Menjadi murid Kristus sejati

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari

Shalom, pesan kuat di tahun amanat agung adalah kita harus jadi murid Kristus yang terus bertumbuh menjadi dewasa dan serupa dengan Kristus, maka kita harus juga memuridkan murid-murid Kristus lainnya. Jangan puas dan bangga jika kita sudah jadi murid Kristus, tapi pastikan bertumbuh rohaninya makin serupa dengan Kristus di mana kriteria sebagai murid yang sungguh-sungguh sudah ada dalam hidup kita dan kita berbuah dengan membimbing, mengajar jiwa-jiwa menjadi murid Kristus sehingga lebih banyak lagi murid-murid Kristus yang dibentuk.

1 Korintus 3:12-14 Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami, sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu. Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah. Semua hal dalam kehidupan kita akan diuji oleh api Tuhan, dimurnikan sehingga tampak hanya emas dan perak yang teruji. Menjadi murid sejati artinya apa yang kita bangun dalam kehidupan kita, pelayanan kita dan memuridkan orang-orang yang menghasilkan murid yang sungguh-sungguh lagi, yang teruji dan murni.

Maleakhi 3:3 Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak; dan Ia mentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak, supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan korban yang benar kepada Tuhan. Sadarilah setiap kita murid Kristus pasti akan alami pemurnian karena Tuhan mau menyucikan kita seperti emas dan perak. Setiap tantangan dan pengujian pasti ada dalam setiap kehidupan kita, tapi pastikan kita memperhatikan beberapa hal penting yaitu pertama, menjaga hati kita baik-baik. Sadarilah dalam pengujian dan pemurnian, Tuhan ijinkan orang-orang di sekitar kita dipakai untuk memproses kita. Untuk itu kita harus dapat jaga hati sehingga hati kita tetap murni, kudus dan tulus, memiliki hati yang benar. Kedua, Jaga perkataan dan respon kita. Fokus kita adalah Tuhan, hati-hati perkataan dan respon kita terhadap masalah, ujian, pemurnian yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup kita. Sadari semua mendatangkan kebaikan agar kita semakin berkenan dan mempersembahkan korban yang benar bagi Tuhan. Ketiga, Minta kekuatan dan pengurapan Roh Kudus sehingga kita dapat lulus dalam pengujian dan pemurnian yang ada. Bangun keintiman dengan Tuhan dan sungguh-sungguh hidup dalam kekudusan. Jika kita tidak menang, tidak lulus, tidak kuat bahkan gagal, maka kita pasti akan mengalami proses pengujian dan pemurnian lagi. Sampai selesai dan tuntas sehingga karakter Kristus nyata dalam hidup kita.

1 Yohanes 2:6 Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup. Perintah Tuhan kita sebagai murid Kristus yang tinggal di dalam Kristus, maka kita harus hidup sama seperti Kristus telah hidup, ada karakter Kristus, pikiran, perasaan dan kehendak Kristus serta gaya hidup Kristus. Evaluasi dan selidiki hidup kita senantiasa sebagai murid Kristus, benar-benar harus mencerminkan Kristus sehingga saat kita memuridkan jiwa-jiwa, maka mereka dibawa pada pengenalan akan Kristus melalui hidup kita yang sudah dimurnikan. Maranatha! (IK)

Pesan kuat di tahun amanat agung adalah kita harus jadi murid Kristus yang terus bertumbuh menjadi dewasa dan serupa dengan Kristus, maka kita harus juga memuridkan murid-murid Kristus lainnya.