Kuasa Roh dalam penginjilan dan pemuridan

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari

Kita membutuhkan kekuatan ilahi karena hati manusia tidak dapat diubah oleh argumen semata, tetapi oleh karya Roh yang menyentuh jiwa; kita butuh kuasa karena tugas amanat agung jauh lebih besar daripada kemampuan manusia; dan kita butuh Roh Kudus karena hanya Dia-lah yang memberi keberanian, mengubahkan karakter, dan membuka pintu hati orang yang kita layani.

Bahan Commander of Thousand JC-Youth minggu ketiga Januari 2026

Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan.

Yoel 2:28-29

Penjelasan materi

Guys, seringkali kita berpikir bahwa penginjilan dan pemuridan hanyalah soal keberanian, kemampuan berbicara, atau pengetahuan Alkitab. Tapi kenyataannya, dunia tempat dimana kita hidup penuh dengan tekanan: teman-teman sebaya yang skeptis, media sosial yang memutarbalikkan kebenaran, dan rasa takut ditolak yang sering membuat kita mundur. Anak muda hari ini tidak hanya perlu diajarkan apa yang harus dilakukan, tetapi siapa yang memberi kuasa untuk melakukannya.

Sama seperti sebuah drone yang terlihat canggih namun tetap tidak bisa terbang tanpa baterai kita juga tidak dapat terbang tinggi dalam pelayanan tanpa kuasa Roh Kudus. Kita membutuhkan kekuatan Ilahi karena hati manusia tidak dapat diubah oleh argumen semata, tetapi oleh karya Roh yang menyentuh jiwa; kita butuh kuasa karena tugas amanat agung jauh lebih besar daripada kemampuan manusia; dan kita butuh Roh Kudus karena hanya Dia-lah yang memberi keberanian, mengubahkan karakter, dan membuka pintu hati orang yang kita layani.

Hari ini, kita akan menyadari bersama bahwa penginjilan dan pemuridan tanpa Roh Kudus hanyalah aktivitas manusia berat, melelahkan, dan sering tidak membuahkan perubahan. Tetapi ketika Roh Kudus bekerja, pelayanan kita bukan sekadar tugas melainkan kehendak Tuhan yang hidup, penuh kuasa, dan membawa hidup. Nah, mari kita belajar ada 3 pengertian dari ayat-ayat nats di atas:

  1. Mat 28:18 Kristus memiliki segala kuasa dan Dia memanggil kita untuk dipakai oleh-Nya
  2. Karena Kristus memiliki segala kuasa, pelayanan bukan sekadar "usaha kita," melainkan bagian dari mandat surgawi. Kita tidak mengandalkan kemampuan manusia, melainkan otoritas Tuhan. Itu artinya: ketika kita melangkah dalam penginjilan dan pemuridan, kita bukan membawa ide kita sendiri kita membawa kuasa langsung dari Tuhan.

    Coba bayangkan kamu mendapat surat tugas resmi dari direktur perusahaan untuk mewakili perusahaan tempat kamu bekerja di seluruh dunia, dengan hak membuat keputusan atas nama perusahaan. Pelayananmu bukan sekadar mewakili dirimu sendiri, tetapi mewakili perusahaan dengan otoritas penuh. Begitulah ketika kita diutus oleh Kristus kita membawa kuasa rohani yang sah.

    Kalau kita merasa takut atau ragu berbagi iman karena merasa "siapa aku?," ingat bahwa kita tidak mengandalkan diri sendiri kita membawa otoritas Yesus. Kita bukan utusan manusia, tetapi utusan Raja segala raja.
  3. Yl 2:28-29 Pencurahan roh menjadikan kuasa yang nyata bagi kita
  4. Sementara Kristus sudah punya kuasa, tugas kita memerlukan "baterai rohani." Dalam Kitab Yoel menjanjikan bahwa Roh Allah akan dicurahkan bukan hanya kepada orang tua, tua-tua, atau pemimpin keagamaan, tapi kepada "semua manusia," termasuk kaum muda. Ini berarti: kuasa Kristus tidak akan bekerja melalui kita kecuali kita dipenuhi Roh.

