Mengenal Allah lebih dalam lagi (Pdt Budi Jonatan)

Dari GBI Danau Bogor Raya
Revisi sejak 22 November 2022 12.32 oleh Leo (bicara | kontrib) (Penggantian teks - " " menjadi " ")
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Lompat ke: navigasi, cari

Pagi ini kita tentu mendengar banyak hal yang terjadi di bangsa kita mengenai gereja. Saya percaya Tuhan sedang berbicara kepada gereja Tuhan. Kejadian demi kejadian beruntun dan situasi ini memang harus terjadi. Dan ke depan, firman Tuhan bernubuat, akan datang masa-masa yang sukar.

Yang berbahaya hari-hari ini adalah yang dikatakan dalam Daniel 11:31-32, Tentaranya akan muncul, mereka akan menajiskan tempat kudus, benteng itu, menghapuskan korban sehari-hari dan menegakkan kekejian yang membinasakan. Dan orang-orang yang berlaku fasik terhadap Perjanjian akan dibujuknya sampai murtad dengan kata-kata licin; tetapi umat yang mengenal Allahnya akan tetap kuat dan akan bertindak. Firman Tuhan berkata bahwa tentara Iblis akan muncul dan hari-hari ini sudah muncul.

Apa yang dilakukan Iblis? Dia akan menajiskan tempat kudus, menghapuskan korban sehari-hari, tempat kudus benteng itu akan dihapuskan. Orang-orang yang berlaku fasik terhadap Perjanjian akan dibujuknya sampai murtad, tapi Tuhan juga berkata, umat yang mengenal Allahnya akan tetap kuat dan akan bertindak.

Hari-hari ini sedang terjadi kalau kita tidak berpegang sungguh-sungguh mengenal Allah kita, siapakah Dia, dunia akan menyesatkan kita. Dan penyesatan ini sudah bekerja sedemikian rupa, masuk dalam berbagai bidang kehidupan, masuk ke masyarakat, sekolah-sekolah, kantor-kantor, bahkan gereja-gereja. Dan itu tanpa disadari sedang terjadi penyesatan di berbagai bidang kehidupan. Dan kalau perlu, umat Tuhan akan dihancurkan.

Orang-orang yang berlaku fasik terhadap Perjanjian adalah mereka yang tidak sungguh-sungguh menyembah Tuhan, tidak sungguh-sungguh mempersembahkan kehidupannya pada Tuhan, maka mereka akan dibujuknya sampai murtad.

John Mc Flang mengungkapkan dalam bukunya mengenai situasi gereja, dengan berkata keras dalam sebuah gambaran bahwa gereja sedang berada dalam dualisme. Kita tidak hidup dengan satu pusat, tapi dualisme dalam kehidupan kita, digambarkan dalam bukunya, di dalam gereja intinya adalah Kristus, tapi kehidupannya dikuasai oleh yang namanya self. Artinya kita beribadah, hari ini menyembah Tuhan, percaya Yesus, tapi kehidupannya penuh dengan penyembahan kepada diri sendiri, keinginan diri sendiri.

Seberapa jauh kita mengenal Dia?

Dalam Wahyu 18:4 dikatakan, umat-Ku, keluarlah dari Babel! Artinya ada umat-umat Tuhan sedang hidup dalam Babel.

Wahyu 18:4, Lalu aku mendengar suara lain dari sorga berkata: "Pergilah kamu, hai umat-Ku, pergilah dari padanya supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya.

Dalam ayat sebelumnya dikatakan bahwa Babel berbicara mengenai hawa nafsu. Sekalipun dia umat Tuhan, tapi kalau dia mementingkan diri sendiri, dia korbankan orang lain. Kalau kita berbisnis dengan hawa nafsu maka bisnis kita ada dalam Babel. Dalam hubungan suami istri, jika kita hanya mementingkan kepuasan diri sendiri, maka kita hidup dalam Babel. Tuhan berkata, umat Tuhan harus keluar dari Babel.

