Diutus karena Allah mengasihi semua orang
| Commander of Thousand | |
|---|---|
| Tanggal | Minggu, 25 Januari 2026 |
| Penulis | Departemen Pemuda dan Anak |
| Unduh | Google Drive |
| |
| |
Penginjilan dan pemuridan bukan sekadar aktivitas manusia. Itu adalah pekerjaan rohani, pekerjaan yang membutuhkan kuasa Tuhan, bukan hanya keberanian manusia. Tanpa kuasa Roh Kudus, hati manusia gak akan pernah terbuka. Pikiran tidak bisa berubah. Hidup tidak bisa dipulihkan.
Bahan Commander of Thousand JC-Youth minggu keempat Januari 2026
- Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu."
- Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita, yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.
- Tetapi TUHAN berfirman kepadaku: "Janganlah katakan: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapa pun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi, dan apa pun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan.
Penjelasan materi
Guys, pernah gak kalian ingin bicara tentang Yesus ke teman, tapi kalian akhirnya gak jadi karena takut, ragu, atau bingung harus mulai dari mana? Santuy aja ... hampir semua anak Tuhan pernah ada di situ. Dan alasannya sederhana: penginjilan dan pemuridan bukan sekadar aktivitas manusia. Itu adalah pekerjaan rohani, pekerjaan yang membutuhkan kuasa Tuhan, bukan hanya keberanian manusia.
Tanpa kuasa Roh Kudus, hati manusia gak akan pernah terbuka. Pikiran tidak bisa berubah. Hidup tidak bisa dipulihkan. Itu sebabnya Tuhan Yesus tidak hanya berkata "Pergi," tetapi Dia juga memberi otoritas dan kuasa kepada murid-murid-Nya. Tanpa kuasa Tuhan, pelayanan kita seperti lampu yang tidak dicolok ke listrik tidak akan pernah menyala. Tapi ketika kita terhubung kepada kuasa Kristus, hidup kita menjadi terang yang bisa dipakai Tuhan di mana saja.
Nah guys, coba bayangkan keadaan di sekolah/
Nah, mari kita belajar ada 3 pengertian dari ayat-ayat di atas:
- Yoh 20:21 Kita diutus dalam otoritas Kristus
- Yer 1:7 Kita dipanggil tanpa syarat umur
- 1 Tim 2:3-4 Kita diutus karena Allah ingin semua orang diselamatkan
Kita di utus sebagai anak Tuhan bukanlah sekadar ajakan, tetapi merupakan mandat Ilahi yang membawa kuasa/
Dalam nats ini, Tuhan menegaskan bahwa usia bukanlah batasan bagi panggilan. Yeremia dipanggil pada masa mudanya, dan Tuhan memberikan janji bahwa Ia sendiri akan menuntun kata-katanya. Ini menunjukkan bahwa Tuhan tidak menunggu seseorang menjadi dewasa, mapan, atau berpengalaman sebelum Ia memanggilnya.
Remaja tidak ditempatkan di posisi cadangan dalam kerajaan Allah; justru mereka sering menjadi alat Tuhan karena hati mereka yang peka, penuh energi, dan mudah dibentuk. Banyak tokoh Alkitab juga dipakai di masa muda, seperti Daud, Daniel, Yusuf, dan Timotius. Mereka membuktikan bahwa usia tidak menghalangi Tuhan untuk berkarya melalui seseorang (1 Timotius 4:12). Tuhan berdaulat memilih siapa pun yang Ia kehendaki. Panggilan Allah tidak bergantung pada kemampuan manusia, tetapi pada tujuan ilahi-Nya.Ayat ini mengungkapkan motivasi terdalam dari misi Allah: kasih-Nya yang universal. Allah tidak membatasi kasih-Nya pada kelompok tertentu atau bangsa tertentu; kasih-Nya mencakup seluruh umat manusia. Pengutusan kita bukan karena kita harus memenuhi target rohani, tetapi karena kita mewakili hati Tuhan yang rindu setiap orang mengalami keselamatan.
Remaja perlu memahami bahwa teman-teman mereka di sekolah, komunitas, atau media sosial berada dalam objek kasih Allah. Setiap orang memiliki cerita, pergumulan, dan luka yang membutuhkan Injil. Ketika kita menginjili, kita sesungguhnya sedang memperkenalkan mereka kepada Allah yang sudah terlebih dahulu mengasihi mereka (2 Petrus 3:9). Keselamatan adalah inisiatif Allah. Kristus mati bagi seluruh dunia, dan gereja diutus untuk mengabarkan kasih tersebut. Gereja bukan pemilik Injil, melainkan pembawa Injil.Guys, kita bukan generasi yang dipanggil untuk diam! Kita adalah generasi yang Tuhan bangkitkan untuk bergerak, bersuara, dan membawa terang di tengah dunia yang semakin gelap. Api Injil tidak pernah imaksudkan untuk disimpan dalam hati, api itu harus menyala, harus berkobar, harus menyentuh hidup orang lain.
Jangan biarkan rasa takut atau rasa tidak layak mematikan keberanianmu, karena Tuhan tidak pernah memilih orang yang sudah siap, Dia justru membuat siap setiap orang yang berkata: "Tuhan, pakai aku." Ini waktunya bangkit. Ini waktunya bergerak.
Ini waktunya kita menjadi generasi yang bukan hanya hadir di gereja, tetapi menggerakkan gereja:
- Generasi yang tidak menunggu panggung, karena hidup mereka sendiri adalah panggung untuk Injil.
- Generasi yang tidak menunggu kesempatan, karena mereka sendiri menciptakan kesempatan.
- Generasi yang berkata: "Kalau tidak aku, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?"
Mari menjadi anak-anak muda yang membawa perubahan. Tuhan sudah mengutus & sekarang giliran kita untuk melangkah. Bangkitlah, bergeraklah, dan biarkan dunia melihat Kristus melalui hidupmu! Amin.
Bahan diskusi
- Bagian mana dari hidupmu yang paling sulit kamu serahkan untuk dipakai Tuhan sebagai utusan-Nya, dan mengapa hal itu terasa sulit bagimu?
- Jika kamu benar-benar percaya bahwa Allah mengutusmu karena Ia mengasihi semua orang, langkah konkret apa yang bisa kamu lakukan minggu ini untuk menunjukkan kasih Kristus kepada satu orang yang belum percaya? (He)