Hidup dipimpin oleh Roh

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari

Jika kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh. (Galatia 5:25)

Pendahuluan

Belum lama kita telah memperingati Hari Pentakosta atau Hari Pencurahan Roh Kudus.

Bagi kita yang telah mengalami baptisan Roh Kudus atau kepenuhan Roh Kudus dengan tanda berbahasa roh tetaplah aktifkan dan kobarkan karunia yang telah Tuhan berikan kepada kita baik dalam persekutuan pribadi kita dengan Tuhan ataupun secara bersama.

Bagi yang belum mengalami Baptisan Roh Kudus janganlah putus asa tetapi tetap meminta dan berharap dengan iman agar dapat mengalami Baptisan Roh Kudus.

Namun yang lebih penting setelah kita mengalami Baptisan Roh Kudus dengan tanda berbahasa roh, hidup kita secara pribadi tentunya harus berdampak bagi orang lain, dan mempermuliakan nama Tuhan. Sebab jika seseorang hanya berbahasa roh saja tanpa disertai dengan cara hidup yang benar maka dapat menjadi batu sandungan bagi orang lain. Itu sebabnya selain kita berbahasa roh maka hidup kita juga harus dipimpin oleh Roh.

Isi dan sharing

Bagaimana agar kita hidup dapat dipimpin oleh Roh?

  1. Belajar taat (Kisah 10:19-20)
  2. Untuk hidup dipimpin oleh Roh kita harus belajar dan belajar untuk hidup taat kepada Tuhan dan Firman-Nya, sebab Tuhan sering mengajar kita untuk belajar taat dari hal-hal yang kecil dan sederhana. Contohnya dalam membaca firman, saat teduh, mengembalikan persepuluhan, mengampuni, menabur ataupun memberi. Dari hal-hal tersebut kita secara pribadi dapat mengukur sejauh mana ketaatan kita di hadapan Tuhan dan manusia. Seperti halnya yang dialami oleh Petrus ketika ia mendapatkan perintah dari Roh Kudus untuk menjumpai Kornelius, seorang Kaisarea yang adalah bukan orang Yahudi, dengan maksud supaya Petrus menyampaikan berita keselamatan dari Tuhan Yesus kepada Kornelius.

  3. Menjadi tawanan Roh (Kisah 20:22-24)
  4. Seperti yang Rasul Paulus nyatakan dalam Kisah 20:22,

    Tetapi sekarang sebagai tawanan Roh aku pergi ke Yerusalem dan aku tidak tahu apa yang akan terjadi atas diriku di situ

    Paulus sebagai hamba Allah telah merelakan dirinya untuk menjadi tawanan Roh Kudus ke mana pun Roh Kudus pimpin dan perintahkan untuk melaksanakan Amanat Agung bagi keselamatan jiwa-jiwa. Paulus tidak menyayangkan nyawanya, bahkan rela mati, untuk menjadi tawanan Roh Kudus dalam pelayanannya. Demikian juga setelah kita mengikut Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, maka hidup kita bukanlah milik kita sendiri namun milik Kristus seutuhnya.

  5. Pikirkan perkara di atas (Kolose 3:2)
  6. Sebelum kita mengikut Tuhan Yesus, tentunya hidup yang kita jalani hanyalah untuk menyenangkan diri sendiri dan sia-sia. Namun setelah kita mengenal Yesus, hidup kita tentunya harus berubah 180 derajat. Artinya cara hidup kita tidak sekedar untuk menyenangkan diri sendiri atau kepentingan sendiri namun kita mulai memikirkan bagaimana akhir hidup kita nanti setelah Tuhan memanggil kita. Ke surga atau neraka inilah yang kita pikirkan dan terus perjuangkan sampai garis akhir. Saat Tuhan memanggil kita, secara pribadi ataupun secara bersama dalam rapture atau pengangkatan, apakah hidup kita kedapatan tidak bercacat dan bercela. Mari kita lebih sungguh-sungguh lagi hidup dalam takut akan Tuhan.

Kesaksian

Hal-hal apa saja yang sudah Anda lakukan untuk hidup dipimpin oleh Roh?

Kesimpulan dan saling mendoakan

Agar dapat hidup dalam pimpinan Roh, mintalah kekuatan dari Roh Kudus itu sendiri.