Orang yang menyembah diri sendiri adalah orang yang tidak menjadikan Dia Tuhan. Karena lebih mengikuti hawa nafsu daripada kata Tuhan. Kenapa ini semua terjadi? Dimulai dari ketidakmengenalan kita akan Dia. Kalau kita tidak kenal Dia, kita akan disesatkan. Iblis hanya bisa menyesatkan umat yang tidak mengenal Allahnya. Pertanyaannya, seberapa jauh kita mengenal Dia? Seberapa dekat kita kenal Tuhan yang kita sembah?

Apakah Tuhan ada?

Satu kali ada pria, katakanlah namanya Pak Miming, datang ke tukang cukur/barber shop. Lalu sambil cukur, mereka bercakap-cakap. John si tukang cukur bertanya, “Kalau memang Tuhan ada, kenapa banyak terjadi pembunuhan dan tidak ada pembelaan dari Tuhan, kenapa ada aniaya? Kalau Yesus itu hidup, kenapa semua ini diizinkan terjadi? Kenapa diizinkan Amerika menghancurkan Irak? Kenapa ada yang kaya dan miskin, ada yang lahir di istana dan ada yang di pinggir rel? Kalau Tuhan adil, kenapa ini semua terjadi? Di manakah Tuhan?”

Ini pertanyaan-pertanyaan yang sedang dilontarkan di tengah-tengah dunia. Kalau Bapak/Ibu ditanya seperti ini, apa jawaban Bapak/Ibu? Ini membuat kita ragu dengan Tuhan. Mungkin kita berkata, “Saya juga bingung, karena saya juga ngga Maha Tahu.” Mungkin kita semua sering menjawab seperti itu.

Selesai cukur, Pak Miming pulang dan ketika tiba di sebuah lorong dia melihat ada orang gila, berantakan, rambutnya panjang. Tiba-tiba ada hikmat Tuhan kasih dengan sebuah pengertian. Lalu dia buru-buru kembali ke si John, dan bilang, “Aku tahu jawabannya!”
Lalu si Pak Miming mengajak John si tukang cukur ke lorong itu dan bilang, “Aku ngga percaya kalo di dunia ini ada tukang cukur! Kalo di dunia ada tukang cukur, kenapa orang gila ini rambutnya panjang?”
Si John menjawab, “Ya terang aja, gimana aku mau cukur? Dia ngga mau datang sama aku untuk minta dicukur!”
Pak Miming menjawab, “Nah, karena kamu ngga mau datang sama Tuhan, makanya kamu ngga tahu kalo Tuhan itu ada! Mungkin karena orang itu gila makanya dia ngga tahu di sini ada tukang cukur. Kamu pernah datang ngga sama Tuhan?” John bilang, “Ngga pernah.”

John tidak pernah mencari Tuhan, bagaimana dia bisa bertemu dengan Tuhan? Sama seperti orang gila rambutnya tambah panjang karena dia tidak pernah datang pada tukang cukur.

Kita sering mencoba menilai Tuhan dengan pandangan kita yang terbatas, kita mencoba mengerti dia dengan cara kita.

Pertolongan Tuhan

Contoh ilustrasi yang kedua. Satu kali banjir di Jakarta sudah sampai di atas genteng. Ada satu anak Tuhan, misalnya namanya Budi, berdoa dan menjerit, “Tuhan tolong selamatkan aku Tuhan.” Dia menjerit dan berdoa di atas genteng minta pertolongan. Setelah berdoa, tiba-tiba ada getek melintas, menyuruh dia untuk naik karena air sudah semakin meninggi. Tapi dia tidak mau, dia bilang dia mau tunggu pertolongan Tuhan.

Kira-kira 15 menit kemudian, datang tim penyelamat pakai perahu motor. “Ayo turun, banjir makin tinggi!” Tapi dia tetap tidak mau, “Aku mau tunggu pertolongan Tuhan!”

Air semakin tinggi dan melintaslah sebuah helikopter turun dari atas, menurunkan tangga tali. Tim helikopter berteriak, “Pak, cepat naik! Banjir akan makin tinggi!” Si Budi bersikukuh, “Tidak, saya mau tunggu pertolongan Tuhan!”

