Jangan anggap remeh perkara kecil

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Logo profetik.png
Devosi
Tanggal04 April 2022
Sebelumnya
Selanjutnya

Yosua 7:3,

'"Kemudian kembalilah mereka kepada Yosua dan berkata kepadanya: "Tidak usah seluruh bangsa itu pergi, biarlah hanya kira-kira dua atau tiga ribu orang pergi untuk menggempur Ai itu; janganlah kaususahkan seluruh bangsa itu dengan berjalan ke sana, sebab orang-orang di sana sedikit saja."

Batu kecil di jalan kadang luput dari perhatian karena sering kita anggap remeh dan tidak membahayakan, namun faktanya orang tersandung dan jatuh justru bukan karena batu yang besar melainkan karena batu yang kecil. Demikian juga yang terjadi dalam sejarah peperangan bangsa Israel di bawah kepemimpinan Yosua dalam proses penaklukkan Tanah Kanaan. Mereka mengalami kemenangan demi kemenangan yang luar biasa menghadapi bangsa-bangsa yang besar dan kuat, namun sempat mengalami kekalahan oleh penduduk dari sebuah kota yang kecil Bernama Ai, di Yerikho yang letaknya dekat Bet-Awen, di sebelah timur Betel. Bagaimana hal itu dapat terjadi? Ayat bacaan kita di atas memberikan gambaran yang jelas terkait dengan alasannya. Mereka, yang diawali oleh laporan para pengintai menganggap remeh kota Ai, sehingga di dalam penyerangan mereka tidak mengerahkan kekuatan yang besar dan sekedar mengirim kira-kira tiga ribu orang untuk menggempur kota Ai. Hasilnya, mereka dipermalukan. Mereka melarikan diri di depan orang-orang Ai.

Sebab orang-orang Ai menewaskan kira-kira tiga puluh enam orang dari mereka; orang-orang Israel itu dikejar dari depan pintu gerbang kota itu sampai ke Syebarim dan dipukul kalah di lereng. Lalu tawarlah hati bangsa itu amat sangat. Menganggap remeh musuh yang terlihat kecil dengan kekuatan yang kecil membuat bangsa Israel lengah dan tidak berperang sesuai dengan tuntunan Tuhan. Mereka menggunakan hikmat, perhitungan dan kekuatan sendiri. Kekalahan terhadap kota Ai yang dianggap remeh ternyata dapat berdampak besar dan tidak dapat dipandang sepele, sebagaimana dinyatakan oleh Yosua dalam doanya: "O Tuhan, apakah yang akan kukatakan, setelah orang Israel lari membelakangi musuhnya? Apabila hal itu terdengar oleh orang Kanaan dan seluruh penduduk negeri ini, maka mereka akan mengepung kami dan melenyapkan nama kami dari bumi ini. Dan apakah yang akan Kaulakukan untuk memulihkan nama-Mu yang besar itu?"

Mari kita renungkan peristiwa kekalahan Israel terhadap kota Ai dan refleksikan dalam kehidupan kita? Berapa banyak kita mengalami "kekalahan" dalam perjalanan kehidupan kita justru bukan karena tantangan yang besar, bukan karena pergumulan yang besar tetapi justru karena hal-hal kecil yang kita anggap remeh dan sepele. Kita tidak terlalu mempedulikan hal tersebut karena kita menganggapnya sebagai hal yang mampu kita atasi dengan sedikit kekuatan atau kemampuan kita tanpa perlu melibatkan Tuhan. "persoalan model seperti ini mah gampang, gak usah ngerepotin TUHAN..." itu pikiran kita! Selain karena memandang sebelah mata terhadap hal kecil, kekalahan Israel juga tidak luput dari dosa yang dilakukan oleh Akhan yang mengambil barang yang dikhususkan untuk TUHAN dan hal ini menjadi cela bagi bangsa Israel. Pelajaran penting yang bisa kita petik dari peristiwa ini, di tengah peperangan rohani yang semakin besar yang sedang kita hadapi di musim menuai ini: Jangan anggap remeh perkara kecil dan jangan sampai ada cela, dosa sekecil apapun. Segera bereskan dengan TUHAN. Kita percaya kemenangan lepas kemenangan pasti kita alami dan kita pasti menuai. (DL)

'"Kemudian kembalilah mereka kepada Yosua dan berkata kepadanya: "Tidak usah seluruh bangsa itu pergi, biarlah hanya kira-kira dua atau tiga ribu orang pergi untuk menggempur Ai itu; janganlah kaususahkan seluruh bangsa itu dengan berjalan ke sana, sebab orang-orang di sana sedikit saja." (Yosua 7:3)