Jangan menilai orang dari luarnya

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari

“Seorang kawan memukul dengan maksud baik, tetapi seorang lawan mencium secara berlimpah-limpah.” (Amsal 27:6)

Pendahuluan

Wanita Allah yang dikasihi Tuhan janganlah kita menilai orang dari luarnya. Ada yang terlihat baik, tapi hatinya begitu buruk. Ada pula yang terlihat menyeramkan, tapi memiliki hati yang lembut.

Begitu juga ketika ada seseorang yang terlihat kaya dari cara berpakaian, padahal hidupnya berkekurangan. Sebaliknya seseorang yang sangat sederhana, namun kaya raya. Itu sebabnya mari kita belajar dengan bijaksana dalam menilai apapun yang kita lihat ataupun yang kita dengar dari seseorang atau tentang seseorang sehingga kita tidak dinilai sebagai orang yang mudah menghakimi, karena penghakiman adalah hak Tuhan sendiri.

Isi

Lalu bagaimana tindakan atau sikap kita?

  1. Lebih selektif dalam memilih teman
  2. Berkawanlah secara hati-hati, jangan sampai salah memilih hingga kita terjerumus pada dosa yang sama. Paulus dalam 1 Korintus 15:33 mengingatkan Bahwa pergaulan atau pertemanan yang buruk bisa merusakkan kepada kebiasaan kita yang baik, di sini Paulus tidak bermaksud melarang kita untuk bergaul atau berteman kepada siapapun, namun jangan sampai kita terpengaruh dengan sebuah Pergaulan yang pada akhirnya dapat merugikan diri sendiri.

  3. Lihatlah kebiasaan hidupnya (Yakobus 1:22)
  4. Berkawanlah dengan orang yang tidak banyak bergunjing tentang kehidupan orang lain. Berkawanlah dengan orang yang membuat hidup kita semakin dekat dengan Tuhan. Pepatah mengatakan dekat api terbakar, dekat air basah. Jika kita renungkan kalimat tersebut memanglah ada benarnya. Jadi, sebelum jauh kita berteman lihatlah kebiasaan-kebiasaan buruknya. Jika dia bisa berubah lewat nasehat-nasehat atau teguran yang kita sampaikan, pertanda dia bisa menjadi teman atau sahabat bagi kita

  5. Jangan buang-buang waktu (2 Timotius.3:1-5)
  6. Saat ini adalah masanya percepatan artinya di dalam kita memilih teman atau sahabat selain kita berhati hati, yang terutama adalah Karakternya pribadinya, jika dia adalah seseorang yang mau ditegur atau dinasehati dan mau berubah dia akan menjadi teman yang baik.

Penutup

Seorang sahabat atau teman dikatakan baik jika mereka dapat menerima kekurangan satu dengan yang lain memperbincangkan terhadap orang lain, dan tidak kompromi dengan dosa.

Tuhan Yesus memberkati.