Akhirnya dia mati dan ketemu Tuhan. Dia komplain sama Tuhan karena Tuhan tidak menolong dia, “Saya sudah berdoa menjerit bersungguh-sungguh, kenapa Tuhan ngga tolong?” Tuhan katakan, “Aku tolong!” Si Budi bertanya lagi, “Mana buktinya?” Tuhan bilang, “Getek itu aku yang kirim. Yang kedua, perahu motor, itu dari Aku. Yang ketiga malah Aku kirim helikopter buat kamu!” “Masa sih itu dari Tuhan?” Ternyata si Budi berpikir maunya ditolong Tuhan dengan cara, Tuhan angkat saya terbang dan saya dipindahkan ke tempat yang aman, itu baru dari Tuhan!

Kita seringkali begitu, kalau tidak seperti yang kita mau, berarti itu bukan dari Tuhan. Kita suka pakai sudut pandang sendiri. Kita tidak mau buka pikiran kita bahwa ada sesuatu yang alamiah itu menjadi pertolongan Tuhan. Juga sering terjadi dalam hubungan suami-istri dan sosial. “Kalau kamu mengasihi aku, harusnya begini dan begitu, harusnya seperti ini.” Mungkin suami/istri kita itu bilang saya harus buktikan apa lagi?

Tuhan punya cara, tapi kita suka mau mengatur Tuhan caranya seperti apa. Akhirnya kita meragukan Tuhan. Waktu kita meragukan Tuhan, kita akan mudah sekali disesatkan.

Kehendak Tuhan dan kehendak bebas kita

Ada sebuah contoh, ada seorang anak Tuhan naik motor, dia menerobos lampu merah, tiba-tiba ada truk menghajar dan tergilas mati. Saya mau tanya, kehendak Tuhan atau bukan? Rencana Tuhan atau bukan?

Kenapa bukan rencana Tuhan? Kita kan sering berkata, tanpa seizin Tuhan tidak mungkin terjadi.

Satu kali, di Amerika ada satu keluarga suaminya mati seperti yang saya katakan itu, dia menerobos lampu merah dan mati digilas truk. Gembalanya datang ke rumah keluarga itu. Si istri belum bisa terima karena kejadian ini begitu mendadak. Dia berkata, “Kenapa Tuhan melakukan seperti ini kepada saya? Gembalanya menjawab, “Kita tidak mengerti kehendak Tuhan, Bu.”

Mamanya mungkin masih bisa ngerti maksud si Pendeta walaupun rancu. Tapi waktu di dengar anaknya yang masih kecil, akibatnya sampai hari ini anak itu tidak mau percaya kepada Tuhan Yesus. Ini adalah true story. Ketika anak itu dengar bahwa ini adalah kehendak Tuhan, maka dia katakan Tuhan itu jahat, kenapa Tuhan ambil papa saya.

Anak gadis itu sampai hari ini tidak mau kenal Tuhan, tidak mau ke gereja. Gara-gara statement yang salah dari gembalanya.

Tuhan katakan bahwa rancangan Tuhan adalah rancangan damai sejahtera. Lalu bagaimana dengan Roma 8:28, Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Apakah Tuhan menciptakan suatu rekayasa untuk mencipta suatu citra diri yang baik tentang Dia? Bukankah berarti Tuhan seorang manipulator? Sebenarnya apa yang terjadi?

Orang ini mati bukan kehendak Tuhan! Tapi karena kebodohan dia sendiri. Tuhan tidak kehendaki dia mati ditabrak. Kita harus ingat bahwa di dunia ini ada hukum Tuhan yang disebut dengan hukum alam.

Kalau seseorang naik ke lantai 52 dan lompat, lalu dia bilang, “Aku pasti tidak akan mati karena Tuhan pasti tolong aku!” Tapi dia pasti mati karena melawan hukum alam, hukum Tuhan! Kalau Saudara ambil pisau, gores tangan kita, berdarah tidak? Lalu kita katakan, “Kehendak Tuhan aku berdarah.” Kehendak Tuhan aku mati terjun.

Rancangan Tuhan adalah damai sejahtera. Tuhan tidak pernah menciptakan penderitaan buat hidup kita. Lalu bagaimana kaitan dengan Roma 8:28?

