Selalu memuji Tuhan

Dari GBI Danau Bogor Raya
Revisi sejak 10 September 2021 14.54 oleh Leo (bicara | kontrib) (upd)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Lompat ke: navigasi, cari

Nyanyian pengajaran Daud, ketika ia ada di dalam gua: suatu doa. (Mazmur 142:1)

Bicara tentang kehidupan seorang penyembah maka Daud adalah pribadi yang menjadi contoh bagi banyak orang Kristen, banyak pelayan Tuhan. Kita belajar tentang keintimannya, kasihnya kepada Tuhan

Akan tetapi mari kita belajar lebih lagi dari pribadi Daud ini dengan melihat ayat ini. Nyanyian pengajaran Daud ketika dia berada di dalam gua.

Gua adalah tempat yang gelap, kurang sirkulasi udara, sempit, adanya di celah gunung batu, jauh dari keramaian, tersembunyi, pengap, tidak bisa leluasa bergerak, tidak nyaman untuk tidur atau beristirahat.

Apa yang dapat dibanggakan dengan tinggal di dalam gua?

  • Daud punya alasan untuk mengeluh, untuk kecewa dan marah kepada Tuhan.
  • Daud punya alasan untuk memberontak kepada Tuhan atas situasi yang dia hadapi tapi inilah yang dilakukannya:
    Tetap berdoa, menyanyi memuji Tuhan! Sebuah doa dan nyanyian dari gua yang naik sampai ke tahta Allah!

Mungkin kita sedang berada dalam gua (sedang dalam masalah, sakit, difitnah, disakiti, berbagai proses). Belajarlah dari Daud bahwa yang lahir dari hatinya adalah nyanyian. Daud tidak kehabisan nyanyian kepada Tuhan yang dikasihi-Nya. Selalu ada pujian yang dinaikkan.

Mari penuhi hati kita dengan banyak pujian supaya dalam setiap keadaan, di mana saja, yang keluar adalah nyanyian pujian dan bukan keluhan.

Jangan berhenti memuji Tuhan! Haleluya! (SB)

Nyanyian pengajaran Daud, ketika ia ada di dalam gua: suatu doa. (Mazmur 142:1)