Wanita yang memiliki Roh yang menyala-nyala

Dari GBI Danau Bogor Raya
Revisi sejak 30 Oktober 2026 14.14 oleh Sari (bicara | kontrib) (Baru)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Lompat ke: navigasi, cari

Apapun yang menjadi peran dan tuntut kita sebagai wanita jangan menjadi kendor dan roh kita menjadi padam. Justru dalam situasi seperti itu, kita tidak boleh tenggelam di dalamnya, kita harus memiliki semangat dan roh yang menyala-nyala.

Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.

— Roma 12:11

Pendahuluan

Ada banyak peran dan tuntutan yang wanita rasakan. Menjadi ibu, sebagai istri, karyawan/staff, Gembala COOL, dan banyak peran lainnya yang semuanya harus kita kerjakan. Dalam menghadapi berbagai macam tuntutan yang ada, wajar saja jika kita sebagai wanita merasa lelah, ingin marah, bosen, kehilangan semangat, dan bahkan yang parahnya adalah merasakan kering secara rohani. Mungkin kita terlihat kuat, tetapi di dalam diri kita api itu mulai padam. Dalam Roma 12:11 mengingatkan kembali bahwa apapun yang menjadi peran dan tuntut kita sebagai wanita jangan menjadi kendor dan roh kita menjadi padam. Justru dalam situasi seperti itu, kita tidak boleh tenggelam di dalamnya, kita harus memiliki semangat dan roh yang menyala-nyala.

Isi materi

Bagaimana kita menjadi wanita yang memiliki roh yang menyala-nyala?

  1. Tetap menjaga hubungan yang intim dengan Tuhan
  2. Roma 12:11a mengatakan Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor. Hal ini mengingatkan kepada kita sebagai wanita, sesibuk apapun peran yang kita miliki, kita harus tetap membangun dan memiliki persekutuan pribadi dengan Tuhan. Jika kita tidak memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan, maka kita akan menjadi wanita yang mudah ditaklukan oleh iblis melalui persoalan kehidupan sehari-hari. Tetapi berbeda ketika wanita memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan, ada kekuatan, penjangaan, perlindungan, dan hikmat Allah. Oleh sebab itu, berikan waktumu untuk berdoa, memuji-menyembah, dan merenungkan Firman Tuhan sebelum memulai aktivitasmu.
  3. Menjaga hati agar api tidak padam
  4. Amsal 4:23 berkata Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. Hati tidak hanya sekedar berbicara tentang perasaan seseorang, tetapi hati merupakan pusat kehidupan kita sebagai manusia. Jika hati kita dipenuhi dengan berita atau informasi yang buruk dan mengkuatirkan, maka hal tersebut akan mempengaruhi cara kita bersikap, berbicara, bertindak, dan mengambil Keputusan yang tidak benar. Dan pada akhirnya secara perlahan tapi pasti roh kita akan padam. Tetapi ketika hati kita dijaga dengan berdoa, memuji Tuhan, merenungkan Firman Tuhan, dan ada dalam komunitas rohani, maka roh kita tetap terjaga dan menyala-nyalah. Sehingga kitapun akan melakukan hal-hal yang tepat sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan.

Diskusi kelompok

  1. Bagimana Anda memberikan waktu khusus untuk tetap bersekutu dengan Tuhan, di tengah-tengah kesibukan yang ada?
  2. Langkah sederhana apa yang Anda lakukan ketika mendengar kabar atau informasi yang dapat memadam roh Anda?

Kesimpulan

Untuk menjadi wanita yang memiliki roh yang menyala-nyalah adalah dengan memiliki haus dan lapar akan Tuhan senantiasa dan menjaga hati di hadapan Tuhan dengan segala kewaspadaan, agar terpancar kehidupan dari kehidupan kita. Tuhan Yesus Memberkati.

Jadwal

  • 17 Nov 2026: Ibadah WBI
  • 24 Nov 2026: Menara Doa Wanita