Kita punya free will. Semua denominasi setuju kita punya kehendak bebas. Ini yang salah digunakan Hawa dan Adam ketika mereka makan buah itu. Kehendak bebas ini ada, karena Tuhan mau kita menyembah dan mengagungkan Dia dengan kehendak bebas, dan bukan sebagai robot yang disetel, tapi dengan inisiatif dari diri kita sendiri. Artinya, ketika kita memutuskan sesuatu, ada sebab ada akibatnya. Kadang, ketika kita memutuskan sesuatu, akibatnya baik lalu kita berkata Tuhan luar biasa. Ketika tidak baik, kita suka bilang itu kehendak Tuhan. Nanti dulu, jangan cepat mengatakan demikian. Yakobus katakan Tuhan tidak dapat dicobai dan Dia tidak pernah mencobai!

Ketika kita membuat keputusan, hukum sebab akibat terjadi. Waktu akibatnya buruk, itu terjadi karena keputusan yang kita ambil. Lalu kaitan dengan Roma 8:28 adalah ketika keputusan itu menjadi buruk bagi hidup kita, di sinilah Roma 8:28 bekerja, keburukan ini akan Tuhan jadikan kebaikan buat kita semua.

Kalau kita menikah dengan pasangan kita, dan kita bilang salah kawin, apa itu kehendak Tuhan? Mungkin kita salah memilih, tapi waktu kita sudah masuk dalam pernikahan, Tuhan memberkati kita dan itu sudah menjadi kehendak Tuhan. Mungkin awalnya kita salah pilih, tapi Tuhan bekerja sehingga kesalahan itu tidak lagi jadi kesalahan, karena Tuhan bekerja melalui kesalahan itu menjadi kebaikan kita. Waktu pernikahan diberkati, pada titik itulah kita tahu bahwa itu kehendak Tuhan. Setelah menikah kan baru ketahuan segala sesuatunya. Tapi melalui kejadian ini Roma 8:28 akan berlaku. Tuhan akan tolong kita, Dia akan turut bekerja dalam situasi ini untuk mendatangkan kebaikan bagi kita. Tapi yang memutuskan untuk menikah itu kan kita sendiri. Itu yang disebut kehendak bebas. Free will kita.

Tuhan kasih sebuah koridor kepada kita, frame yang tidak dapat kita lewati. Kalau kita lewati maka kita melanggar hukum Tuhan.

Yang memutuskan mau punya anak berapa itu siapa? Kita sendiri. Siapa yang memutuskan datang ibadah? Kita sendiri. Tapi semua ini ada dalam kedaulatan Tuhan. Ketika kita mengeluarkan statement bahwa ketika sesuatu yang buruk terjadi, “ini adalah kehendak Tuhan”, itu adalah statement yang salah. Tuhan berdaulat atas semua, tapi banyak yang buruk terjadi itu bukan karena kehendak Tuhan.

Kehendak Tuhan adalah dunia ini menjadi tempat yang baik. Tuhan menciptakan Eden bukan Edan. Di sana diciptakan kebutuhan makanan, terbaik buat manusia. Tapi dengan kehendak bebas manusia merusaknya menjadi sebuah kehancuran. Tapi Tuhan berdaulat atas semuanya.

Hidup kita juga diatur oleh hukum Tuhan yaitu sebab akibat, tabur tuai. Itu hukum Tuhan yang tidak bisa dilanggar. Tapi atas semuanya Tuhan berkuasa, berdaulat. Artinya, kita mesti mengenal Tuhan kita itu sebenarnya seperti apa, supaya kita tidak bisa disesatkan si Iblis dan malah menolak Yesus. Buktinya, kita bilang percaya Tuhan, tapi seringkali kita meragukan firman Tuhan. Bukankah itu suatu kebingungan tentang Tuhan? Kita percaya sama Tuhan tapi kita tidak percaya.

Seperti apa sebetulnya Tuhan kita?

Satu kali saya mengajar tentang kasih Kristus, adalah kasih yang tidak bersyarat. Ketika itu saya dapat informasi, dari yang mendengar pengajaran ini, itu mah bagus teori doang tapi prakteknya tidak mungkin. Dia percaya Tuhan, tapi Dia tidak percaya yang Tuhan katakan bahwa kasih-Nya itu tidak bersyarat dan bahwa kita bisa hidup dengan kasih yang tidak bersyarat. Bukankah itu suatu kebingungan tentang iman kita? Setuju? Sebenarnya, kalau boleh saya katakan, orang itu sebetulnya tidak percaya pada Tuhan. Dia tidak yakin Alkitab ini adalah sungguh firman Allah. Dunia sedang berusaha membuktikan bahwa Alkitab ini bukan firman Allah.

