Tahun baru dalam kasih setia-Nya yang besar
| Commander of Thousand | |
|---|---|
| Tanggal | Minggu, 04 Januari 2026 |
| Penulis | Departemen Pemuda dan Anak |
| Unduh | Google Drive |
| |
| |
| |
Kasih setia Tuhan mencapai puncaknya saat Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan manusia. Natal bukan sekadar perayaan, tapi deklarasi bahwa Allah turun tangan langsung menyelamatkan manusia yang berdosa
Bahan Commander of Thousand JC-Youth minggu pertama Januari 2026
Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
Penjelasan materi
- Kasih setia Tuhan nyata melalui hadirat-Nya
- Tidakkah kamu tahu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?
- Kasih setia Tuhan dinyatakan melalui keselamatan
- Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
- Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.
- Kasih setia Tuhan terlihat melalui salib Kristus
- Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.
- Dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, Dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepada-Nya, dan oleh bilur-bilur-Nya kita menjadi sembuh.
Tabut Allah melambangkan hadirat Tuhan. Saat tabut dibawa ke rumah Obed-Edom, Tuhan memberkati seluruh rumahnya. Ini menunjukkan bahwa di mana hadirat Tuhan dihormati, di situ berkat mengalir. Sekarang, dalam perjanjian baru, hadirat Tuhan tinggal di dalam diri kita melalui Roh Kudus.
Kasih setia Tuhan mencapai puncaknya saat Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan manusia. Natal bukan sekadar perayaan, tapi deklarasi bahwa Allah turun tangan langsung menyelamatkan manusia yang berdosa.
Guys, Yesus yang tidak berdosa dijadikan dosa untuk kita. Dia disiksa, disalibkan, dan mati dengan cara yang sangat menyakitkan supaya kita tidak binasa. Tanpa penumpahan darah, tidak ada pengampunan dosa.
Kalau Yesus sudah memberikan hidup-Nya sepenuh-penuhnya, maka respons kita seharusnya bukan hidup setengah-setengah untuk Tuhan. Hidup kita adalah ucapan syukur yang hidup, bukan sekadar ibadah di gereja.
Bahan diskusi
- Menurut kamu, apa tantangan terbesar anak muda dalam menghormati hadirat Tuhan di zaman sekarang?
- Kalau Yesus sudah mati begitu mahal untuk hidupmu, area hidup apa yang perlu kamu serahkan lebih serius kepada Tuhan?