    Tanpa Roh Kudus, otoritas itu hanya konsep.
    Dengan Roh Kudus, otoritas itu menjadi nyata dalam kehidupan kita memberi keberanian, kepekaan rohani, dan kekuatan untuk hidup sesuai panggilan.

    Roh Kudus adalah sumber kuasa ilahi yang memampukan manusia berdosa menjadi berdaya secara rohani; Dia meneguhkan otoritas Kristus dalam hidup kita dan pelayanan kita. Misalkan kita dipinjamkan mobil mewah tapi belum ada bensinnya, untuk itu kita harus menambahkan bensin supaya kita bisa gunakan. Roh Kudus adalah "bensin rohani" yang membuat kita bisa berjalan, melaju, dan mencapai tujuan.

    Jangan hanya mengandalkan semangat moral atau idealisme kita. Sebelum melangkah menjangkau orang lain, mintalah Roh Kudus memenuhimu sebab hanya dengan Roh Kudus, kuasa sejati akan bekerja.
  5. Kuasa itu untuk transformasi hidup bukan hanya untuk aktivitas agama.
  6. Memiliki otoritas Kristus dan dipenuhi Roh Kudus bukan supaya kita sibuk dengan kegiatan gereja semata, tetapi supaya hidup kita benar-benar berubah dan orang lain melihat perbedaan nyata. Pemuridan bukan hanya soal "mengajar" doktrin, tetapi soal mentransformasikan hidup dan hati kita dari hidup yang lama (hidup dalam dosa, kebiasaan lama, ketergantungan) berubah ke arah kehidupan yang mencerminkan Kristus.

    Roh Kudus menghasilkan buah Roh: kasih, sukacita, damai, kesabaran, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri (Galatia 5:22–23). Itu bukti bahwa kita benar-benar "dipengaruhi" otoritas Kristus, bukan hanya dipengaruhi semangat manusia. Jadi penginjilan dan pemuridan yang sukses bukan diukur dari banyaknya orang hadir, atau jumlah aktivitas, melainkan dari kehidupan yang dibentuk ulang oleh Roh hati yang bertobat, karakter yang berubah, dan komitmen yang konsisten.

    Sebuah taman mungkin tampak rapi dengan cat fresh, pagar baru, dan dekorasi menarik tapi jika tanahnya jelek dan akar pohon busuk, tanaman akan mati pelan-pelan. Roh Kudus adalah "tanah yang baik" yang menguatkan akar kehidupan sejati, bukan hanya "tampilan luar rohani." Jadi jangan mengejar popularitas pelayanan, kelompok besar, atau "like" dari teman-teman. Berusahalah agar hidupmu sungguh dipakai Roh agar ketika orang lain melihatmu, mereka melihat Kristus.

Guys, Yesus telah menyatakan: "segala kuasa di sorga dan di bumi telah diberikan kepada-Ku." Kita bukan orang biasa, kita adalah wakil kerajaan-Nya. Tetapi kuasa itu baru nyata jika kita dipenuhi oleh Roh Kudus, sebagaimana janji melalui Yoel. Dan kuasa itu bukan sekadar untuk kita aktif di gereja, melainkan untuk kita hidup berbeda: menjadi garam dan terang yang nyata di dunia.

Mari kita tidak sekadar jadi "pelayan sibuk," tetapi jadi "murid berkuasa," yang hidupnya dibentuk oleh Roh, memberkati orang lain, dan membawa karya Allah yang hidup! Amin.

Bahan diskusi

  • Jika Yesus sudah memberikan segala kuasa kepada kita (Matius 28:18), mengapa banyak dari kita masih melayani dengan pola pikir "tidak mampu," "takut," atau "tidak layak"?
  • Jika penginjilan dan pemuridan tanpa Roh Kudus pasti menghasilkan kelelahan dan tidak ada buah, apakah selama ini pelayanan kita benar-benar dijalankan dengan kuasa Roh atau sekadar mengandalkan kekuatan manusia?(He)