Sebuah website backtoyahwe menyangkal bahwa Rasul Paulus adalah Rasul, dengan kata lain dia menyangkal kitab-kitab Perjanjian Baru selain Injil adalah firman Tuhan. Ini sedang terjadi. Dia ungkapkan dengan fakta dan basic teologi. Kalau kita anak Tuhan tidak mengerti, maka kita bisa jatuh. Karena itu kita tidak bisa hanya dibungkus dengan berkat dan lain-lain, kita harus down to earth supaya bisa melihat Allah kita lebih real.

Jadi seperti apa sebetulnya Tuhan kita?

Allah Maha Tahu

Mazmur 139:1-6, Doa di hadapan Allah yang mahatahu,

Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku; Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh. Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi. Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui, ya TUHAN. Dari belakang dan dari depan Engkau mengurung aku, dan Engkau menaruh tangan-Mu ke atasku. Terlalu ajaib bagiku pengetahuan itu, terlalu tinggi, tidak sanggup aku mencapainya.

Mazmur mengakui bahwa Allah kita adalah Allah yang maha tahu. Ayat 4-5, Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui, ya TUHAN. Dari belakang dan dari depan Engkau mengurung aku, dan Engkau menaruh tangan-Mu ke atasku.

Tuhan berdaulat, Tuhan tahu kehidupan kita semua. Dia adalah Allah yang Maha Tahu, sekalipun kita bersembunyi di tempat yang paling gelap sekalipun, Dia tahu, karena Dia adalah Maha Tahu.

Apa yang belum kita katakan, apa yang ada dalam hati saya, Tuhan tahu. Apa yang sedang saya pikirkan, Tuhan tahu, Tuhan Maha Tahu. Artinya, seluruh kehidupan kita, Tuhan tahu tentang hidup kita. Tidak ada satu pun yang tersembunyi bagi Tuhan. Itulah Allah kita. Kita belum tahu lebih jauh, bila tidak disingkapkan.

Contoh, saya angkat sebuah kebenaran yang perlu dibuktikan secara sains. Janin waktu dibentuk dalam rahim itu seperti dirajut. Dan ketika diteropong secara sains, memang ketika janin itu terjadi benar-benar seperti sesuatu yang sedang ditenun, persis seperti kata Daud dalam firman Tuhan.

Contoh lain, memori itu ada di mana? Orang bilang di otak. Tapi Tuhan katakan, simpanlah firman-Ku di dalam hatimu (Amsal 4:21), artinya ada di jantung kita. Dan ternyata, ketika orang cangkok jantung, memori itu terikut kepada orang yang dicangkokkan, bahkan orang itu bisa mengungkapkan pembunuhan itu hingga pembunuhnya bisa ditangkap. Kenapa jantung ada memorinya? Amsal katakan simpanlah perkataanku dalam hatimu, bukan di otak. Hati ini sumber kehidupan, jangan sampai kita pahit hati. Saya cari di sains mengenai ini tapi belum ketemu. Tapi sudah ada hamba Tuhan yang mengungkapkan poin ini.

Percaya tidak firman ini adalah firman Allah? Amin? Saudara jadi bingung? Catat, renungkan, dan minta Roh Kudus untuk menyingkapkan. Saya harap ini menjadi sebuah pembaharuan bagi kita tentang firman Allah.

Allah Maha Hadir

Mazmur 139:7-12,

Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu? Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situpun Engkau. Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut, juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku. Jika aku berkata: "Biarlah kegelapan saja melingkupi aku, dan terang sekelilingku menjadi malam," maka kegelapanpun tidak menggelapkan bagi-Mu, dan malam menjadi terang seperti siang; kegelapan sama seperti terang.

