Tidak mengubah

Dari GBI Danau Bogor Raya
Revisi sejak 3 April 2023 10.23 oleh Leo (bicara | kontrib) (baru)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Lompat ke: navigasi, cari

Pada umumnya orang berdoa mengungkapkan keluhan akibat beban yang menindih hidup sambil berharap agar doa itu mendapat jawaban dan jalan keluar.

Kemudian Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari hadapan-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.

Matius 26:39

Pendahuluan

Pada umumnya orang berdoa mengungkapkan keluhan akibat beban yang menindih hidup sambil berharap agar doa itu mendapat jawaban dan jalan keluar. Tetapi sayangnya justru banyak yang cenderung menuntut Tuhan agar mengikuti kehendak dan keinginan kita, kecenderungan itulah yang kemudian membuat kita begitu yakin bahwa doa dapat mengubah segala sesuatu.

Apakah benar bahwa doa akan selalu dijawab seperti yang kita kehendaki. Ketika berhadapan dengan kesedihan dan kegentaran yang begitu hebat akibat cawan derita yang harus Ia alami, Yesus pun berdoa meminta serta menyampaikan kehendak hati agar cawan itu berlalu dari pada-Nya, ternyata doa itu tidak mengubah kenyataan pahit yang akan dihadapi-Nya.

Isi

Wanita, pelajaran apa yang dapat kita ambil dari penderitaan yang dialami oleh Yesus?

  1. Yesus taat atas keputusan Bapa di Surga
  2. Sudah 3 kali Yesus berdoa dan memohon kepada Bapa di sorga, namun Bapa tetap memutuskan Yesus harus menderita bahkan disalibkan.
    Ia membiarkan mereka di situ lalu pergi dan berdoa untuk ketiga kalinya dan mengucapkan doa yang itu juga. (Matius 26:44)

    Ia pun harus taat akan kehendak Bapa-Nya, sehingga doa itu tidak mengubah fakta bahwa Ia harus menjalani penderitaan di kayu salib. Doa itu memang tidak membuat kesengsaraan berlalu, namun memberi kekuatan sehingga waktu itu Ia mampu mengalahkan segala ketakutan dan kegentaran hingga mampu menyelesaikan kehendak Bapa-Nya.

  3. Kehendak Bapa adalah yang terbaik
  4. Doa itu memang tidak selalu membuat kesengsaraan berlalu, namun memberi kekuatan, sehingga waktu itu Ia mampu mengalahkan segala ketakutan dan kegentaran hingga mampu menyelesaikan kehendak Bapa-Nya. Doa itu memang tidak membuat kesengsaraan berlalu, namun memberi kekuatan sehingga waktu itu Ia mampu mengalahkan segala ketakutan dan kegentaran hingga mampu menyelesaikan kehendak Bapa-Nya.

  5. Yesus memilih untuk menyenangkan hati Bapa
  6. Saat menyaksikan kepasrahan hidup dalam berdoa, tentu saja itu membuat Tuhan senang, namun Tuhan ingin kita belajar memahami bahwa doa tidak selalu mengubah atau memberi jawaban seperti apa yang kita kehendaki. Doa yang kita ucapkan mungkin tidak mengubah fakta penderitaan yang kita alami, tetapi ada kalanya justru hal tersebut membuktikan kita mengasihi Tuhan.

Penutup

Wanita, doa itu memang berkuasa meski tidak selalu mengubah, namun akan memberi kekuatan sehingga bisa mengalahkan segala sesuatu.

Jadwal

  • 04 Apr: Bahan CoOL
  • 11 Apr: Bahan CoOL
  • 18 Apr: MDW Online
  • 25 Apr: WBI Libur