Menyambut tahun baru bersama Tuhan

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari

Tahun yang baru adalah anugerah Tuhan yang harus dijalani bukan dengan kekuatan sendiri, melainkan dengan iman dan pengharapan kepada kasih setia-Nya. Kasih dan rahmat Tuhan tidak pernah habis, selalu baru setiap pagi, dan cukup untuk menuntun setiap langkah hidup kita. Menyambut tahun baru bersama Tuhan berarti menyerahkan seluruh rencana hidup kepada-Nya dan melangkah dengan keyakinan dalam kehendak-Nya.

Tetapi setinggi langit di atas bumi, demikian besarnya kasih setia-Nya atas orang-orang yang takut akan Dia.

Mazmur 103:11

“Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!”

Ratapan 3:22–23

Tahun yang baru adalah anugerah dari Tuhan. Hari ini kita melangkah memasuki tahun 2026 dengan kesadaran bahwa kita sangat membutuhkan tuntunan Tuhan. Kita tidak melangkah dengan kekuatan sendiri, melainkan dengan iman dan pengharapan kepada Tuhan yang setia.

Apa pun tantangan dan perkataan orang tentang tahun yang akan datang, kita tetap percaya bahwa:

  1. Kasih setia Tuhan tidak berkesudahan
  2. Tuhan yang menyertai kita di tahun yang lalu adalah Tuhan yang sama yang akan memimpin kita di tahun yang baru ini. Kasih setia-Nya besar atas orang-orang yang takut akan Dia dan tidak pernah berubah.
  3. Rahmat Tuhan selalu baru setiap pagi
  4. Rahmat-Nya baru setiap hari, setiap waktu, dan setiap musim hidup kita. Menyambut tahun baru berarti menyerahkan seluruh rencana, harapan, dan langkah hidup kita ke dalam tangan Tuhan yang setia.

Di dalam Tuhan ada hikmat, kekuatan, dan pimpinan yang kita perlukan. Ketika Tuhan yang memimpin, kita dapat melangkah dengan tenang dan penuh keyakinan, karena Dia menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya.

Tahun baru bukan sekadar pergantian waktu, tetapi kesempatan baru untuk hidup semakin dekat dengan Tuhan, semakin setia melayani, dan semakin sungguh melakukan kehendak-Nya, termasuk menuntaskan Amanat Agung yang dipercayakan kepada kita.

Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. (Amsal 3:5)
Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia. (Lukas 1:50)

Tuhan Yesus memberkati kita semua.