Tuhan Maha Hadir. Di tempat paling laknat sekalipun, yang paling jahat sekalipun, ternyata Tuhan ada di sana. Dia Maha Hadir. Mau ngumpet di mana? Di tubir laut yang terdalam sekalipun, Tuhan juga ada di sana. Mau masuk dalam ikan paus, Tuhan juga ada di sana. Mau di lembah Amazon, Tuhan juga ada di sana. Di mana Saudara bisa tersembunyi? Dia Allah yang Maha Hadir, omnipresent.

Allah kita dahsyat, amin! Dia tahu hati yang paling dalam. Dia tahu tempat yang paling gelap, bahkan di dunia orang mati pun Dia ada di sana.

Tuhan ciptakan yang terbaik

Mazmur 139:13-16,

Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah; mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya.

Hari-hari sudah Tuhan ciptakan buat kita, rancangan damai sejahtera. Yang membuat celaka kita ya kita sendiri. Makan babi melulu, tapi olah raga tidak pernah, kolesterol naik.

Waktu ada sebuah acara Arabian Night di Kelapa Gading, saya hampir saja mati bersama-sama teman saya yang seorang pengacara muda. Tapi Tuhan itu baik. Di malam Arabian Night itu, kita makan kambing dan tanpa sadar kita beli durian. Memang kambingnya enak sekali, tidak bau. Habis makan, saya beli jus durian, agak murni, es nya hanya sedikit. Tiba-tiba ada suara bilang, jangan makan durian setelah makan kambing. Langsung saya bilang pada teman saya, “Andre, duriannya jangan dimakan! Bisa mati!” Dia juga bingung, “Lho, kenapa kita beli?” “Ya ngga ngerti juga.” Akhirnya jus durian itu kita kasih ke satpam di situ. Hampir saja kami tidak ada lagi di dunia gara-gara itu.

Tuhan bisa buat sesuatu dengan hidup kita. Tapi kalau kita dengar suara, lalu kita berkata, “Ah ngga apa-apa, Tuhan.” Lalu mati, ya bodoh sendiri. Tuhan ciptakan yang terbaik buat kita, tapi kalau saya sampai mati malam itu, itu bukan rancangan Tuhan buat saya dan hidup saya, tapi kebodohan saya yang hampir membunuh saya.

Mari coba mengenal Allah kita, supaya setan tidak bisa menyesatkan kita.

Setan tidak tampil dengan wajah yang menyeramkan, tapi dia akan tampil sebagai orang yang luar biasa, handsome, cantik, sopan. Tapi itu semua akan menyesatkan hidup kita dan orang yang bisa disesatkan adalah orang yang tidak mengenal Allahnya Daniel.

Pertanyaan untuk kita yang beribadah. Apakah Tahun ini kita bertumbuh dengan pengenalan Allah yang lebih dari bulan lalu, tahun lalu? Kalau kita tidak pernah bertumbuh, apa yang sedang kita lakukan hari-hari ini? Itu pertanyaan besar.

Mari bersama-sama, bukan hanya percaya pada Dia, tapi percaya firman Tuhan walau tidak masuk pengertian kita. Buktikan dan alami apa yang dikatakan firman Tuhan. Supaya kita semakin hari semakin mengenal Dia.

Orang yang mengenal Allahnya

Daniel 3:13-18,

Sesudah itu Nebukadnezar memerintahkan dalam marahnya dan geramnya untuk membawa Sadrakh, Mesakh dan Abednego menghadap. Setelah orang-orang itu dibawa menghadap raja, berkatalah Nebukadnezar kepada mereka: "Apakah benar, hai Sadrakh, Mesakh dan Abednego, bahwa kamu tidak memuja dewaku dan tidak menyembah patung emas yang kudirikan itu? Sekarang, jika kamu bersedia, demi kamu mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi, rebab, gambus, serdam dan berbagai-bagai jenis bunyi-bunyian, sujudlah menyembah patung yang kubuat itu! Tetapi jika kamu tidak menyembah, kamu akan dicampakkan seketika itu juga ke dalam perapian yang menyala-nyala. Dan dewa manakah yang dapat melepaskan kamu dari dalam tanganku?"
Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: "Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini. Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu."

