Kuatkan dan teguhkan hatimu

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari

Seperti Yosua, kita dipanggil untuk menguatkan dan meneguhkan hati saat menghadapi masa depan yang penuh ketidakpastian. Tuhan tidak berjanji bahwa perjalanan akan mudah, tetapi Ia berjanji untuk selalu menyertai kita. Dengan berpegang pada Firman Tuhan dan tidak tawar hati, kita akan melihat kemenangan dan penggenapan janji-Nya dalam hidup kita.

Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi.

Yosua 1:9

Setelah Musa meninggal, Tuhan memanggil Yosua bin Nun untuk memimpin bangsa Israel memasuki Tanah Kanaan. Tugas ini bukanlah tugas yang mudah. Yosua sangat mengenal karakter bangsa Israel yang sering memberontak, tidak taat, dan bersungut-sungut selama perjalanan dari Mesir menuju Kanaan.

Kita juga mengetahui bahwa ketika dua belas orang dari dua belas suku Israel diutus untuk mengintai Tanah Kanaan, hanya Yosua dan Kaleb yang memiliki hati yang teguh dan berpegang pada janji Firman Tuhan. Mereka percaya bahwa Tuhan sanggup memberikan Tanah Kanaan kepada bangsa Israel.

“Jika TUHAN berkenan kepada kita, maka Ia akan membawa kita masuk ke negeri itu dan memberikannya kepada kita, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.” (Bilangan 14:8)

Menggantikan Musa sebagai pemimpin dan membawa bangsa Israel merebut Tanah Kanaan berarti harus menghadapi peperangan melawan bangsa-bangsa di sekitarnya. Itu adalah tanggung jawab yang sangat berat. Karena itulah Tuhan berfirman kepada Yosua agar ia menguatkan dan meneguhkan hatinya, tidak kecut dan tidak tawar hati.

Sebentar lagi kita pun akan memasuki tahun 2026 — tahun yang belum pernah kita jalani, tahun yang belum kita ketahui apa yang akan terjadi, dan tahun yang menurut banyak orang dipenuhi berbagai prediksi yang tidak baik: tantangan ekonomi, ancaman bencana, dan ketidakpastian.

Namun seperti Yosua, kita dipanggil untuk:

  1. Menguatkan dan meneguhkan hati.
  2. Berpegang teguh pada janji dan Firman Tuhan.
  3. Tidak kecut dan tawar hati.
Apabila engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu.

Amsal 24:10

Yosua tetap percaya kepada penyertaan Tuhan, dan akhirnya ia berhasil membawa bangsa Israel masuk ke Tanah Perjanjian, yaitu Tanah Kanaan. Demikian pula kita, ketika kita melangkah ke tahun 2026 dengan iman dan kepercayaan penuh kepada Tuhan, Ia akan menyertai kita ke mana pun kita pergi.

Amin.