |
- Api yang di atas mezbah itu harus dijaga supaya terus menyala, jangan dibiarkan padam. Tiap tiap pagi imam harus menaruh kayu di atas mezbah, mengatur korban bakaran di atasnya dan membakar segala lemak korban keselamatan di sana. Harus dijaga supaya api tetap menyala di atas mezbah, janganlah dibiarkan padam.
Dalam konteks perjanjian lama, salah satu perintah Tuhan kepada para imam adalah menjaga api terus menyala dan tidak boleh padam. Bagi umat Kristen modern, mezbah bukanlah lagi sebuah bangunan fisik, melainkan hati kita sendiri, tempat di mana Roh Kudus berdiam dan bersekutu dengan kita.
Oleh karena itu, kita mempunyai tugas dan disiplin setiap hari untuk memastikan bahwa gairah, roh yang menyala-nyala dan keintiman kita denga0nNya tidak meredup di tengah kesibukan dunia. Membangun keintiman dengan Tuhan tidak terjadi secara otomatis. Ayat di atas mencatat bahwa setiap pagi, imam harus mengatur korban bakaran dan mempersembahkan korban.
"Tiap-tiap pagi" menunjukkan sebuah konsistensi, ini berarti kita perlu menyediakan waktu terbaik kita untuk datang ke hadirat-Nya sebelum kesibukan hari menyita waktu dan perhatian kita. Mengambil waktu untuk bersaat teduh dalam doa dan merenungkan Firman Tuhan adalah cara kita mengatur korban agar api kasih kita kepada Yesus tetap menyala.
Menjaga api Roh Kudus menuntut sebuah penyerahan diri secara total. Kita tidak bisa mengharapkan roh yang menyala-nyala jika kita masih menyembunyikan dosa dan kedagingan. Ketika kita menaikkan korban ketaatan, pengampunan kepada sesama, dan kerendahan hati, api Tuhan akan membakar persembahan itu menjadi bau yang harum dihadapan-Nya.
Mengapa api ini begitu penting?
Karena waktu-waktu ini adalah era Roh Kudus, roh yang menyala-nyala adalah penggerak bagi setiap pelayanan dan kehidupan kita. Tanpa api Roh Kudus, semua aktivitas pelayanan kita hanyalah sebuah kewajiban yang kering dan melelahkan. Kita menjadi lelah secara mental dan emosional karena kita melayani dengan kekuatan sendiri, bukan dari kasih yang intim dengan Tuhan.
Melalui kehidupan doa yang konsisten, pembacaan Firman Tuhan dengan setia dan ketaatan yang radikal akan membuat terang Kristus bercahaya melalui kehidupan kita dan menjadi berkat bagi banyak orang. Mari kita periksa mezbah hati kita masing-masing hari ini dan teruslah berkomitmen setiap pagi untuk kita membangun mezbah bagi Tuhan yang membuat roh kita terus menyala-nyala melayani Tuhan sampai Ia datang kembali. Amin
Kita mempunyai tugas dan disiplin setiap hari untuk memastikan bahwa gairah, roh yang menyala-nyala dan keintiman kita denganNya tidak meredup di tengah kesibukan dunia. Membangun keintiman dengan Tuhan tidak terjadi secara otomatis.