Kerajaan Nebukadnezar itu sangat ditakuti, sangat berkuasa, negara super power saat itu. Saudara, statement yang mereka buat adalah statement dari orang yang mengenal Tuhannya. Akibatnya, dia siap mati bagi Tuhannya.

Daniel 3:19-22,

Maka meluaplah kegeraman Nebukadnezar, air mukanya berubah terhadap Sadrakh, Mesakh dan Abednego; lalu diperintahkannya supaya perapian itu dibuat tujuh kali lebih panas dari yang biasa. Kepada beberapa orang yang sangat kuat dari tentaranya dititahkannya untuk mengikat Sadrakh, Mesakh dan Abednego dan mencampakkan mereka ke dalam perapian yang menyala-nyala itu. Lalu diikatlah ketiga orang itu, dengan jubah, celana, topi dan pakaian-pakaian mereka yang lain, dan dicampakkan ke dalam perapian yang menyala-nyala. Karena titah raja itu keras, dipanaskanlah perapian itu dengan luar biasa, sehingga nyala api itu membakar mati orang-orang yang mengangkat Sadrakh, Mesakh dan Abednego itu ke atas

Harusnya mereka mati, tapi Tuhan menyatakan siapa Dia di hadapan Nebukadnezar. Setelah itu, Nebukadnezar menjadi gila dan harus mengakui siapa Allah yang disembah Daniel, Sadrakh, Mesakh, dan Abednego.

Penutup

Apakah hari ini kita masih ragu dengan Yesus, mempertanyakan kedaulatan Dia sebagai raja semesta alam? Apakah kita masih ragu Dia Allah yang menjadi penolong kita? Ini hari-hari terakhir di akhir zaman. Mari cek hati kita, kalau kita masih ragu, buat keputusan hari ini, minta sama Tuhan sampai kita sampai yakin.

  • Kadang iman kita seperti Tomas, baru percaya kalau sudah mencucukkan tangan. Tomas akhirnya percaya dan menyembah Tuhan. Mungkin engkau seperti Tomas, tapi Tuhan tahu apa yang bisa meneguhkan hati kita hari ini.
  • Ketika Petrus mengalami badai yang luar biasa, ketika Yesus berjalan, buat mereka waktu itu mustahil berjalan di atas air. Kalau engkau Tuhan, buat aku berjalan dia tas air supaya aku percaya, dan Petrus dibuat yakin, dia dibuat berjalan dia tas air sekalipun itu mustahil.
  • Ada dua orang yang berjalan ke Emaus, dan tiba-tiba Yesus datang ke situ. Sampai Yesus datang ke satu tempat, dan memecahkan roti, terbukalah mata mereka. Kadang ada sesuatu yang menutup mata kita sehingga kita tidak bisa melihat bahwa Dia adalah Tuhan. Saya tidak bisa meyakinkan Bapak/Ibu, tapi Tuhan yang bisa.

Hari-hari ini di Timur Tengah, Tuhan sedang melakukan perkara seperti ini. Tuhan datang bertemu dengan mereka di dalam mimpi mereka, Tuhan nyata secara kasat mata kepada mereka, menyatakan bahwa Dia adalah Tuhan. Sedang terjadi lawatan yang besar di Timur Tengah.

Dan bukan hanya itu, di Indonesia, saya tidak perlu sebutkan di mananya, Saudara, Tuhan sedang menyatakan diri kepada Saudara-Saudara kita yang sungguh-sungguh mencari Tuhan, tapi tidak tahu harus mencari ke mana selama ini. Tuhan perlihatkan kepada mereka dengan sinar kemuliaan yang sangat mulia, sehingga mereka percaya bahwa Isa Almasih adalah Tuhan.

Firman Tuhan bernubuat, akan terjadi penyesatan anak-anak Tuhan. Banyak anak-anak Tuhan akan murtad, karena mereka tidak mengenal Tuhan mereka. Pengetahuan akan diselewengkan, kalau kita tidak mengenal Tuhan kita, hidup kita akan disesatkan. Hari ini, apa yang kaubutuhkan. Berdoa sama Tuhan, minta peneguhan. Kalau kau sudah yakin, pertahankan dan perkuat keyakinanmu supaya engkau tidak digoyahkan lagi.

Amin.